Wednesday, 9 September 2026

Pendalaman Materi BKSN 2026

9 September 2026 Tim UMDU (Umat Merasul Diatara Umat) melakukan pendalaman materi sebagai persiapan untuk Tourne ke stasi-stasi pada tanggal 13, 20, dan 27 September 2026, kegiatan ini merupakan pertemuan hari kedua, pada hari sebelumnya tim ini telah dibekali materi tentang Tata Ibadat Sabda



 Wajah Yesus Dalam Injil Matius 

  • Yesus adalah Imanuel : Melalui pemberitaan Malaikat Terhadap Yusuf , Injil Matius menyatakan bahwa Yesus adalah Imanuel yang berarti “Allah beserta kita (Mat.1:22-23)
  • Yesus adalah Mesias : Mesias atau Kristus artinya “yang di urapi” Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup (Mat.16:16)
  • Yesus adalah Anak Allah  gelar “Anak Allah” dalam perjanjian lama merujuk pada 1). Seluruh bangsa Israel (Kel.4:22-23). 2). raja Israel, sebagai simbol perjanjian Allah dengan umat-Nya (Mzm.2:7)
  • Maria mengandung dari Roh Kudus, bukan dari seorang laki-laki (Mat.1:20)
  • Saat Yesus di Baptis Bapa sendiri yang menyatakan “inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah aku berkenan” (Mat.3:17)
  • Peristiwa transfigurasi di gunung Tabor (Mat.17:5)
  • Pengakuan Berbagai pihak 


Yesus Guru Yang Penuh Kuasa 

  • Yesus mengajar di Bait Allah 
  • Yesus mengajar di Padang Rumput 
  • Yesus mengajar di atas perahu 


Guru sepeti apakah Yesus, dan apa yang di ajarkan-Nya 

  • Orang banyak memandang Yesus sebagai Rabi karena kuasa dan karisma-Nya yang sangat besar (Mat.7:28-29) sebagai guru Yesus kiranya menyerupai guru-guru kebijaksanaan dalam tradisi hikmat Yahudi. Metode pengajarannya berupa perumpamaan-perumpamaan (Domba yang hilang, Anak yang hilang maupun ajaran langsung misal jika ada orang menampar pipi kiri mu maka berikanlah pula pipi kanan mu) 
  • Yesus sebagai guru juga diperbandingkan dengan Musa, 


MATERI YANG DI FOKUSKAN 

  • Pengajaran Yesus Tentang Persaudaraan dalam Iman (Matius 18:15-20)


Contoh Pertanyaan Panduan Pendalaman Teks


  1. Sebutkan dan jelaskan empat langkah yang diajarkan Yesus untuk menyadarkan saudara kita yang berdosa!
  2. Apa maksudnya bahwa langkah-langkah itu bermaksud untuk menyadarkan orang yang berdosa, bukan untuk menghukumnya?
  3. Bagaimana saya bisa menerapkan ajaran Yesus ini di stasi, kring, atau paroki?
  4. Apakah saya selama ini menjadi orang yang menyusahkan orang-orang lain di sekitar kita? Apa yang perlu saya lakukan agar dapat kembali menyatu dengan saudara-saudari seiman kita?
  5. Terhadap umat yang “hilang/tersesat”, apa yang sudah aku lakukan bagi mereka?