BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Friday, 18 January 2019

NATAL BERSAMA MISDINAR

Masih dalam suasana dan masa Natal, pada tanggal 3 Januari 2019 Misdinar Paroki Sosok mengadakan Natal Bersama di Paroki Sosok. Natal bersama ini diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki Kristus Raja, Sosok, yang dipimpin oleh Pastor Vinsensius, Pr selaku pembina Misdinar. Misa dimulai pkl. 17.00 WIB. Turut hadir juga para alumi Misdinar dan perwakilan dari OMK Paroki Sosok. 


Seusai Perayaan Ekaristi dilanjutkan acara ramah tamah di Aula Paroki Sosok. Kegembiraan Natal bersama ini dimeriahkan dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh para Misdinar dan tampilan lainnya. Tidak lupa ada makan bersama setelah sambutan-sambutan. Semoga dengan perayaan Natal bersama ini, para Misdinar semakin bersemangat dalam mengikuti pembinaan rutin Misdinar dan bersemangat pula dalam pelayanan Gereja. 

Misa Natal bersama Misdinar




Ramah Tamah di Aula



Merry Christmass & Happy New Year 2019



Share:

MEMAHAMI SAKRAMEN BAPTIS (1 of 8)

Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.


Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus

Sakramen Baptis menjadi pintu masuk untuk menjadi seorang yang beriman Katolik. Dengan dibaptis, ia dapat menerima Sakramen-sakramen lainnya. Pembaptisan sangat penting, sebab dengan pembaptisan kita dibersihkan dari segala dosa-dosa dan dilahirkan sebagai putra-putri Allah dan anggota Gereja Kristus [ Bdk. KGK. 1262-1274.]

Pada bagian ini kita akan membahas hal-hal praktis berkaitan dengan Sakramen Baptis. Pembahasan akan dimulai dengan penjelasan tentang katekumen. Kemudian menyusul penjelasan mengenai baptis dewasa dan baptis bayi. Di akhir bagian ini diberikan penjelasan teknis mengenai kartu baptis dan surat baptis, beserta fungsinya.

Manfaat Sakramen Baptis

Di zaman ini banyak orang yang selalu melihat manfaat dari apa yang dilakukan atau diperolehnya. Maka, muncul pertanyaan, “Apa manfaat dari Sakramen Baptis?” Dalam ajaran Gereja, kita mengenal buah-buah/ rahmat dari Sakramen Baptis. Buah-buah Sakramen Baptis ini merupakan manfaat rohani yang kita peroleh dari Sakramen Baptis. Manfaat dari Sakramen Baptis tersebut, antara lain:

a)            Menghapus dosa asal, semua dosa pribadi, dan semua hukuman karena dosa. Dosa pribadi yang dimaksud di sini ialah dosa yang dilakukan sebelum pembaptisan, dan bukan dosa yang dilakukan setelah pembaptisan.
b)           Orang yang dibaptis menjadi “ciptaan baru”, anak angkat Allah, mengambil bagian dalam kodrat ilahi, anggota Kristus, ahli waris bersama Dia, dan kenisah Roh kudus.  Allah Tritunggal Mahakudus menganugerahkan kepada orang yang dibaptis  rahmat pengudusan, yaitu antara lain: keutamaan teologal (iman, harapan, dan kasih), anugerah-anugerah Roh Kudus, dan keutamaan-keutamaan susila.
c)            Orang yang dibaptis digabungkan ke dalam Gereja Kristus, dan secara sah menjadi anggota Gereja Katolik.
d)           Orang yang dibaptis memiliki ikatan persatuan dengan semua orang Kristen, bahkan dengan mereka yang Kristen Non-Katolik, yang baptisannya diakui oleh Gereja Katolik.
e)            Orang yang dibaptis menerima Meterai rohani yang tak terhapuskan, sekalipun oleh dosa-dosa berat. [ KGK, 1213.]


Bersambung ..........


 [2]   [3]   [4]   [5]   [6]   [7]   [8]




Share:

HATI SEBAGAI HAMBA


 (Hari Minggu Biasa II: 20 Januari 2019)
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
 
Apa yang Ia katakan, lakukanlah itu!

Saudara-saudari terkasih, kita semua tentu tidak mau mengalami kekurangan. Apalagi kekurangan itu terjadi pada saat-saat yang penting dalam hidup kita. Injil pada hari ini mengisahkan kepada kita kekurangan anggur yang terjadi saat pesta perkawinan di Kana. Tentu saja kejadian ini akan menjadi sesuatu yang memalukan bagi pihak keluarga mempelai, jika mereka tidak bisa menyediakan anggur yang cukup dalam pesta tersebut. Namun, kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka membuat anggur itu menjadi cukup dan tidak berkekurangan sama sekali. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Marilah sejenak kita merenungkan kisah tentang Mukjizat Yesus yang pertama kali ini.

Dalam sebuah pesta perkawinan di Kana, yang dihadiri oleh Bunda Maria, Yesus dan para murid-Nya, terjadi suatu masalah, yaitu kekurangan anggur. Di tengah kebingungan dan masalah kekurangan anggur ini, Bunda Maria mengambil inisiatif untuk meminta Yesus melakukan sesuatu bagi mereka. Walaupun awalnya, Yesus menolak untuk melakukan sesuatu, karena “Saat-Nya” belum tiba, namun akhirnya Ia mau juga melakukannya. Para pelayan yang sudah diberi pesan oleh Maria, supaya melakukan apa yang diperintahkan oleh Yesus, kini mendapatkan perintah langsung dari Yesus. Yesus menyuruh mereka untuk mengisi enam tempayan itu dengan air sampai penuh. Setelah itu, Yesus menyuruh mereka mencedok air itu yang sekarang sudah berubah menjadi anggur, dan memberikannya kepada pemimpin pesta. Pemimpin pesta itu kaget, karena sang mempelai masih menyimpan anggur yang baik sampai akhir pesta. Dia tidak tahu dari mana anggur itu berasal, tetapi para pelayan-pelayan itu dari mana tahu asal usul dari anggur itu.

Para pelayan ini menjadi saksi dari mukjizat pertama yang dilakukan oleh Yesus. Mereka bukan saja melihat, tetapi juga ikut ambil bagian dalam karya Yesus ini. Para pelayan ini memiliki hati sebagai hamba. Mereka taat kepada perintah Yesus, tanpa banyak berkata-kata. Mereka tidak mempertanyakan apa yang diperintahkan Yesus itu, walaupun tampaknya tidak masuk akal. Berkat ketaatan para pelayan inilah, maka Yesus bisa menyatakan Kemuliaan-Nya dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Saudara-saudari terkasih, sebagai murid-murid Kristus kita juga harus memiliki hati sebagai hamba, yang mau taat dan setia kepada perintah-perintah Yesus. Pesan Bunda Maria kepada para pelayan, juga menjadi pesan yang amat penting bagi kita: “Apa yang Ia katakan kepadamu, lakukanlah itu!” Bunda Maria juga meminta kita untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Yesus, Putranya. Perintah-perintah Yesus yang terdapat dalam Kitab Suci haruslah menjadi pedoman hidup kita dan harus kita taati dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam menjalankan perintah Yesus mungkin kita pernah bertanya, “Mengapa saya harus melakukannya?” “Apa manfaatnya bagi saya?” Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul dalam pikiran kita. Jika kita hanya menyibukkan diri dengan pertanyaan-pertanyaan itu dan tidak menemukan jawaban yang memuaskan hasrat ingin tahu kita, maka ujung-ujungnya kita tidak akan pernah melakukan apa yang dikatakan Yesus kepada kita melalui Sabda-Nya. Memang, seringkali apa yang kita kehendaki tidak sejalan dengan apa yang Tuhan kehendaki. Namun, percayalah bahwa apa yang Tuhan kehendaki itu semuanya baik dan benar, serta berguna bagi kehidupan kita.

Walaupun kita tidak mampu memahami jalan pikiran Allah, namun tetaplah kita harus taat dan setia kepada perintah-perintah-Nya, yang tampak jelas dalam Sabda Putra-Nya, Yesus Kristus. Kita harus memiliki hati sebagai hamba, seperti para pelayan dalam pernikahan di Kana, yang tidak menyanggah sedikit pun apa yang Yesus perintahkan kepada mereka untuk dilakukan. Dan hasilnya, berkat ketaatan mereka, mereka telah bekerja sama dengan Yesus untuk menyediakan anggur baru yang terbaik dalam pesta pernikahan tersebut.

Kita semua yang diundang dalam perjamuan Tuhan ini juga akan mengalami Mukjizat dalam hidup kita jika kita senantiasa taat dan setia kepada perintah-perintah Tuhan. Mukjizat terjadi di saat kemampuan manusiawi kita tidak lagi mampu mengatasi berbagai problem hidup yang kita hadapi. Dan saat itulah tangan Tuhan bekerja dan menyempurnakan apa yang kita lakukan. Maka, kita harus senantiasa menyerahkan diri kepada kemahakuasaan Allah, dan percaya, bahwa Allah mampu melakukan segala sesuatu yang terbaik bagi hidup kita, walaupun itu di luar kemampuan kita, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Marilah kita mohon rahmat ketaatan sebagai seorang hamba, agar kita juga boleh mengalami pertolongan dari Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.


Share:

Friday, 11 January 2019

MISTERI PEMBAPTISAN TUHAN


 (Pesta Pembaptisan Tuhan: 13 Januari 2019)
[Bacaan Injil: Luk. 3:15-16.21-22]
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.


Saudara-saudari terkasih, hari ini telah berada di penghujung Masa Natal. Kita telah merayakan Hari Raya Natal 2 minggu yang lalu, dan hari ini adalah penutupan masa Natal itu. Besok kita sudah memasuki Masa Biasa I. Masa Natal ini ditutup dengan Pesta Pembaptisan Tuhan. Pertanyaannya: Apa makna dari Pesta Pembaptisan Tuhan ini, sehingga diletakkan di akhir masa Natal dan di awal masa Biasa?

Engkaulah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan

Ada dua makna dari Perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan ini bagi kita. Pertama, Pesta ini masih merupakan kelanjutan dari Misteri Natal yang telah kita rayakan. Pada peristiwa Kelahiran Yesus, kita bisa melihat, bahwa Allah telah merendahkan diri-Nya dengan menjadi manusia, agar Ia dapat menyelamatkan manusia. Peristiwa Natal merupakan peristiwa Perjumpaan Allah dengan manusia. Allah berkenan untuk berjumpa dengan manusia secara langsung, tanpa perantara lagi. Inilah Misteri Natal yang kita rayakan. Dan untuk dapat berjumpa dengan manusia, Allah merendahkan diri-Nya menjadi manusia. Sang Pencipta rela menjadi ciptaan, agar Ia dapat menyelamatkan semua ciptaan-Nya.

Hal serupa dapat kita temukan lagi dalam peristiwa pembaptisan Yesus. Sekali lagi Tuhan merendahkan diri-Nya dengan menerima pembaptisan Yohanes. Padahal pembaptisan Yohanes itu tujuannya adalah untuk pertobatan dan pengampunan dosa, sedangkan Yesus sama sekali tidak berdosa. Terus apa maknanya Yesus menerima pembaptisan dari Yohanes? Sebenarnya, melalui peristiwa pembaptisan ini, Yesus yang tidak berdosa mau solider dengan orang-orang yang berdosa, dengan menerima pembaptisan yang sama. Yesus mau memberikan teladan bukan saja ucapan, bahwa pentingnya pertobatan demi pengampunan dosa.

Maka, kita semua yang telah merayakan Natal harus juga berubah menjadi manusia yang baru. Kita semua yang sudah dibaptis harus senantiasa menghidupi dan mengamalkan janji baptis yang telah melekat di dalam diri kita. Dengan merayakan Natal, Hari Raya Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, kita juga harus mengalami kelahiran baru menjadi anak-anak Allah. Tanpa perubahan hidup yang lebih baik, maka Perayaan Natal sama sekali tidak bermakna dan sia-sia bagi kita. Maka, sama seperti gembala yang telah berubah menjadi manusia baru setelah mereka berjumpa dengan Yesus, kita pun harus menjadi manusia baru, karena kita telah merayakan Peristiwa Perjumpaan Allah dan manusia dalam perayaan Natal ini.

Perubahan hidup dapat terjadi jika kita mau merendahkan diri kita di hadapan Tuhan. Sikap rendah hati harus selalu ada di dalam diri kita. Tidak ada yang dapat kita banggakan di hadapan Tuhan, sebab semua yang ada pada diri kita itu berasal dari Tuhan. Semuanya adalah anugerah dari Tuhan. Maka, dengan sikap rendah hati kita juga harus mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan jika tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya orang yang rendah hati yang bisa berdoa dan memohon kepada Tuhan. Marilah kita buang jauh-jauh kesombongan diri kita yang tidak berguna itu. Orang yang sombong selalu menganggap dirinya mampu melakukan segala-galanya tanpa Tuhan. Ia merasa lebih berkuasa daripada Tuhan, dan tidak membutuhkan Tuhan. Kesombongan seperti inilah yang akan membawa manusia kepada kematian yang kekal di neraka! Oleh karena itu,   marilah kita senantiasa merendahkan diri di hadapan Tuhan, seperti Yesus sendiri yang telah merendahkan diri-Nya demi menyelamatkan manusia. Dengan sikap rendah hati, kita bisa memperoleh rahmat keselamatan yang berasal dari Allah.

Kedua, Pesta Pembaptisan Tuhan menjadi awal dari Masa Biasa. Kisah pembaptisan Yesus juga menjadi awal dari perjalanan hidup dan karyanya di hadapan orang banyak. Perjalanan hidup, segala ajaran dan karya Yesus inilah yang akan kita renungkan selama Masa Biasa. Memang selama masa Biasa tidak ada lagi perayaan besar seperti perayaan Natal di masa ini. Namun, semangat baru yang telah kita dapatkan selama masa Natal harus senantiasa kita hidupi selama masa biasa ini. Masa Natal yang kita rayakan tidak akan bermakna bagi diri kita jika kita tidak pernah merayakan Masa Biasa, sebab selama Masa Biasa inilah kita bisa mengikuti jejak perjalanan hidup Yesus setelah kelahiran-Nya. Segala ajaran dan perbuatan Yesus dapat kita dengarkan selama Masa Biasa. Maka, sayang sekali jika kita masih menganut aliran Napas (Natal Paskah), sebab kita tidak akan pernah mengenal Yesus secara utuh dan lengkap. Orang-orang yang menganut aliran Napas hanya mengenal Yesus saat kelahiran dan kebangkitan-Nya saja, sedangkan bagaimana kisah Yesus selama hidup-Nya, dan apa saja ajaran-Nya tidak akan pernah mereka ketahui secara lengkap.

Maka, marilah kita memasuki masa biasa dengan semangat yang luar biasa. Mari kita ikuti jejak Yesus setiap hari, dengan rajin merenungkan sabda Tuhan dan merayakan Ekaristi, sebab dari sabda Tuhan kita memperoleh pedoman bagi hidup kita sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus, dan dari Sakramen Mahakudus kita memperoleh kekuatan bagi jiwa kita, sehingga kita dapat melaksanakan ajaran Tuhan dalam  kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, kita bisa menjadi anak-anak Allah yang terkasih, seperti Tuhan Yesus sendiri, sehingga Allah berkenan kepada kita. 


Share:

Sunday, 30 December 2018

NATAL BERSAMA DI STASI TABOT GALONG, OMK PUSAT BAGI KADO NATAL

(TK) Orang Muda Katolik Paroki Kristus Raja Sosok Keuskupan Sanggau berbagi Kasih dalam rangka perayaan Natal Bersama di Stasi Tabot Galong Desa Berakak Paroki Kristus Raja Sosok pada Jumat (28/12/18) lalu. Misa Natal Bersama ini dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Sosok P. John Eddi, Pr. Kegiatan dimulai pukul 19.00 Wib dan berakhir sekira pukul 21.00 Wib. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kewilayahan Dusun Tabot Galong dan  Ketua RT setempat, serta Orang Muda Katolik Pusat Paroki dengan tujuan memberi support dan semangat kepada para OMK dan Umat Katolik di Stasi ini. Perayaan Natal Gereja Katolik untuk tahun ini mengangkat tema "YESUS KRISTUS, HIKMAT BAGI KITA" Tema ini di tetapkan oleh Konferensi Wali gereja Indonesia (KWI) bersama dengan Persekutuan Gereja-gereja Di Indonesia (PGI). Terlihat antusias Umat Katolik di Stasi ini menyambut kedatangan rombongan OMK Paroki Pusat bersama Pastor.

Share:

Wednesday, 26 December 2018

Homili Natal Ke 2 Pesta St Stefanus Martir Pertama 26 Desember 2018 Oleh Pastor Vinsensius,Pr

Rabu 26 Desember 2018, Gereja Katolik merayakan Misa Natal Ke-2 yang sekaligus merayakan Hari Santo Stefanus Martir yang pertama, Santo Stefanus adalah salah satu dari tujuh Diakon yang ditahbiskan oleh para rasul. Santo Stefanus dikenal sebagai orang yang berhikmat dan penuh dengan roh kudus, yang mengajarkan kita untuk mendoakan setiap orang yang bersalah kepada kita. Berikut Homili lengkap dalam perayaan tersebut
Share:

Tuesday, 25 December 2018

Monday, 24 December 2018

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive