BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Tuesday, 14 April 2020

PASKAH DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA





PENGANTAR

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus, ketika saya mempersiapkan renungan ini, muncul pertanyaan di dalam benak saya: “Apa makna Paskah di  tengah pandemic virus corona?” “Bagaimana kita bisa mewartakan kebangkitan, yang menjadi dasar dari iman kita, di tengah maraknya kematian akibat virus corona?” “Bagaimana kita bisa merasakan sukacita di tengah kesedihan, penderitaan dan ketakutan saat ini?” dan masih banyak pertanyaan lain lagi yang nampaknya sangat kontradiktif.





KETAKUTAN DAN SUKACITA PARA MURID

Maka, pengalaman kedua wanita dalam Bacaan Injil tadi bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Mereka merasakan kesedihan yang begitu mendalam atas kematian Yesus. Pagi-pagi benar mereka pergi mengunjungi kubur Yesus. Tetapi apa yang terjadi? Semua di luar perkiraan mereka! Mereka melihat peristiwa yang luar biasa dari surga dan warta dari Malaikat, bahwa YESUS SUDAH BANGKIT! Mereka diutus untuk Mewartakan Kebangkitan-Nya kepada murid-murid Yesus. Tanpa mengulur-ngulur waktu, mereka segera pergi mewartakan-Nya dengan perasaan yang TAKUT dan SUKACITA yang besar.




KETAKUTAN DAN SUKACITA KITA  

Saudara-saudari yang terkasih, kesedihan yang mendalam juga kita rasakan saat ini, di mana kita tidak bisa merayakan Ekaristi bersama di gereja. Pasti banyak umat yang sudah rindu dengan rumah Tuhan, dan rindu menyambut Tubuh Kristus dalam Komuni Kudus. Di banyak tempat juga sekarang ini banyak orang yang merasakan kesedihan, keputus-asaan dan ketakutan, karena virus corona, terutama mereka yang dinyatakan positif terkena virus corona, mereka yang ditinggalkan oleh anggota keluarganya yang meninggal dunia karena virus corona, dan belum lagi kita berbicara tentang dampak-dampak sosialnya bagi ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Semua peristiwa ini tentu saja menimbulkan ketakutan di dalam diri kita, sama seperti para wanita dalam Injil tadi, yang juga mengalami ketakutan ketika mengunjungi kubur Yesus. 

Memang ketakutan yang mereka alami berbeda dengan ketakutan kita saat ini. Mereka takut, karena membawa Kabar yang begitu besar dari surga, sedangkan mereka hanya orang biasa. Bagaimana orang-orang bisa percaya kepada mereka? Jangan-jangan mereka nanti dianggap menyebarkan kebohongan/ hoax, sehingga mereka akan ditangkap dan dihukum. Tetapi, Tuhan tidak membiarkan semua ini terjadi pada diri orang-orang yang dikasihi-Nya. Maka, warta itu harus mereka sampaikan bukan kepada semua orang, tetapi kepada para murid Yesus, yang selama ini sudah bersama-sama dengan Yesus dan mendengarkan ajaran Yesus, agar para murid semakin percaya kepada Yesus, dan akhirnya mereka dapat mewartakan Kebangkitan Yesus kepada semua orang.

Saudara-saudari terkasih, selain merasa takut, para wanita tadi juga merasakan sukacita yang besar. Mereka bersukacita, karena Yesus sudah bangkit dari kematian! Berita itu mereka dapatkan langsung dari Malaikat Tuhan. Warta yang luar biasa, karena bukan dari manusia, melainkan dari Allah sendiri. Yang mereka terima adalah Kabar Sukacita dari surga. Sukacita itu semakin bertambah, karena mereka bukan hanya mendengar, bahwa Yesus sudah bangkit, tetapi mereka juga melihat Yesus yang sudah bangkit itu menampakkan diri di hadapan mereka. Mereka bisa mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya, dan menyembah-Nya. Pesan yang disampaikan oleh Yesus juga sama dengan pesan dari Malaikat Tuhan: “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.

Saudara-saudari terkasih, apakah kita juga bisa merasakan sukacita di tengah pandemi ini? Sebenarnya, banyak nilai positif yang kita dapatkan melalui peristiwa yang mengerikan ini:
(1)     Karena corona, kita baru menyadari pentingnya hidup bersih: harus rajin cuci tangan, harus pakai masker kalau berpergian, harus menjaga kebersihan lingkungan.
(2)     Karena corona, kita baru menyadari bahwa rumah adalah tempat yang aman bagi kita. Dengan tetap tinggal di rumah saja, kita bisa mempererat kebersamaan di dalam keluarga kita masing-masing, yang selama ini mungkin hilang karena kesibukan di luar.
(3)     Karena corona, kita baru menyadari pentingnya doa bersama di dalam keluarga. Rumah bukan saja tempat tinggal, tetapi juga rumah doa bagi kita. Kita punya banyak waktu untuk berdoa dan merenungkan Sabda Allah.
Dan masih banyak lagi hal-hal positif lainnya yang dapat kita gali dari peristiwa pandemi ini.



PASKAH BAGI KITA SAAT INI

Dengan pikiran yang sehat dan seimbang, kita bisa melihat sisi negatif dan positif dari pandemic virus corona ini. Selain merasa takut, kita juga bisa merasakan sukacita dan pengharapan dalam diri kita. Dengan cara inilah kita bisa merayakan Paskah, seperti para wanita dalam Injil tadi, yakni walaupun takut, kita tetap harus memiliki harapan yang baik, dan bukan tenggelam dalam ketakutan dan keputus-asaan.

Bagi bangsa Israel, Paskah merupakan perayaan agung untuk mengenangkan karya keselamatan Allah dalam membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dengan perantaraan Musa. Bagi umat Kristiani, Paskah merupakan perayaan agung untuk mengenangkan karya keselamatan Allah dalam membebaskan kita dari perbudakan dosa dan kematian kekal melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus. Dan Bagi kita saat ini, Perayaan Paskah memiliki makna pengharapan, yaitu:

1.             Pembebasan kita dari dosa:
Sebagaimana Yesus sudah wafat dan bangkit demi menebus dosa kita. Maka, kita juga harus membebaskan diri dari segala dosa dan kejahatan. Pembaharuan janji baptis menjadi kesempatan yang indah bagi kita untuk kembali membaharui komitmen kita sebagai orang yang dibaptis untuk menolak setan dan segala perbuatannya, serta percaya kepada Tuhan dan melakukan perintah-perintah-Nya.

2.             Pembebasan kita dari wabah virus corona:
Bangsa Israel yang percaya kepada Allah dibebaskan dari kesepuluh tulah yang diturunkan Allah atas bangsa Mesir, dan dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Berkat Paskah Kristus, kita dibebaskan dari belenggu dosa dan maut. Maka, perayaan Paskah tahun ini, di mana wabah virus corona merajalela, kita dapat memaknainya sebagai saat di mana Allah mau menyatakan kemuliaan-Nya untuk membebaskan kita dari wabah virus corona. Ini menjadi harapan kita bersama. Pertanyaannya: apa yang harus kita lakukan dalam mewujudkan pembebasan ini? Bagaimana cara kita bekerja sama dengan Allah dalam mewujudkan harapan kita bersama, agar kita terbebas dari wabah virus corona?

Pertama, sebagai orang beriman, kita harus BERDOA tanpa jemu-jemu. Kita berdoa agar pandemic virus corona ini segera berakhir. Kita doakan juga para korban, para tenaga medis, dan semua orang agar terhindar dari virus ini. Doa kita harus berdimensi sosial: bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk semua orang di seluruh dunia.

Kedua, selain berdoa, kita juga harus melakukan sesuatu yang selaras dengan doa kita, karena Rasul Yakobus mengatakan, “iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati!” Maka, marilah kita bersama-sama mentaati dan melakukan apa yang sudah dicanangkan oleh pemerintah kita, agar kita terbebas dari penularan dan penyebaran virus corona, yaitu dengan  menjaga jarak, menghindari keramaian, rajin mencuci tangan, tetap di rumah saja, dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Semua ini kita lakukan, bukan untuk mengingkari hakikat kita sebagai makhluk sosial, melainkan mewujudkannya dalam situasi yang konkret saat ini, yakni di masa-masa sulit di tengah pandemi virus corona ini. Jika kita tidak mau taat, maka kita akan selalu hidup dalam kesulitan dan penderitaan akibat wabah ini! Tetapi jika kita mau taat, dengan pertolongan Allah, maka wabah ini akan segera berakhir.


PENUTUP

Saudara-saudari terkasih, mengakhiri renungan ini saya mengajak kita semua untuk merenungkan sedikit dari Meditasi Paus Fransiskus yang disampaikannya, pada saat beliau memberikan Berkat Luar Biasa “URBI ET ORBI” dari Basilika St. Petrus di Vatican:


Pope's special Urbi et Orbi blessing: 'God turns everything to our ...


“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Tuhan, Engkau memanggil kami kepada iman. Iman yang bukan sekedar percaya bahwa Engkau ada, tetapi datang kepada-Mu dan percaya kepada-Mu. Dalam masa Prapaskah ini, panggilan-Mu bergema dengan kuat: “Bertobatlah!” “Berbaliklah kepadaku dengan segenap hatimu!’ (Yoel 2:12). Engkau memanggil kami untuk menggunakan masa pencobaan ini sebagai masa untuk memilih. Ini bukan masa penghakiman-Mu, tetapi penghakiman kami: masa untuk memilih apa yang penting dan yang berlalu, masa untuk memisahkan apa yang perlu dari apa yang tidak perlu. Ini adalah masa untuk mengarahkan kembali hidup kami kepada-Mu, ya Tuhan, dan kepada orang lain.
Kita dapat melihat begitu banyak teladan yang mendampingi kita selama perjalanan, yang sekalipun merasa takut, namun bertindak dengan memberikan hidup mereka. Inilah daya Roh Kudus yang dapat menebus, menghargai dan membuktikan betapa hidup kita terjalin bersama dan ditopang oleh orang-orang biasa, yang seringkali dilupakan, yakni: para dokter, perawat, pegawai supermarket, tukang bersih-bersih, pengasuh, penyedia sarana transportasi, penegak hukum dan ketertiban, sukarelawan, imam, biarawan dan biarawati dan banyak orang lain yang telah memahami, bahwa tak seorangpun mencapai keselamatan dengan mengandalkan diri mereka sendiri. … Betapa banyak orang setiap hari yang bersabar dan memberikan harapan, yang menebarkan tanggung jawab bersama dan bukan kepanikan. … Betapa banyak orang yang sedang berdoa, yang mempersembahkan dan memohon demi kebaikan semua orang. Doa dan pelayanan yang dilakukan dalam kesunyian: inilah senjata kita yang jaya.”


Malam Paskah, 11 April 2020.

RD. VINSENSIUS

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau





Share:

Friday, 27 March 2020

MELIHAT KEMULIAAN ALLAH


(Hari Minggu Prapaskah V: 
29 Maret 2020)





Saudara-saudari terkasih, Bacaan-bacaan suci pada hari ini mengajak kita semua untuk merenungkan tentang sesuatu yang paling mendasar dalam hidup kita, yaitu tentang MAKNA KEHIDUPAN DAN KEMATIAN. Bila berkaitan dengan hidup dan mati, maka hal-hal yang lain akan menjadi tidak berarti sama sekali. Begitu tingginya dan berharganya nilai kehidupan, maka banyak orang berusaha untuk mempertahankannya, berusaha untuk mengisinya dengan hal-hal  yang bermanfaat, dan menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat mengancam kehidupan itu sendiri. Namun di sisi lain, kita melihat ada juga orang yang tidak  memandang tinggi dan bermaknanya nilai kehidupan ini. Mereka malah merusak kehidupan, mau cari mati! Dan bahkan sadisnya, mereka juga mau merusak dan mengancam kehidupan orang lain.

Akhir-akhir ini kita ditakutkan oleh Virus yang tak kelihatan, yaitu Virus Corona/ Covid-19. Virus ini mengancam hidup manusia, dan menjadi musuh bagi semua orang di seluruh dunia. Banyak korban sudah berjatuhan. Namun, di  tengah situasi yang mengenas ini, berbagai usaha medis sudah dilakukan, berbagai pencegahan juga telah diusahakan, seperti: jaga jarak, jangan saling bersentuhan, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan, dan lain sebagainya. Semua usaha manusia sudah kita lakukan, dan memang itu perlu, demi memelihara dan mempertahankan kehidupan yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Namun, kita jangan sampai lupa akan RAHMAT ILAHI yang melebihi usaha manusiawi; RAHMAT ILAHI yang menyempurnakan usaha manusiawi kita ini. Maka, dalam kesempatan ini, walaupun saudara-saudari di rumah saja, percayalah Tuhan tetap hadir bersama kita. Tuhan akan mendengarkan doa permohonan kita, dan mengabulkannya, sebagaimana yang Ia nubuatkan kepada Nabi Yehezkiel dalam Bacaan pertama hari ini.

Dalam bacaan pertama hari ini, mengisahkan kepada kita masa pembuangan di Babel. Pada waktu orang-orang Yehuda dibuang ke Babel, mereka sangat menderita. Hidup dalam pembuangan dan penjajahan membuat mereka seolah-olah kehilangan harapan akan hidup. Masa depan mereka menjadi suram dan tak berarti. Namun, di tengah penderitaan itu, mereka tetap mengharapkan pemulihan dari Tuhan, pembebasan dari penjajahan di Babel. Maka, Tuhan bersabda kepada Yehezkiel, bahwa Ia akan membangkitkan umat-Nya, dan membawa mereka ke tanah Israel. Hal ini dilakukan Tuhan supaya mereka PERCAYA bahwa Dia-lah Tuhan, yang membuka kubur-kubur dan membangkitkan mereka dari sana. Tuhan akan memberikan Roh-Nya kepada mereka, sehingga mereka hidup kembali.

Dalam konteks bangsa Yehuda pada waktu itu, memang kebangkitan yang dimaksud bisa jadi adalah kebangkitan mereka sebagai bangsa yang merdeka, sebab hidup dalam pembuangan dan penjajahan sama seperti orang mati, karena tidak punya harapan akan masa depan yang cerah. Namun, kebangkitan dalam arti sesungguhnya, yaitu bangkit dari kematian juga sungguh-sungguh terjadi. Dan nubuat ini tergenapi dalam diri Yesus, sebagaimana yang telah kita dengarkan dalam Bacaan Injil tadi.

Dalam Bacaan Injil kita telah mendengarkan kisah tentang kematian Lazarus, saudara dari Maria dan Marta. Sejak Lazarus sakit, keluarganya berharap  Yesus datang untuk menyembuhkannya. Tetapi hal itu tidak dilakukan Tuhan. Bukan karena Tuhan tidak peduli kepada mereka, tetapi supaya mereka MELIHAT KEMULIAAN ALLAH. Apa kemuliaan Allah yang akan mereka lihat? Dan apa manfaatnya?

Kemuliaan Allah itu tampak dalam mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, yaitu MEMBANGKITKAN Lazarus dari kematiannya. Lazarus yang sudah 4 hari meninggal dunia dihidupkan kembali oleh Yesus. Sungguh, perbuatan ini menjadi penggenapan dari Nubuat Yehezkiel, bahwa Allah akan membangkitkan umat-Nya, dan memberikan Roh-Nya kepada mereka sehingga mereka hidup kembali. Hal ini dilakukan oleh Yesus supaya mereka PERCAYA, bahwa Yesus-lah TUHAN atas kehidupan, Yesus-lah KEBANGKITAN DAN HIDUP. Barang siapa yang percaya kepada-Nya ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Nya tidak akan mati selama-lamanya.

Saudara-saudari terkasih, di tengah situasi yang mengancam kehidupan kita ini, di tengah bahaya virus yang dapat membawa kematian, kita HARUS TETAP PERCAYA kepada Yesus, Tuhan kita. Dialah KEBANGKITAN DAN KEHIDUPAN. Kita yang percaya kepada-Nya akan MELIHAT KEMULIAAN ALLAH.
  
Memang dalam situasi yang mencekam ini kita sulit melihat kemuliaan Allah. Tetapi dengan iman yang teguh, seperti Maria dan Marta, kita akan melihat kemuliaan Allah di dalam hidup kita, asalkan kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Maka, marilah dalam kesempatan Ekaristi pada hari ini, dengan iman yang teguh kita bersatu dalam DOA.
          Mari kita doakan saudara-saudari kita yang terkena virus corona, agar mereka disembuhkan oleh Tuhan.
          Kita doakan juga mereka yang sudah meninggal dunia karena virus ini, semoga dosa mereka diampuni Tuhan dan diterima di dalam Kerajaan-Nya di Surga.
          Mari kita doakan juga para tenaga medis, para dokter, perawat, dan siapa saja yang membantu dalam penanganan dan pencegahan virus corona ini, semoga mereka senantiasa dilindungi oleh Tuhan, dikuatkan, dan diberikan kesehatan yang baik, sehingga mereka tetap dapat menjalankan tugas mulia ini untuk mempertahankan kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan.
          Mari kita juga berdoa bagi semua orang dan diri kita sendiri, agar dijauhkan dari virus ini. Semoga kita semua dilindungi oleh Tuhan dan diberi rahmat kekuatan dan kesehatan, sehingga kita bisa melihat kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita.
Marilah kita hening sejenak untuk menyampaikan doa permohonan kita kepada Tuhan.


RD. VINSENSIUS

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau



Share:

Saturday, 21 March 2020

MINGGU PRAPASKAH IV


Paroki Katedral “Hati Kudus Yesus” Sanggau

 (22 Maret 2020)




 
RITUS PEMBUKA

LAGU PEMBUKA  (Umat Berdiri)
TANDA SALIB DAN SALAM PEMBUKA  (Umat Berdiri)
KATA PENGANTAR  (Umat Berdiri)
PERNYATAAN TOBAT  (Umat berlutut)
TUHAN KASIHANILAH   (Umat berlutut)

DOA PEMBUKA                (Umat Berdiri)
I   Marilah kita berdoa:
Ya Allah, dengan pengantaraan Sabda-Mu, Engkau telah memulihkan hubungan damai dengan umat manusia secara mengagumkan. Kami mohon, berilah agar umat Kristiani, dengan cinta bakti yang penuh semangat dan iman yang hidup, bergegas menyongsong hari-hari raya yang akan datang. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.  

LITURGI SABDA

U  Amin.



BACAAN I           (Umat Duduk)
L  Bacaan dari Kitab Pertama Samuel:                                                   (1Sam 16:1b.6-7.10-13a)
Setelah Raja Saul bertolak, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, "Isilah tabung tandukmu dengan minyak, dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." Setelah Samuel sampai di rumah Isai, masuklah anak-anak Isai. Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, "Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdirilah dia yang mau diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, "Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolak dia. Bukan yang dilihat manusia, yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati." Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, "Mereka ini semuanya tidak dipilih Tuhan." Lalu ia berkata kepada Isai, "Inikah semua putramu?" Jawab Isai, "Masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai, "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan sebelum ia datang kemari." Maka disuruhnyalah menjemput dia. Kemudian masuklah anak itu; namanya Daud. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan berfirman kepada Samuel, "Bangkitlah, dan urapilah dia, sebab inilah dia." Maka Samuel mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu, dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U  Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN                (Umat Duduk)

TUHANLAH GEMBALAKU TAKKAN KEKURANGAN AKU
  
1.       Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2.       Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3.       Kau siapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4.       Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa..

BACAAN II          (Umat Duduk)
L  Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:                                         (Ef 5:8-14)
Saudara-saudara, memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya, telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebut saja apa yang mereka buat di tempat-tempat tersembunyi sudah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi tampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan, "Bangunlah, hai kamu yang tidur, dan bangkitlah dari antara orang mati, maka Kristus akan bercahaya atas kamu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U  Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL             (Umat Berdiri)

TERPUJILAH KRISTUS TUHAN, RAJA MULIA DAN KEKAL


Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku akan hidup dalam cahaya abadi.

BACAAN INJIL   (Umat Berdiri)
I   Inilah Injil Yesus Kristus Menurut Yohanes                              (Yoh 9:1.6-9.13-17.34-38)
Sekali peristiwa, ketika Yesus sedang berjalan lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Yesus meludah ke tanah, dan membuat lumpur dengan ludah itu, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: Yang diutus. Orang itu pun pergi membasuh dirinya, lalu kembali dan dapat melihat lagi. Tetapi tetangga-tetangganya, dan mereka yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu duduk dan mengemis?" Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi dia serupa dengan orang itu." Ia sendiri berkata: "Benar, akulah itu." Mereka kemudian membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisi bertanya lagi kepadanya, bagaimana matanya dapat melihat. Jawabnya: "Ia mengoleskan lumpur pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." Kata sebagian orang Farisi itu, "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Tetapi yang lain berkata: "Bagaimana seorang berdosa dapat membuat tanda mujizat yang demikian?" Lalu timbullah pertentangan di antara mereka. Kata  mereka lagi kepada orang yang tadinya buta itu: "Dan engkau, karena Dia telah memelekkan matamu, apa katamu tentang Dia,?" Jawabnya: "Dia seorang nabi." Tetapi orang-orang Farisi menegur dia, "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa, dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir oleh orang-orang Farisi. Lalu Yesus bertemu dengan orang itu dan berkata, "Percayakah engkau kepada Putra Manusia?" Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuan? Supaya aku percaya kepada-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia! Dia yang sedang berbicara dengan engkau, Dialah itu!" Kata orang itu, "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U  Terpujilah Kristus.
HOMILI   (Umat Duduk)
SYAHADAT

DOA UMAT         (Umat Berdiri)
I    Melalui Kristus Putra-Nya, Allah Bapa begitu mengasihi kita. Maka, marilah kita panjatkan doa kepada-Nya dengan penuh harapan.

L. Bagi para pemimpin Gereja: Semoga Allah Bapa memberkati para pemimpin Gereja agar selalu ramah dan bijaksana seperti Kristus dalam menggembalakan umat yang tengah berziarah menuju Kerajaan keselamatan-Nya. Marilah kita mohon …
U. Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.
L. Bagi para pejabat pemerintah: Semoga Allah Bapa Mahabaik memberikan terang sinar kasih-Nya bagi para pejabat pemerintahan kita sehingga mereka dengan giat mengusahakan segala sesuatu yang diperlukan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Marilah kita mohon …
U. Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.
L.  Bagi mereka yang sakit dan cacat mental: Semoga Allah Bapa Mahabelas kasih membangkitkan rasa belas kasih kita terhadap mereka yang sakit dan cacat mental agar mereka itu jangan sampai dilalaikan atau pun disingkirkan, melainkan dirawat dengan cinta kasih. Marilah kita mohon …
U. Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.
L.  Bagi kita di sekitar altar ini: Semoga Allah Bapa, Sumber Cahaya Sejati, menerangi hati dan budi kita agar semakin mengenal Dia dan Kristus Putra-Nya, serta semakin menghayati martabat kita sebagai putra-putri cahaya. Marilah kita mohon …
U. Kasihanilah kami umat-Mu, ya Tuhan.

I    Allah Bapa Yang Mahakudus, dengarkanlah doa kami. Perkenankanlah kami bersyukur kepada-Mu atas segala anugerah yang telah kami terima. Buatlah kami tenang karena percaya akan memperoleh apa yang kami harapkan dalam dan karena Kristus. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U. Amin.
LITURGI EKARISTI
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN   (Umat Duduk)
PERSIAPAN PERSEMBAHAN  (Umat Berdiri)
I    Berdoalah saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
U  Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita, serta seluruh umat yang kudus.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN (Umat Berdiri)
I    Ya Allah, dengan gembira kami mengunjukkan persembahan yang membawa keselamatan kekal bagi kami. Kami mohon, semoga kami sanggup merayakan kurban ini dengan penuh iman dan mewujudkannya dengan pantas dalam hidup kami demi keselamatan dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U  Amin.

PREFASI PRAPASKAH  (Umat Berdiri)
DOA EMBOLISME  (Umat Berdiri)
KUDUS  (Umat Berdiri)
DOA DAMAI  (Umat Berdiri)
DOA SYUKUR AGUNG  (Umat Berlutut)
ANAK DOMBA ALLAH  (Umat Berlutut)
BAPA KAMI (Umat Berdiri)
KOMUNI   (Umat Duduk)

DOA SESUDAH KOMUNI  (Umat Berdiri)
I    Marilah kita berdoa:
Ya Allah, Engkau menerangi setiap orang yang lahir di dunia. Kami mohon, terangilah hati kami dengan sinar rahmat-Mu agar kami mampu selalu memikirkan hal-hal yang pantas dan layak bagi keagungan-Mu serta mencintai Engkau dengan sungguh-sungguh. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U  Amin.

RITUS PENUTUP


PENGUMUMAN (Umat Duduk)
BERKAT  (Umat Berdiri)
AMANAT PENGUTUSAN  (Umat Duduk)
PENGUTUSAN  (Umat Berdiri)

LAGU PENUTUP   (Umat Berdiri)




Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive