BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Friday, 24 April 2020

IBADAH SABDA HARI MINGGU PASKAH III


MINGGU, 26 APRIL 2020



Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu

01.   TANDA SALIB DAN SALAM
P :    Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U :    Amin.
P :    Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U :    Sekarang dan selama-lamanya.
02.   KATA PEMBUKA
P :   Hari ini adalah Hari Minggu Ketiga Masa Paskah. Sebentar kita akan mendengarkan kotbah Paulus di Yerusalem yang bersaksi tentang kebangkitan Yesus. Petrus tidak takut terhadap semua mereka yang telah membunuh Gurunya. Dalam suratnya yang akan kita dengarkan dalam bacaan kedua, Petrus mengajak kita untuk hidup seturut kehendak Allah, karena kita sudah ditebus dengan harga yang amat mahal, yaitu dengan darah Yesus.
Bacaan Injil akan mengantar kita kepada kisah perjalanan dua murid Yesus ke Emaus. Mereka kecewa karena kematian Yesus. Namun, mereka kemudian disadarkan oleh Yesus sendiri yang menemani mereka.
Dalam ibadah ini, kita mendoakan semua orang yang terjangkit virus corona agar mereka tetap kuat; juga para dokter-perawat-polisi dan petugas yang menangani wabah ini agar mereka tetap sehat.
03.   TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P :    Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P :     Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita.
U :     Amin.
04.   TUHAN KASIHANILAH DAN KEMULIAAN
05.   DOA PEMBUKA
P :     Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Ya Allah, terima kasih atas rahmat penebusan yang kami terima berkat sengsara, wafat dan kebangkitan Putra-Mu. Ajarilah kami senantiasa untuk selalu bersyukur atas rahmat penebusan ini dengan saling membantu dan saling meneguhkan iman kami satu sama lain.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06.   AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
07.   BACAAN PERTAMA (Kis. 2:14,22-33) L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas
rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak- sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan- Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08.   MENYANYIKAN MAZMUR TANGGAPAN
09.   BACAAN KEDUA (1Ptr. 1:17-21)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus.
Saudara-saudari, jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA
P :    Alleluia, Alleluia, Alleluia U :        Alleluia, Alleluia, Alleluia
P :    Sesungguhnya Tuhan sungguh telah bangkit, sepertinya yang telah dikatakan-Nya.
U :    Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Luk. 24:13-35)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya  Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan- Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.
Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi- pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama- sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

12.   RENUNGAN SINGKAT
Petrus dalam bacaan pertama dan kedua dengan tegas menyatakan bahwa Yesus itu telah bangkit. Keyakinan ini diperolehnya melalui pengalaman pribadinya dan pengalaman murid-murid yang lain. Salah satu pengalaman itu adalah kisah perjalanan ke Emaus. Ada dua hal yang bisa kita petik dari kisah ini.
Pertama, mengapa mereka memilih pergi ke Emaus. Emaus adalah kota yang dimenangkan oleh Yudas Makabeus melawan kekuasaan Yunani, yang bisa kita baca dalam kitab 1 Makabe. Sepertinya kedua murid ini menginginkan Yesus sebagai mesias atau pembebas mereka dari penjajahan Romawi yang saat itu sedang menguasai wilayah mereka. Perjalanan ke Emaus menandai kekecewaan mereka karena ternyata Yesus mati. Mereka juga tidak melihat lagi harapan hidup meskipun mereka sudah mendapatkan informasi dari perempuan yang pulang dari makam Yesus bahwa Yesus sudah bangkit. Namun pada akhirnya, mereka pun tahu bahwa Mesias itu sudah bangkit, mengalahkan maut.
Kadangkala harapan kita amat berbeda dengan rencana Tuhan. Kita mungkin merencanakan hal begini, begitu, dan sebagainya. Namun, terkadang rencana tersebut mungkin tidak berhasil. Sudah pasti sebagai manusia, kita pasti kecewa. Namun kisah hari ini mengajak kita untuk tetap setia kepada Tuhan. Kita tidak mesti meninggalkan Tuhan di Yerusalem dan pergi ke Emaus kita sendiri. Mungkin Tuhan memiliki rencana yang lain yang lebih baik bagi hidup kita.
Kedua, dua orang murid. Dalam kisah ini disebutkan bahwa ada dua orang murid ke Emaus; satunya bernama Kleopas dan yang satunya lagi tidak memiliki nama. Keduanya saling bercerita atau curhat. Sayangnya curhat mereka tidak terarah dan menjauhkan mereka dari kebenaran yang sesungguhnya. Untunglah Yesus datang dan menegur mereka dengan keras. Yesus meluruskan kebenaran dan mata mereka pun terbuka.
Mungkin kita juga menjadi salah satu dari kedua murid itu. Kita kecewa pada orang lain, lalu kita mencurahkan isi hati kita kepada sesama yang lain. Seringkali kekecewaan hati kita membuat kita tidak lagi melihat kebaikan atau maksud baik dari mereka. Apalagi kalau teman yang mendengarnya mendukung- dukung kita. Kita mungkin merasa benar. Tetapi kisah hari ini mengajak kita untuk tidak lupa berdoa atau memohonkan penyertaan Tuhan agar hati kita terbuka terhadap kebenaran yang bisa saja muncul dari situasi yang mengecewakan hati kita. Doa dan memohonkan bantuan Tuhan adalah sarana curhat yang baik. Tuhan mengetahui segalanya, maka Dia juga akan membantu kita menemukan hal yang baik juga.
13.   HENING
14.   SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15.   DOA UMAT
P : Mari kita panjatkan doa-doa permohonan kepada Allah kita yang selalu mendengarkan kita.
P : Semoga semua keluarga Kristiani merasakan dan mengalami bahwa Tuhan selalu berjalan bersama mereka. Marilah kita mohon….
P : Semoga para pemimpin negara dan petugas penanganan virus corona selalu dikaruniai rahmat kebijaksanaan dan kekuatan dalam menangani wabah ini. Marilah kita mohon….
P : Semoga mereka yang sakit dan yang amat menderita karena wabah virus corona ini, mendapatkan peneguhan dan bantuan dari sesamanya. Marilah kita mohon….
P : Semoga sama seperti Yesus yang mendampingi dua murid ke Emaus, kita pun digerakkan untuk saling menolong dalam situasi wabah virus ini. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan permohonan pribadi kita masing-masing.
(hening sejenak lalu lanjut).
P : Ya Tuhan, demikianlah doa-doa permohonan kami. Kabulkanlah demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
16.   DOA PUJIAN
P :    Setelah mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan, kita sadar betapa baiklah Allah terhadap kita, hingga telah menebus kita. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia dengan berseru:
Pujilah Allah, alleluia, alleluia. U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P :    Kami memuji nama-Mu, ya Bapa, sebab dengan mengutus Putra-Mu yang tunggal, Engkau menebus kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kita berseru:
U :    Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P :    Kami memuji nama-Mu ya Bapa, sebab kami telah Engkau selamatkan, melalui ketaatan dan penyerahan diri Putra-Mu seperti tampak dalam sengsara dan wafat-Nya. Maka kita berseru:
U :    Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P :   Engkau telah membangkitkan Yesus, dan dengan kebangkitan-Nya itu fajar hidup baru Engkau terbitkan bagi kai. Pintu surga Engkau buka kembali, dan kami Engaku tuntún masuk ke dalam surga, tanpa Engkau hitung-hitung dosa kami. Maka kami berseru:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kebangkitan Putra-Mu menjadi dasar iman Gereja- Mu, yang senantiasa diwartakan bagi duia. Setiap kali kami memperingati kebangkitan-Nya, iman kami Engkau bangkitkan dan Engkau teguhkan. Maka kami berseru:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami (nama Uskup setempat) dan Pastor Paroki (nama pastor paroki setempat), kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
(menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur)
17.   BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN
P :   Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P :    Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U :  Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
18.   KOMUNI BATIN
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P :    Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P :    Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U :    Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
§  Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
§  Lalu diberi saat hening secukupnya.
§  Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu PASKAH atau lagu komuni.

19.      DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia, pengharapan kami yang sejati, kasihanilah kami dan bebaskanlah kami dari segala kemalangan.
Kami mohon,
jauhkanlah kami dari virus
yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, sembuhkanlah yang sakit,
kuatkanlah yang sehat, topanglah mereka yang berjuang bagi kesehatan sesama.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, dan selamatkanlah kami
dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus,
kini dan sepanjang segala masa. Amin.
20.   DOA PENUTUP
P :     Marilah kita berdoa,
Ya Allah, kami telah mendalami kisah perjalanan ke Emaus di hari ini. Semoga kami pun bisa merasakan dalam hidup kami bahwa Engkau sendiri selalu berjalan menemani hidup kami. Buatlah agar kami pun bisa membuat anggota keluarga kami merasakan kehadiran-Mu di dalam rumah kami dengan sikap dan tutur kata kami.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin

MOHON BERKAT TUHAN
P :    Sebelum  mengakhiri         perayaan      ini    marilah     kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U :    Amin.
P :    Perayaan Sabda Hari Minggu Kedua Masa Paskah kita ini sudah selesai.
U :    Syukur kepada Allah.
21.   PENGUTUSAN
P :    Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya.
U :    Amin.
22.   LAGU PENUTUP


Roma, 23 April 2020
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

Editor:
RD. Vinsensius
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau

Share:

Tuesday, 14 April 2020

PASKAH DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA





PENGANTAR

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus, ketika saya mempersiapkan renungan ini, muncul pertanyaan di dalam benak saya: “Apa makna Paskah di  tengah pandemic virus corona?” “Bagaimana kita bisa mewartakan kebangkitan, yang menjadi dasar dari iman kita, di tengah maraknya kematian akibat virus corona?” “Bagaimana kita bisa merasakan sukacita di tengah kesedihan, penderitaan dan ketakutan saat ini?” dan masih banyak pertanyaan lain lagi yang nampaknya sangat kontradiktif.





KETAKUTAN DAN SUKACITA PARA MURID

Maka, pengalaman kedua wanita dalam Bacaan Injil tadi bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Mereka merasakan kesedihan yang begitu mendalam atas kematian Yesus. Pagi-pagi benar mereka pergi mengunjungi kubur Yesus. Tetapi apa yang terjadi? Semua di luar perkiraan mereka! Mereka melihat peristiwa yang luar biasa dari surga dan warta dari Malaikat, bahwa YESUS SUDAH BANGKIT! Mereka diutus untuk Mewartakan Kebangkitan-Nya kepada murid-murid Yesus. Tanpa mengulur-ngulur waktu, mereka segera pergi mewartakan-Nya dengan perasaan yang TAKUT dan SUKACITA yang besar.




KETAKUTAN DAN SUKACITA KITA  

Saudara-saudari yang terkasih, kesedihan yang mendalam juga kita rasakan saat ini, di mana kita tidak bisa merayakan Ekaristi bersama di gereja. Pasti banyak umat yang sudah rindu dengan rumah Tuhan, dan rindu menyambut Tubuh Kristus dalam Komuni Kudus. Di banyak tempat juga sekarang ini banyak orang yang merasakan kesedihan, keputus-asaan dan ketakutan, karena virus corona, terutama mereka yang dinyatakan positif terkena virus corona, mereka yang ditinggalkan oleh anggota keluarganya yang meninggal dunia karena virus corona, dan belum lagi kita berbicara tentang dampak-dampak sosialnya bagi ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Semua peristiwa ini tentu saja menimbulkan ketakutan di dalam diri kita, sama seperti para wanita dalam Injil tadi, yang juga mengalami ketakutan ketika mengunjungi kubur Yesus. 

Memang ketakutan yang mereka alami berbeda dengan ketakutan kita saat ini. Mereka takut, karena membawa Kabar yang begitu besar dari surga, sedangkan mereka hanya orang biasa. Bagaimana orang-orang bisa percaya kepada mereka? Jangan-jangan mereka nanti dianggap menyebarkan kebohongan/ hoax, sehingga mereka akan ditangkap dan dihukum. Tetapi, Tuhan tidak membiarkan semua ini terjadi pada diri orang-orang yang dikasihi-Nya. Maka, warta itu harus mereka sampaikan bukan kepada semua orang, tetapi kepada para murid Yesus, yang selama ini sudah bersama-sama dengan Yesus dan mendengarkan ajaran Yesus, agar para murid semakin percaya kepada Yesus, dan akhirnya mereka dapat mewartakan Kebangkitan Yesus kepada semua orang.

Saudara-saudari terkasih, selain merasa takut, para wanita tadi juga merasakan sukacita yang besar. Mereka bersukacita, karena Yesus sudah bangkit dari kematian! Berita itu mereka dapatkan langsung dari Malaikat Tuhan. Warta yang luar biasa, karena bukan dari manusia, melainkan dari Allah sendiri. Yang mereka terima adalah Kabar Sukacita dari surga. Sukacita itu semakin bertambah, karena mereka bukan hanya mendengar, bahwa Yesus sudah bangkit, tetapi mereka juga melihat Yesus yang sudah bangkit itu menampakkan diri di hadapan mereka. Mereka bisa mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya, dan menyembah-Nya. Pesan yang disampaikan oleh Yesus juga sama dengan pesan dari Malaikat Tuhan: “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.

Saudara-saudari terkasih, apakah kita juga bisa merasakan sukacita di tengah pandemi ini? Sebenarnya, banyak nilai positif yang kita dapatkan melalui peristiwa yang mengerikan ini:
(1)     Karena corona, kita baru menyadari pentingnya hidup bersih: harus rajin cuci tangan, harus pakai masker kalau berpergian, harus menjaga kebersihan lingkungan.
(2)     Karena corona, kita baru menyadari bahwa rumah adalah tempat yang aman bagi kita. Dengan tetap tinggal di rumah saja, kita bisa mempererat kebersamaan di dalam keluarga kita masing-masing, yang selama ini mungkin hilang karena kesibukan di luar.
(3)     Karena corona, kita baru menyadari pentingnya doa bersama di dalam keluarga. Rumah bukan saja tempat tinggal, tetapi juga rumah doa bagi kita. Kita punya banyak waktu untuk berdoa dan merenungkan Sabda Allah.
Dan masih banyak lagi hal-hal positif lainnya yang dapat kita gali dari peristiwa pandemi ini.



PASKAH BAGI KITA SAAT INI

Dengan pikiran yang sehat dan seimbang, kita bisa melihat sisi negatif dan positif dari pandemic virus corona ini. Selain merasa takut, kita juga bisa merasakan sukacita dan pengharapan dalam diri kita. Dengan cara inilah kita bisa merayakan Paskah, seperti para wanita dalam Injil tadi, yakni walaupun takut, kita tetap harus memiliki harapan yang baik, dan bukan tenggelam dalam ketakutan dan keputus-asaan.

Bagi bangsa Israel, Paskah merupakan perayaan agung untuk mengenangkan karya keselamatan Allah dalam membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dengan perantaraan Musa. Bagi umat Kristiani, Paskah merupakan perayaan agung untuk mengenangkan karya keselamatan Allah dalam membebaskan kita dari perbudakan dosa dan kematian kekal melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus. Dan Bagi kita saat ini, Perayaan Paskah memiliki makna pengharapan, yaitu:

1.             Pembebasan kita dari dosa:
Sebagaimana Yesus sudah wafat dan bangkit demi menebus dosa kita. Maka, kita juga harus membebaskan diri dari segala dosa dan kejahatan. Pembaharuan janji baptis menjadi kesempatan yang indah bagi kita untuk kembali membaharui komitmen kita sebagai orang yang dibaptis untuk menolak setan dan segala perbuatannya, serta percaya kepada Tuhan dan melakukan perintah-perintah-Nya.

2.             Pembebasan kita dari wabah virus corona:
Bangsa Israel yang percaya kepada Allah dibebaskan dari kesepuluh tulah yang diturunkan Allah atas bangsa Mesir, dan dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Berkat Paskah Kristus, kita dibebaskan dari belenggu dosa dan maut. Maka, perayaan Paskah tahun ini, di mana wabah virus corona merajalela, kita dapat memaknainya sebagai saat di mana Allah mau menyatakan kemuliaan-Nya untuk membebaskan kita dari wabah virus corona. Ini menjadi harapan kita bersama. Pertanyaannya: apa yang harus kita lakukan dalam mewujudkan pembebasan ini? Bagaimana cara kita bekerja sama dengan Allah dalam mewujudkan harapan kita bersama, agar kita terbebas dari wabah virus corona?

Pertama, sebagai orang beriman, kita harus BERDOA tanpa jemu-jemu. Kita berdoa agar pandemic virus corona ini segera berakhir. Kita doakan juga para korban, para tenaga medis, dan semua orang agar terhindar dari virus ini. Doa kita harus berdimensi sosial: bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk semua orang di seluruh dunia.

Kedua, selain berdoa, kita juga harus melakukan sesuatu yang selaras dengan doa kita, karena Rasul Yakobus mengatakan, “iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati!” Maka, marilah kita bersama-sama mentaati dan melakukan apa yang sudah dicanangkan oleh pemerintah kita, agar kita terbebas dari penularan dan penyebaran virus corona, yaitu dengan  menjaga jarak, menghindari keramaian, rajin mencuci tangan, tetap di rumah saja, dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Semua ini kita lakukan, bukan untuk mengingkari hakikat kita sebagai makhluk sosial, melainkan mewujudkannya dalam situasi yang konkret saat ini, yakni di masa-masa sulit di tengah pandemi virus corona ini. Jika kita tidak mau taat, maka kita akan selalu hidup dalam kesulitan dan penderitaan akibat wabah ini! Tetapi jika kita mau taat, dengan pertolongan Allah, maka wabah ini akan segera berakhir.


PENUTUP

Saudara-saudari terkasih, mengakhiri renungan ini saya mengajak kita semua untuk merenungkan sedikit dari Meditasi Paus Fransiskus yang disampaikannya, pada saat beliau memberikan Berkat Luar Biasa “URBI ET ORBI” dari Basilika St. Petrus di Vatican:


Pope's special Urbi et Orbi blessing: 'God turns everything to our ...


“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Tuhan, Engkau memanggil kami kepada iman. Iman yang bukan sekedar percaya bahwa Engkau ada, tetapi datang kepada-Mu dan percaya kepada-Mu. Dalam masa Prapaskah ini, panggilan-Mu bergema dengan kuat: “Bertobatlah!” “Berbaliklah kepadaku dengan segenap hatimu!’ (Yoel 2:12). Engkau memanggil kami untuk menggunakan masa pencobaan ini sebagai masa untuk memilih. Ini bukan masa penghakiman-Mu, tetapi penghakiman kami: masa untuk memilih apa yang penting dan yang berlalu, masa untuk memisahkan apa yang perlu dari apa yang tidak perlu. Ini adalah masa untuk mengarahkan kembali hidup kami kepada-Mu, ya Tuhan, dan kepada orang lain.
Kita dapat melihat begitu banyak teladan yang mendampingi kita selama perjalanan, yang sekalipun merasa takut, namun bertindak dengan memberikan hidup mereka. Inilah daya Roh Kudus yang dapat menebus, menghargai dan membuktikan betapa hidup kita terjalin bersama dan ditopang oleh orang-orang biasa, yang seringkali dilupakan, yakni: para dokter, perawat, pegawai supermarket, tukang bersih-bersih, pengasuh, penyedia sarana transportasi, penegak hukum dan ketertiban, sukarelawan, imam, biarawan dan biarawati dan banyak orang lain yang telah memahami, bahwa tak seorangpun mencapai keselamatan dengan mengandalkan diri mereka sendiri. … Betapa banyak orang setiap hari yang bersabar dan memberikan harapan, yang menebarkan tanggung jawab bersama dan bukan kepanikan. … Betapa banyak orang yang sedang berdoa, yang mempersembahkan dan memohon demi kebaikan semua orang. Doa dan pelayanan yang dilakukan dalam kesunyian: inilah senjata kita yang jaya.”


Malam Paskah, 11 April 2020.

RD. VINSENSIUS

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau





Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive