Friday, 3 September 2021
Pelantikan Pengurus Kring Hati Kudus Yesus Paroki Kristus Raja Sosok
Thursday, 26 August 2021
Program Kerja DPP Kristus Raja Sosok Periode 2021-2024
Berikut adalah Program Kerja Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Sosok Periode 2021-2024, jika ada menggunakan Ponsel dan ingin melihat tampilan Penuh silahkan Klik Titik 3 di bagian bawah slide dan pilih menu MASUK KE LAYAR PENUH
Tuesday, 24 August 2021
BKSN 2021 Will Come
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan September, Apa yang special di bulan ini?. Tentu kita masih ingat "BKSN" alias Bulan Kitab Suci Nasional, Dulu apa aja biasanya yang kita laksanakan ?
👉 Pawai / Perarakan untuk membuka Bulan Kitab Suci Nasional
👉UMDU (Umat Merasul Diantara Umat)
👉Kita Pernah lomba Baca Kitab Suci sama Lomba nyanyi Rohani, Ya kan...?
Dimasa Pandemi apa yang sudah kita persiapkan ?. Udah ada dunk ya...!!!
Sunday, 22 August 2021
Komposisi Pengurus DPP 2021 - 2021 Paroki Kristus Raja Sosok
Dengan dilaksanakannya Rapat Pleno DPP Paroki Kristus Raja Sosok pada tanggal 10 Agustus 2021, maka usai sudah kepengurusan DPP Periode 2018-2021, dan tentu akan di bentuk kepengurusan baru Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Sosok Periode 2021-2024.
![]() |
| Calon Ketua DPP berdasarkan hasil angket |
![]() |
| Prosesi Penghitungan Suara |
![]() |
| Ketua DPP lama dan yang baru |
Setelah rangkaian Pleno usai, maka kepengurusan Inti dan Koordinator seksipun telah terbentuk. Oleh sebab itu kembali diadakan Rapat pada hari Rabu, 18 Agustus 2021 untuk menentukan anggota seksi dalam kepengurusan DPP.
![]() |
| Peserta Rapat Pada Tanggal 18 Agustus 2021 |
![]() |
| Para Pimpinan Rapat |
Adapun hasil dari rapat tersebut adalah terbentuknya susunan kepengurusan DPP Periode 2021-2024 secara lengkap.
Saturday, 27 February 2021
MENDENGARKAN SUARA TUHAN
Hari Minggu Prapaskah II: 28 Februari 2021
Saudara-saudari terkasih, masa prapaskah sering kali menjadi masa yang penuh cobaan. Saat kita berpuasa, kita merasa lapar. Saat kita berpantang, selalu ada godaan untuk melanggar pantangan itu. Demikian juga saat kita ingin berdoa, pasti lebih banyak lagi godaan-godaan yang membatalkan niat kita untuk berdoa, dan seterusnya. Minggu lalu kita sudah mendengarkan kisah bagaimana Yesus juga dicobai oleh iblis di padang gurun, saat Yesus berpuasa 40 hari, 40 malam. Namun, Yesus tetap setia kepada Bapa-Nya, sehingga Dia tidak jatuh dalam pencobaan.
Bacaan suci hari ini juga menampilkan kepada kita pencobaan yang dialami oleh Abraham dalam Bacaan Pertama tadi. Abraham mengalami cobaan yang paling berat dalam hidupnya, yaitu mengurbankan anaknya yang tunggal yang dikasihinya sebagai kurban bakaran kepada Allah. Namun, Abraham tetap TAAT kepada kehendak Allah, walaupun berat dan tidak masuk akal baginya. Ketaatan iman inilah yang diperhitungkan oleh Tuhan. Karena ketaatan Abraham, maka Allah segera membatalkan perintah-Nya untuk mengurbankan anaknya itu, dan menggantikannya dengan seekor domba jantan. Berkat ketaatan iman ini juga, akhirnya Abraham diberkati oleh Tuhan dan keturunannya menjadi berkat bagi seluruh bangsa.
Kita semua adalah keturunan Abraham, berkat iman kita kepada Yesus Kristus. Keturunan bukan dalam arti darah dan daging, tetapi secara iman, karena kita mewarisi iman yang sama dengan iman leluhur kita Abraham, dan yang secara istimewa diajarkan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus. Maka, kita semua juga diberikan janji akan mendapatkan berkat yang sama dengan berkat yang diberikan oleh Allah kepada Abraham. Pertanyaannya: bagaimana caranya agar kita bisa memperoleh berkat itu?
Jawabannya ada pada Bacaan Injil hari ini. Allah bersabda kepada para rasul, yang saat itu kebingungan melihat penampakan mulia Yesus di atas gunung Tabor: “Inilah Putera-Ku yang terkasih, DENGARKANLAH DIA!” Tidak ada cara lain, kalau kita ingin mendapatkan berkat Tuhan, selain mendengarkan suara Tuhan. Mendengarkan suara Tuhan adalah mentaati perintah-perintah Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Abraham, walaupun berat dan sulit.
Di zaman yang modern ini, banyak godaan yang menjauhkan diri kita dengan Tuhan. Setan tidak lagi menampakkan diri dengan rupa yang buruk dan menakutkan, tetapi dengan penampilan yang menarik, dan bagus, sehingga manusia dengan mudah tertarik dan jatuh dalam pencobaan. Maka, masa prapaskah ini menjadi masa yang penting bagi kita untuk BERTOBAT dan kembali kepada Allah. Masa untuk melawan segala cobaan dan godaan hawa nafsu yang menyesatkan. Masa untuk MENDENGARKAN suara Tuhan, yang berbicara kepada kita, baik lewat Kitab Suci dan Doa, maupun lewat peristiwa hidup dan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Percayalah, bahwa jika kita memiliki iman yang kuat dan ketaatan yang teguh kepada Allah, maka kita akan mampu menghadapi semua cobaan dan godaan yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Bacaan Kedua tadi, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Sungguh, perkataan Paulus ini bukan sekedar pertanyaan, tetapi sebenarnya adalah pernyataan iman, bahwa jika Allah ada di pihak kita, jika kita sungguh-sungguh percaya kepada Allah, maka tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat melawan kita, atau membuat kita jatuh dalam pencobaan dan dosa.
Maka, marilah kita senantiasa BERIMAN dan percaya kepada Tuhan Yesus, mendengarkan semua perintah-perintah-Nya, dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat merayakan Hari Raya Paskah dengan penuh sukacita dan kegembiraan, berkat iman kita kepada Kebangkitan Yesus, yang telah mengalahkan dosa dan maut, dan mengaruniakan keselamatan kekal bagi kita. Amin.
RD. Vinsensius
Imam Diosesan Sanggau
Sunday, 14 February 2021
Pisah Sambut Pastor di Paroki Kristus Raja Sosok
Dimana ada perjumpaan disitu ada perpisahan.
Sudah merupakan hal yang biasa dan wajib bagi seorang imam untuk tetap setia dalam pelayanan nya, dan wajib bagi mereka untuk mengatakan "SIAP" tatkala sudah mendapat SK dari yang mulia Bapak Munsinyur. Hal itu pula yang terjadi pada 5 orang imam yang hadir dalam Misa Pisah Sambut yang dilaksanakan di Paroki Kristus Raja Sosok (14-02-2021), sebagaimana Pengumuman yang diterbitkan oleh Pihak keuskupan Nomor : 05/K.Sgu-I/2021,dimana ada tiga orang imam yang harus meninggalkan Paroki Kristus Raja Sosok dan harus siap melaksanakan tugas di tempat tugas yang baru, yakni RD.John Eddi - RD.Fidelis Siagian, dan RD.Siprianus Nong, dan tentu saja Paroki Kristus Raja Sosok menerima Imam yang baru sebagai pengantinya yakni RD.Willibrodus Milli dan RD.Saverianus Ferry.
Admin mengucapkan Selamat Datang Kepada Kedua Pastor yang ditugaskan di Paroki Kristus Raja Sosok, tetaplah setia dalam pelayanan, dan Selamat bertugas di tempat tugas yang baru kepada ketiga pastor yang harus meninggalkan Paroki Kristus Raja Sosok, kami yakin dan percaya bahwa dimanapun Tuhan mempercayakan kalian itu semua demi tercapainya pewartaan Kabar suka cita dan keselamatan.
Berikut ini kami sertakan foto-foto dokumentasi Misa dan Acara Ramah Tamah.
Dokumentasi Video akan kami Posting di Channel Youtube : KRISTUS RAJA TV
Kunjungi Channel : Disini
Saturday, 6 February 2021
Rapat Kerja Persiapan Peresmian dan Pemberkatan Sekretariat WKRI DPC Kristus Raja Sosok
Berkat adanya hubungan kerjasama kepengurusan WKRI DPC Kristus Paroki Sosok baik dengan sesama anggota organisasi maupun dengan pihak paroki dan pihak pemerintahan, akhirnya gedung sekretariat WKRI DPC Kristus Raja-Sosok rampung di bangun. Oleh sebab itu memperhatikan hasil rapat Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Kristus Raja Sosok tanggal 30 Januari 2021 telah di bentuk kepanitiaan Peresmian dan Pemberkatan gedung tersebut, yang setidaknya mencakup enam bagian seksi yaitu :
- Seksi Perlengkapan
- Seksi Konsumi
- Seksi Penerima Tamu
- Seksi Kesehatan
- Seksi acara, dan
- Seksi Dokumentasi
Dengan telah terbentuknya kepanitiaan tersebut maka diadakan rapat kerja yang telah dilaksanakan pada Hari Sabtu, 6 Pebruari 2021 di Sekretariat Wanita Katolik RI Cabang Kristus Raja Sosok, yang mana rapat tersebut di pimpin langsung oleh Ketua WKRI DPC Kristus Raja Sosok yakni ibu Albina Nilus, dan selaku pembawa acara ibu Yuliana Sukindiono.
Sebelum acara dimulai terlebih dahulu diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh ibu Yuliani Bagelo dan doa penutup di pimpin oleh Ibu Agustinawati. Sebelum rapat ditutup terlebih dahulu pembawa acara membacakan rangkuman hasil pertemuan rapat sebagai berikut :
- Peserta diperkirakan enam puluhan orang, yang terdiri atas undangan 30 orang dan pengurus 32 WKRI Cabang Kristus Raja Sosok 32 orang .
- Ibu-ibu Anggota WKRI diharapkan mengenakan pakaian kebesaran WKRI karena mempertimbangkan adanya sesi foto bersama.
- Acara ramah tamah akan diselenggarakan di aula paroki
- Kita diperkenankan memasang tenda di luar gedung dengan memperhatikan protokol kesehatan
- Untuk kerja bakti akan di mulai hari Senin 8 Februari dan akan dilanjutkan tanggal 10-11 Februari 2021
- Untuk seksi perlengkapan diingatkan bahwa acara dilaksanakan di dua tempat yakni di sekretariat dan di aula.
- Bagi donatur yang ingin menyumbangkan konsumsi mohon mengantar paling lambat pada tanggal 10 Februari 2021.
- Untuk seksi penerima tamu diharapkan hadir lebih awal paling lambat setengah jam sebelum acara dan mohon bersinergi dengan seksi kesehatan.
- Seksi dokumentasi akan dibuat dalam betuk foto dan video.
Penulis : Hermanus Tatah
(Sekretaris DPP Kristus Raja - Sosok)
Thursday, 28 January 2021
KENABIAN DI ZAMAN SEKARANG
(Hari Minggu Biasa IV: 31 Januari 2021)
Saudara-saudari terkasih, kita sering mendengar dan menyebut kata “NABI”. Tapi, apakah kita tahu apa artinya Nabi itu? Apa tugas dari seorang Nabi? Dan siapakah Nabi itu? Bacaan-bacaan suci pada hari ini mengajak kita untuk merenungkan secara mendalam tentang Kenabian, baik di zaman dahulu, maupun di zaman sekarang.
Dalam Bacaan Pertama tadi, yang berasal dari zaman Perjanjian Lama, Allah telah bernubuat kepada Musa, bahwa Ia akan membangkitkan seorang nabi dari antara orang Israel. Allah akan menaruh Sabda-Nya ke dalam mulut Sang Nabi, sehingga Ia dapat mengatakan semua perintah Tuhan. Orang yang tidak mendengarkan perkataan Nabi itu akan dihukum oleh Tuhan. Sedangkan nabi-nabi palsu yang mengucapkan perkataan yang bukan dari Allah, dan yang berasal dari dewa-dewi atau dari pikirannya sendiri, harus dihukum mati!
Nubuat tentang kedatangan Nabi Yang Agung itu tergenapi secara sempurna dalam diri Yesus Kristus. Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Yesus juga menjalankan tugas dari seorang Nabi.
Dalam Bacaan Injil tadi, kita telah mendengarkan, bahwa Yesus menjalankan tugas kenabian-Nya dengan mengajar di rumah ibadat di Kapernaum. Ia mengajar dengan penuh kuasa, sehingga orang kagum melihatnya. Bukan hanya itu! Dengan Sabda-Nya juga Ia dapat mengusir roh-roh jahat yang merasuki manusia. Roh jahat itu ketakutan di hadapan Yesus. Mereka takut dibinasakan oleh Yesus. Sekalipun mereka tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah, tetapi mereka tidak percaya kepada-Nya. Hanya dengan mengatakan, “Diam, keluarlah dari dia!” Yesus mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan itu.
Memang kedatangan Yesus adalah membinasakan roh jahat dari muka bumi, dari pikiran, hati, jiwa, dan tubuh manusia. Kedatangan Yesus adalah Kedatangan Kerajaan Allah.
Apakah tugas kenabian hanya sampai pada zaman Yesus saja? Tidak! Tugas kenabian itu tetap berlanjut sampai sekarang, dan bahkan sampai akhir zaman nanti.
Dalam Bacaan Kedua kita telah mendengarkan nasihat Rasul Paulus, yang mengingatkan kita supaya jangan kuatir dalam hidup. Kita harus fokus dalam pekerjaan dan pelayanan kita sebagai murid-murid Kristus. Baik hidup sebagai selibater, maupun awam yang menikah (bekeluarga) harus sama-sama memusatkan perhatiannya kepada tanggung-jawabnya masing-masing. Artinya, harus berfokus pada panggilan hidup masing-masing. Tujuannya agar kita dapat melakukan perbuatan yang baik dan benar, dan dapat melayani Tuhan tanpa gangguan. Dengan cara itu kita dapat menjalankan tugas kenabian kita masing-masing di zaman sekarang.
RD. Vinsensius
Imam Diosesan Sanggau
Saturday, 26 December 2020
KELUARGA YANG BERIMAN BESAR
(Pesta Keluarga Kudus:
27 Desember 2020)
Perayaan Natal tidak dapat kita pisahkan dengan perayaan Keluarga Kudus. Mengapa? Karya INTI dari perayaan Natal adalah KESELAMATAN dari Allah. Dan karya keselamatan Allah itu tidak dapat dipisahkan dari peranan keluarga. Artinya, Allah menyelamatkan manusia di dalam dan melalui keluarga.
Dalam Bacaan Pertama tadi, kita sudah mendengarkan kisah tentang keluarga Abraham, bapa segala bangsa. Allah berjanji untuk memberikan keturunan kepada Abraham. Walaupun awalnya Abraham ragu dengan janji Allah, karena Sara isterinya sudah tua. Namun, karena Allah sendiri yang berfirman kepada-Nya, maka Abraham PERCAYA kepada Allah. Iman Abraham ini diperhitungkan oleh Allah, sehingga Abraham mendapatkan seorang anak, yang dinamakannya Ishak. Walaupun sebenarnya Sara sudah tidak bisa mengandung lagi, karena secara manusia ia sudah tua. Namun, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kuasa Allah melebihi segala kemampuan akalbudi dan jasmani manusia. Karena kuasa Allah inilah, maka Sara dapat mengandung dan melahirkan Ishak di masa tuanya, sehingga janji Allah kepada Abraham terpenuhi secara sempurna.
Cobaan yang dialami Abraham tidak hanya berhenti sampai pada kelahiran Ishak saja, tetapi masih ada satu lagi cobaan yang lebih berat, yaitu perintah Allah untuk mempersembahkan anaknya sebagai kurban bakaran. Artinya, ia disuruh membunuh anaknya yang tunggal sebagai persembahan bagi Allah. Bukankah ini hal yang gila? Tidak masuk akal, dan sangat mengerikan, sadis, dan kejam? Namun, Abraham tetap taat kepada Allah. Apa yang ada di pikiran Abraham saat itu, sehingga ia taat buta kepada Allah? Bukankah jika anaknya itu mati, maka janji Allah untuk memberikan keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di pantai akan gagal?
Jawabannya dapat kita temukan dalam Bacaan Kedua hari ini dari Surat kepada orang Ibrani. Penulis surat Ibrani ini mengatakan bahwa Abraham rela mempersembahkan anaknya yang tunggal bagi Allah sebagai kurban bakaran, karena ia PERCAYA bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati. Di sinilah terletak KETAATAN IMAN dari Abraham. Dia tidak sekedar taat buta, tanpa tahu apa-apa tentang rencana dan kehendak Allah. Tetapi, yang mendasari ketaatannya itu adalah IMAN yang teguh kepada Allah. Karena imannya itu, maka Allah segera membatalkan rencana-Nya untuk menyuruh Abraham mempersembahkan anaknya itu, dan menyuruh Abraham menggantikan kurban itu dengan seekor domba yang telah disediakan oleh Allah. Inilah ujian iman yang telah dilalui oleh Abraham, dan dia sudah lulus dengan nilai yang terbaik, berkat IMAN-nya yang teguh dan total kepada Allah.
Saudara-saudari terkasih, IMAN yang teguh juga kita temukan dalam Keluarga Kudus di Nazaret. Sebagai orang tua, Santo Yosef dan Bunda Maria sungguh-sungguh mengasuh, mendidik, dan membesarkan Yesus, sehingga Dia dapat menjadi Pribadi yang kuat, penuh hikmat dan anugerah dari Allah. Salah satu buktinya dapat kita dengarkan dalam Bacaan Injil tadi. Santo Yosef dan Bunda Maria tetap menjalankan hukum Taurat Musa dalam hal penyucian bagi anak-anak. Maka, ketika genap waktunya, mereka mempersembahkan Yesus di Bait Allah. Dan masih banyak lagi kisah lainnya tentang tanggung jawab yang dijalankan oleh Santo Yosef dan Bunda Maria ini dalam hal keagamaan, dan ajaran moral, sehingga mereka layak disebut sebagai Keluarga Kudus, karena memiliki Iman yang besar.
Saudara-saudari terkasih, sebagai keluarga Katolik kita juga harus memiliki iman yang besar. Kita harus mengikuti teladan dari keluarga Abraham dan keluarga Santo Yosef, yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah, walaupun mengalami berbagai cobaan dan tantangan yang berat dalam keluarganya. Maka, ada tiga point yang dapat direnungkan dari kedua kisah ini dalam kehidupan kita sehari-hari:
Pertama, IMAN kepada Tuhan Yesus harus menjadi dasar dan pondasi dari keluarga kita. Keluarga katolik adalah keluarga yang didirikan di atas iman kepada Yesus melalui Sakramen Perkawinan yang suci. Maka, sudah layak dan sepantasnya keluarga katolik juga memiliki IMAN yang teguh kepada Yesus.
Kedua, PENDIDIKAN IMAN anak menjadi tugas pokok dari keluarga Katolik. Sebagai orang tua, bapak dan ibu wajib mendidik anak-anak secara Katolik. Dimulai dari pembaptisan mereka sejak kecil. Orang tua harus mengajarkan anak-anak cara berdoa secara Katolik dan juga ajaran-ajaran iman dan moral Katolik, yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita.
Ketiga, TELADAN HIDUP YANG BAIK dari orang tua menjadi kekuatan bagi pertumbuhan iman anak. Pengajaran dari orang tua tidak cukup hanya dari mulut saja, tetapi juga dengan tindakan yang nyata. Kata-kata kita akan bermakna dan berdaya guna jika dilengkapi dengan perbuatan hidup kita yang sesuai dengan kata-kata tersebut. Maka, di sini teladan hidup dari orang tua sangat penting bagi perkembangan iman anak, agar mereka dapat bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan anugerah dari Allah, seperti Yesus sendiri.
Semoga perayaan Natal tahun ini semakin menguatkan iman kita kepada Yesus, sehingga keluarga kita dapat menjadi keluarga kudus di zaman sekarang.
RD. VINSENSIUS
Imam Diosesan Sanggau
Friday, 18 December 2020
IMAN DAN KETAATAN
(Hari Minggu Adven IV:
20 Desember 2020)
Saudara-saudari terkasih, Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma, yang telah kita dengarkan dalam Bacaan II tadi, menegaskan kepada kita, bahwa Kabar tentang Keselamatan Allah telah diwartakan oleh para nabi selama berabad-abad, dan kini telah dinyatakan kepada kita melalui Kelahiran Yesus Kristus. Semuanya ini membimbing kita kepada KETAATAN IMAN.
Nubuat tentang kedatangan Yesus tampak nyata dalam Bacaan I hari ini. Allah berfirman kepada Nabi Natan, bahwa Allah akan memilih keturunan Daud dan mengokohkan Kerajaan-Nya untuk selama-lamanya. Allah akan menjadi Bapa-Nya, dan Dia akan menjadi Putera Allah. Inilah nubuat tentang kelahiran Yesus yang terdapat di dalam Kitab Perjanjian Lama.
Nubuat ini tergenapi dan terlaksana di dalam diri Yesus Kristus, Putera Allah. Dalam Bacaan Injil tadi, kita sudah mendengarkan kabar gembira dari Malaikat Tuhan kepada Bunda Maria. Dengan jelas Malaikat itu mengatakan, bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus, dan melahirkan seorang anak laki-laki, yang harus diberi nama Yesus, sebab Dialah Putera Allah yang Mahatinggi dan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya Kerajaan Daud untuk selama-lamanya. Walaupun Maria awalnya terkejut, takut, dan tidak mengerti dengan kehendak Tuhan ini, namun ia tetap percaya dan taat kepada kehendak Tuhan, dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu.”
Saudara-saudari terkasih, ketaatan iman seperti Bunda Maria inilah yang harus kita teladani dan ikuti dalam kehidupan kita sehari-hari. Memang ada banyak persoalan dan masalah dalam hidup ini, yang tidak kita mengerti, yang tidak mampu kita selesaikan secara manusiawi. Namun, pada saat itulah kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Di tengah ketakutan kita, lebih-lebih di masa pandemi ini, kita harus tetap mengandalkan Tuhan, dan bukan kekuatan yang lain. Tuhan harus tetap menjadi yang Nomor Satu dalam hidup kita.
Maka, marilah dalam Masa Adven yang sebentar lagi akan kita akhiri dan dalam menyongsong perayaan Natal, kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, agar perayaan Natal dapat sungguh bermakna bagi kehidupan iman kita. Yesus ingin lahir di dalam hati kita masing-masing, maka marilah kita membersihkan hati kita dari segala noda dosa, agar layak menjadi palungan dan tempat kediaman bagi Yesus. Persiapan hati menjadi hal yang utama dan pertama dalam persiapan Natal ini. Dan kita bisa mempersiapkan hati kita dengan baik, jika kita memiliki iman dan ketaatan yang total kepada Tuhan.
R.D. VINSENSIUS
Imam Diosesan Sanggau
Saturday, 12 December 2020
TUGAS SEORANG NABI
(Hari Minggu Adven III:
13 Desember 2020)
Saudara-saudari terkasih, berkat rahmat baptisan kita semua mengambil bagian dalam imamat Kristus, dalam perutusan-Nya sebagai nabi dan raja (KGK. 1268). Maka, dengan dibaptis kita diutus untuk menjadi seorang nabi, yaitu utusan Allah, yang mewartakan Kabar Gembira kepada sesama.
Bacaan-bacaan Suci pada hari ini berbicara tentang tugas seorang nabi. Dalam Bacaan Pertama, Nabi Yesaya bersaksi tentang dirinya sebagai nabi Tuhan, bahwa Roh Tuhan ada padanya, sebab Tuhan telah mengurapinya menjadi seorang nabi. Pangggilan itu mengandung tugas perutusan untuk mewartakan Kabar Baik kepada orang-orang yang sengsara. Tugas ini memang berat, tetapi Yesaya menjalankannya dengan penuh sukacita di dalam Tuhan, sebab ia percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai dia dalam tugas kenabiannya. Tuhan sendiri yang akan bertindak melalui dirinya untuk menumbuhkan kebenaran dan keselamatan di dunia.
Begitu juga dengan Yohanes Pembaptis, yang kita dengarkan dalam Bacaan Injil tadi. Ia diutus oleh Allah untuk menjadi seorang nabi. Sebagai nabi, Yohanes bersaksi tentang Tuhan Yesus, Sang Cahaya Dunia. Maka, ketika ditanya oleh orang-orang Yahudi: “Apakah kamu adalah Mesias yang dinantikan itu?” Yohanes dengan jujur mengatakan, bahwa dia bukan Mesias! tetapi dia hanya suara yang berseru-seru di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Namun, orang-orang Yahudi itu belum mengerti tentang tugas kenabian Yohanes dan mempertanyakan pembaptisan yang dilakukannya: ‘Jika kamu bukan Mesias mengapa berani-beraninya membaptis orang?’ Yohanes menjawab dengan enteng saja: ‘Aku hanya membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengahmu akan datang Dia yang tidak kamu kenal, yang akan datang sesudah aku.’ Dialah Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan oleh Allah, dan yang telah diwartakan oleh para nabi selama beribu-ribu abad sebelum kelahiran Yesus.
Tugas kenabian itu tidak berhenti sampai pada zaman Yesus saja. Tetapi, terus berlanjut hingga saat ini. Dalam Bacaan Kedua kita mendengarkan kesaksian dari Rasul Paulus, yang dipanggil sesudah kebangkitan Yesus. Ia mewartakan kepada kita, agar kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus dengan cara hidup yang baik, dan menjauhi segala macam kejahatan.
Saudara-saudari terkasih, bagaimana dengan diri kita? Selama Masa Adven ini kita semua dipanggil dan diutus untuk menjalankan tugas kenabian yang telah kita terima saat pembaptisan. Secara khusus kita diutus untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan, yang secara istimewa akan kita rayakan pada Hari Raya Natal nanti. Apa yang perlu kita persiapkan? Ada banyak hal yang perlu kita persiapkan, baik di gereja maupun di rumah. Namun di atas segalanya, PERSIAPAN HATI menjadi hal yang paling utama, agar Perayaan Natal bukan sekedar pesta pora dan kesenangan duniawi belaka, tetapi sungguh-sungguh menjadi Karya Keselamatan Allah dalam kehidupan kita, dalam keluarga dan masyarakat kita.
Selama masa pandemi ini, di mana kita tidak boleh berkumpul dalam jumlah yang besar, apalagi berpesta pora dan tidak menjaga jarak, menjadi saat yang baik bagi kita untuk mempersiapkan Natal dalam arti yang sesungguhnya, sebab kelahiran Yesus bukan dalam suasana sorak-sorai dan gegap gempita dunia, tetapi dalam kegelapan dan kesunyian di kandang yang hina. Semoga dalam keadaan yang serba terbatas ini kita bisa berfokus pada PERSIAPAN HATI, agar kita layak menyambut kelahiran Yesus di hati kita masing-masing. Ada banyak cara untuk mempersiapkan hati, tetapi yang paling utama adalah menerima SAKRAMEN TOBAT atau PENGAKUAN DOSA. Dengan demikian kita akan menjadi seperti yang dikatakan oleh Pemazmur, “Orang yang bersih tangannya dan suci hatinya, yang akan menerima berkat dari Tuhan...” (Mzm. 24:4a,5a), dan berjumpa dengan Sang Juru Selamat.
R.D. VINSENSIUS
Imam Diosesan Sanggau



























