BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Sunday, 10 February 2019

Daftar Nama Pengurus DPP Periode 2018-2021


1.       Erik,S.Pd
2.       Anselmus,S.Pd
3.       Hermanus Tatah
4.       Kartika,A.Md.Keb
5.       Rupina Ase,S.Pd
6.       Suster Felicia,SMFA
7.       Helena Timo,S.Ag
8.       Agustinati
9.       Heronimus Lomon,S.Sos
10.   Antonius Modoi,S.Ag
11.   Dapit Dasi,A.Ma.Pd
12.   Niril Kusman
13.   Joni,S.Pd
14.   Aquino Thomas,A.Md.Kep
15.   Antonius Beno,A.Md.Kep
16.   Marius
17.   Albina Nilus
18.   Yuliana,S.Ag
19.   Ajilia,S.Pd
20.   Daud Andeh
21.   Antonius Anjer
22.   Dominikus Leter,A.Ma.Pd
23.   Harminto
24.   M.Akim
25.   Made Edius
26.   Fransiskus Anyui,S.Pd
27.   Yayan Sami
28.   Iwan Syahroni,A.Md

Share:

Perayaan Misa Imlek 2570 Di Paroki Kristus Raja Sosok

Sebagai bentuk nyata inkulturasi Gereja Katolik, Pada hari Minggu, 10 Februari 2019 bertepatan dengan Minggu Biasa ke 5, diadakan Misa Perayaan Imlek 2570, di Paroki Kristus Raja Sosok. Dalam intensi misa kali ini bertujuan bahwasanya Umat  Katolik Keturunan Tionghoa ingin mensyukuri Rahmat Tuhan yang diberikan sepanjang tahun ini.
Foto Bersama Imam, Misdinar dan Umat Katolik Keturunan Tionghoa
Dalam ritus pembuka khususnya bagian perarakan Misdinar, imam dan lektor diiringi terlebih dahulu dengan tabuhan bernuansa imlek dan atraksi barongsai.
Barongsai untuk memeriahkan Misa Imlek 2570


Misa penuh syukur yang sarat dengan warna merah tersebut dipimpin oleh Pastor Vinsensius,Pr. Dalam khotbahnya beliau mengangkat Thema "Hidup Melimpah Bersama Tuhan". 
Pastor Vinsensius,Pr

Dipenghujung ritus Penutup Bapak Djau Min Sen,A.Md selaku perwakilan umat Katolik Keturunan Tionhoa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pihak gereja yang telah memberikan kesempatan khusus untuk bisa merayakan Misa Imlek bagi Umat Katolik keturunan Tionghoa. Dalam sambutannya  Bapak yang akrab disapa dengan sebutan Amin ini juga mengingatkan kepada umat yang hadir agar hendaknya mampu menjaga kebersamaan.

Lektor Bacaan Pertama

Share:

Saturday, 9 February 2019

HIDUP MELIMPAH BERSAMA TUHAN


 (Misa Tahun Baru Imlek: 10 Februari 2019)
[Bacaan Injil: Luk. 5:1-11]
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, intensi Misa kita pada hari ini: Kita ingin mensyukuri rahmat Tuhan dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Saudara-saudari kita yang berbudaya Tionghoa telah merayakan Tahun Baru Imlek 2570, lima hari yang lalu. Dan dalam Perayaan Ekaristi pada hari ini kita ingin bersama-sama mensyukuri rahmat dan anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita sepanjang tahun ini. Setiap kali imlek kita sering mengucapkan “Gong Xi Fa Cai”, yang arti sebenarnya bukan “Selamat Tahun Baru Imlek”, tetapi sebenarnya merupakan suatu ungkapan doa, yang artinya: “Semoga rejeki anda berlimpah”. Kelimpahan inilah yang kita syukuri bersama pada perayaan tahun baru ini, sekaligus menjadi harapan dan doa kita, agar Tuhan senantiasa memberikan kelimpahan dalam kehidupan kita sepanjang tahun yang baru ini.

Bacaan Suci pada hari ini dapat menjadi bahan permenungan bagi kita semua dalam memaknai Perayaan Imlek pada tahun ini. Hidup yang melimpah juga dirasakan oleh para murid sejak mereka bertemu dan mengenal Yesus. Ketika mereka mengalami kesulitan dalam mendapatkan rejeki, sudah semalaman mereka menebarkan jala untuk mendapatkan ikan, tetapi mereka tidak mendapat seekor pun. Mereka sudah putus asa, mereka sudah membasuh jala mereka, dan hendak pulang ke rumah dengan tangan hampa. Namun, kehadiran Yesus membawa sesuatu yang berguna bagi mereka. Yesus menyuruh mereka sekali lagi untuk berusaha, dan menebarkan jala ke tempat yang lebih dalam. Awalnya Simon Petrus agak menolak permintaan Yesus, sebab mereka sudah berusaha semalam-malaman, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Namun, karena Yesus yang menyuruh, maka ia mau melakukannya. Ada ketaatan iman dalam diri Petrus, walaupun secara akal manusiawi, apa yang Yesus perintahkan itu tidak masuk akal.

Berkat ketaatan iman dari Petrus, akhirnya mereka mendapatkan ikan yang berlimpah, sampai-sampai jala mereka hampir koyak dan perahu mereka tidak mampu lagi menampung banyaknya ikan yang mereka dapatkan itu. Sungguh, kehadiran Yesus memberikan rejeki yang melimpah bagi mereka. Namun, akhirnya Petrus menyadari bahwa semua ini terjadi bukan karena usahanya sendiri, tetapi berkat campur tangan Tuhan. Lalu Petrus pun menyadari bahwa dirinya tidak layak di hadapan Tuhan, karena dia adalah orang yang berdosa. Namun, Tuhan tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan Petrus. Tuhan mau mengampuni Petrus, agar dia dapat menjadi “penjala manusia”, yang memberikan kelimpahan bukan saja kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada semua orang. 

Saudara-saudari terkasih, melalui Perayaan Tahun Baru Imlek ini kita mau mensyukuri rahmat yang diberikan Tuhan kepada kita sepanjang tahun yang lalu. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena segala kelimpahan rejeki, kesehatan, dan kebahagiaan yang kita terima, semuanya berasal dari Tuhan, dan berkat campur tangan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Maka, sudah layak dan sepantasnya kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang telah kita terima selama ini.

Dalam suasana penuh syukur ini, kita juga memohon kepada Tuhan, agar Ia senantiasa menyertai dan melindungi kita semua sepanjang tahun yang baru ini. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kepada kita rahmat kesehatan, rejeki, kebahagiaan, dan iman yang kuat dalam kehidupan kita sehari-hari. Permohonan ini harus kita sampaikan secara terus-menerus, dan tidak cukup hanya satu kali ini saja. Doa harus menjadi bagaikan nafas bagi kehidupan kita, yang kita sampaikan setiap hari kepada Tuhan. Doa haruslah menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam menjalani kehidupan ini. Kita harus percaya, bahwa Tuhan Yesus-lah sumber dari segala kelimpahan, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Maka, kita harus selalu mengandalkan Tuhan. Kita harus menjalin relasi yang baik dengan Tuhan melalui doa dan Perayaan Ekaristi. Dengan demikian, kita akan senantiasa hidup melimpah bersama Tuhan, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Selain bersyukur dan berdoa, kita juga harus saling berbagi. Pengalaman St. Petrus dalam Injil hari ini dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menjalani tahun yang baru ini. Petrus yang telah mengalami kelimpahan dari Tuhan, akhirnya mau berbagi dengan sesamanya dengan menjadi “Penjala manusia”. Dengan menjadi murid Yesus, dia dapat membagikan segala sesuatu yang baik kepada semua orang, agar orang lain juga mendapatkan kelimpahan yang berasal dari Tuhan. Kita semua juga dipanggil untuk menjadi “penjala manusia” dengan mengembangkan sikap saling berbagi. Tradisi Tionghoa membagi-bagikan “fung pao” (angpao) sejalan dengan semangat Injil, yaitu saling berbagi sebagai ungkapan cinta kasih kita kepada sesama. Maka, marilah kita senantiasa menghidupi semangat saling berbagi dalam kehidupan kita sehari-hari, baik berbagi dalam hal materi, maupun dalam hal rohani. Kita dapat memperoleh hidup yang melimpah bersama Tuhan, jika kita mau Bersyukur, Berdoa, dan Berbagi dengan sesama.

Share:

Wednesday, 6 February 2019

TUGAS PERUTUSAN



 (Hari Minggu Biasa V: 10 Februari 2019)
[Bacaan I: Yes. 6:1-2a, 3-8; Bacaan Injil: Luk. 5:1-11]
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.

Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.

Saudara-saudari terkasih, bacaan-bacaan suci pada hari ini berkisah tentang seputar panggilan dan perutusan dari Allah. Dalam Bacaan Pertama, Nabi Yesaya dipanggil oleh Allah untuk menjadi utusan-Nya. Kendati Yesaya merasa tidak pantas, karena ia seorang yang najis bibirnya, dan hidup di tengah-tengah bangsa yang juga najis bibirnya. Namun, Allah tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan Yesaya. Allah mau menyucikan dan mengampuni dosa Yesaya, agar dia layak untuk menjadi utusan-Nya. Berkat penyucian dan pengampunan ini, akhirnya Yesaya dengan mantap menjawab panggilan Allah, dengan berkata: “Ini aku, utuslah aku!”

Panggilan yang serupa juga dialami oleh para murid dalam bacaan Injil tadi. Yesus memanggil para murid untuk menjadi “penjala manusia”. Kisah panggilan ini diawali dengan kisah mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, yaitu memberikan mereka ikan yang melimpah di siang hari, padahal sudah sepanjang malam mereka menjala dan tidak mendapatkan apa-apa. Namun, berkat kehadiran Yesus dan perintah dari Yesus sendiri, mereka akhirnya mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah. Melihat kemahakuasaan Yesus ini, Petrus merasa tidak layak di hadapan Tuhan, dan mengakui dosanya di depan Yesus. Namun, Yesus tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan Petrus. Tuhan Yesus mau mengampuni dosa Petrus, agar dia layak untuk menjadi murid-Nya. Maka, saat itu juga Yesus memanggilnya untuk menjadi “penjala manusia”.

Saudara-saudari terkasih, sama seperti Yesaya dan Petrus kita juga dipanggil Allah untuk menjadi utusan-Nya. Walaupun terkadang kita merasa tidak layak di hadapan Tuhan, karena dosa dan kesalahan kita. Namun, Allah tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan kita, jika kita sungguh-sungguh ingin bertobat dan menjadi murid-Nya yang sejati. Memang, dosa menjadi tembok pemisah antara kita dengan Allah yang mahakudus. Namun, rahmat pengampunan dari Allah jauh melebihi kuasa dosa dan maut. Maka, pertama-tama kita harus mengakui dosa dan kelemahan kita di hadapan Allah. Kita harus merendahkan diri kita di hadapan Allah. Dengan semangat tobat yang sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni kita, sehingga kita layak menjadi utusan-Nya.

Maka, jangan sampai dosa dan kesalahan menjadi penghalang bagi kita untuk mengabdikan diri kepada Allah. Allah berkuasa mengampuni dosa-dosa kita, tinggal kita lagi mau tidak mengakui dosa kita di hadapan Allah yang mahakudus? Dan maukah kita sungguh-sungguh bertobat, seperti Nabi Yesaya dan Rasul Petrus? Dalam semangat pertobatan yang terus-menerus kita semua dipanggil dan diutus untuk menjadi “penjala manusia”. Kita dipanggil untuk menebarkan kebaikan kepada sesama, agar semakin banyak orang yang merasakan kebaikan Allah, dan berhimpun dalam persatuan sebagai umat Allah.

Marilah kita mohon rahmat pengampunan dari Allah, agar kita dibersihkan dari segala noda dosa dan kelemahan. Semoga semangat pertobatan selalu ada di dalam diri kita. Dan semoga berkat belas kasih Allah ini, kita semua disadarkan untuk menerima rahmat panggilan dan perutusan dari Allah untuk menjadi murid-murid-Nya yang sejati di tengah-tengah masyarakat dalam kehidupan kita sehari-hari.

Share:

Friday, 1 February 2019

TUHAN MENYERTAI KITA


 (Hari Minggu Biasa IV: 3 Februari 2019)
[Bacaan I: Yer. 1:4-5, 17-19; Bacaan Injil: Luk. 4:21-30]
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
 
Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau

Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive