BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Saturday, 13 June 2020

HADIR UNTUK BERSATU

(Hari Raya Tubuh & Darah Kristus: 
14 Juni 2020)




Saudara-saudari, pada perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, kita ingin merenungkan tentang kehadiran Yesus yang nyata dalam Sakramen Ekaristi, dan manfaatnya bagi kehidupan iman kita. Dalam Bacaan pertama, kehadiran Kristus dalam rupa roti telah diantisipasi melalui peristiwa turunnya manna, roti yang diberikan Allah kepada orang Israel ketika mereka mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Roti itu yang memberi hidup kepada mereka di tengah kelaparan. Namun, Allah tetap mengingatkan mereka, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Sabda yang diucapkan oleh Tuhan. (bdk. Ul. 8:3).

Sabda Tuhan inilah, yang dengan kuasa Roh Kudus, mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus dalam perayaan Ekaristi (lih. KGK, 1375). Hal ini sesuai dengan sabda Yesus, dalam Bacaan Injil. Yesus telah menyebut diri-Nya: Roti Kehidupan, yang turun dari surga. Roti ini berbeda dengan manna yang dimakan oleh nenek moyang Israel di padang gurun, karena Roti ini adalah Daging-Nya sendiri yang akan diberikannya kepada manusia, agar mereka dapat memperoleh hidup yang kekal. Yesus bersabda: “Siapa saja yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Yoh. 6:54).

Saudara-saudari, dengan iman kita percaya akan Kehadiran Yesus yang nyata dalam Sakramen Mahakudus. Roti dan anggur yang kita terima dalam Ekaristi, bukan lagi roti dan anggur secara hakikatnya, karena melalui doa konsekrasi dari imam, terjadilah suatu perubahan seluruh substansi roti dan anggur ke dalam substansi Tubuh dan Darah Kristus. Perubahan inilah yang secara tepat disebut dengan perubahan hakiki/ kodrat [transsubstansi] (lih. KGK. 1376).

Memang secara manusiawi, kita masih melihat rupa roti dan anggur, dan kita masih merasakan rasa roti dan anggur. Secara inderawi kita tidak dapat menangkap kehadiran Yesus dalam rupa roti dan anggur, karena keterbatasan inderawi kita. St. Thomas Aquinas mengatakan: “Bahwa, Tubuh dan Darah Kristus yang sebenarnya hadir dalam Sakramen ini, tidak dapat ditangkap oleh indera, tetapi hanya oleh IMAN, yang bersandar pada otoritas ilahi.” (KGK. 1381).

Maka, marilah kita senantiasa mengimani Kehadiran Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Yesus hadir secara nyata dalam rupa roti dan anggur, agar kita yang menerima-Nya dalam keadaan layak, dapat juga secara nyata bersatu dengan Dia. Persatuan yang erat dengan Yesus menjadi buah pertama dari Komuni Kudus. (bdk. KGK. 1391)

Persatuan dengan Tubuh dan Darah Kristus juga berguna bagi kita untuk membangun kesatuan Gereja, yang adalah Tubuh Mistik Kristus (lih. KGK. 1396).  Sebagaimana yang kita dengarkan dalam Bacaan Kedua, Rasul Paulus menegaskan lebih lanjut tentang makna Ekaristi: “Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu.” (1Kor. 10:17).

Maka, marilah kita senantiasa membangun dan membawa persatuan dengan Yesus dan sesama, dan bukan perpecahan. Dengan persatuan yang sejati ini, maka kelak kita juga akan mengalami persatuan yang kekal dengan Allah dalam perjamuan abadi di surga. Amin.  

*KGK: Katekismus Gereja Katolik
*lih: lihat
*bdk: bandingkan


R.D. Vinsensius
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau




Share:

Saturday, 23 May 2020

HIDUP MENJADI CERITA YANG BAIK


(Hari Minggu Paskah VII: 
24 Mei 2020)




Saudara/i terkasih, pada Hari Komunikasi sedunia yang ke 54 ini, Bapa Suci Paus Fransiskus mengangkat tema: “HIDUP MENJADI CERITA”, dengan kutipan Kitab Suci, yang diambil dari Kitab Keluaran 10:2, yang berbunyi: “Supaya engkau dapat menceritakannya kepada anak cucumu.” Apa artinya “hidup menjadi cerita”? Dan apa yang harus kita ceritakan kepada generasi muda sesuai dengan sabda Tuhan ini?  

Dalam surat yang lumayan panjang, Bapa Suci sudah menjelaskan makna dari tema ini sesuai dengan konteks zaman sekarang. Kehidupan ini diibaratkan seperti orang yang menenun pakaian. Benang demi benang ditenun, dan benang yang baik akan menghasilkan pakaian yang baik. Demikian pula, dengan kehidupan kita. Setiap hari kita menenun cerita. Hari demi hari, apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan, semuanya itu akan menjadi sebuah cerita tentang kita.  Kehidupan yang baik tentu saja akan menghasilkan cerita yang baik. Demikian pula sebaliknya, kehidupan yang buruk akan menghasilkan cerita yang buruk.

Cerita yang dimaksudkan oleh Paus di sini ialah CERITA YANG BAIK. Paus mengatakan, “Kita perlu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik, supaya tidak tersesat”. Pertanyaannya: Bagaimana caranya kita membuat cerita yang baik itu?

Sesuai dengan pesan Paus Fransiskus dan sabda Tuhan pada hari ini ada tiga cara yang harus kita lakukan, agar hidup kita dapat menjadi cerita yang baik:

Pertama, carilah sumber cerita yang baik dan benar. Pada zaman sekarang ini, banyak sumber cerita, berita, dan informasi di google, tetapi hanya sedikit yang benar. Jika tidak hati-hati dan selektif dalam membaca berita itu, kita bisa tertipu oleh cerita bohong, kabar hoax, dan cerita-cerita yang buruk lainnya.

Apa yang kita baca, itulah yang akan terkonsep di dalam pikiran kita, dan akhirnya mempengaruhi hidup kita. Semuanya itu akan mempengaruhi cara kita berpikir, cara kita berbicara, dan cara kita bertindak. Paus Fransiskus mengatakan, bahwa Kitab Suci-lah cerita dari segala cerita yang baik, benar, dan indah, karena di dalamnya dikisahkan karya keselamatan Allah, melalui para nabi dan terutama melalui Putra-Nya sendiri, Tuhan kita Yesus Kristus. Maka, rajin-rajinlah membaca dan merenungkan Kitab Suci, agar kita dapat mengikuti teladan hidup yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kedua, lakukanlah kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari, agar cerita yang kita hasilkan dan wariskan kepada generasi berikut adalah cerita yang baik dan benar. Dalam hal ini, Rasul Petrus mengingatkan kita dalam Bacaan Kedua, bahwa kita harus hidup sesuai dengan ajaran Kristus, menjadi orang Kristen yang sejati, walaupun harus mengalami penderitaan, karena iman kepada Kristus.

Lebih baik menderita karena kebenaran dan kebaikan, daripada menderita karena kejahatan. Penderitaan karena iman kepada Kristus akan menghasilkan sukacita yang sejati. Dan dengan demikian, kita akan menenun benang-benang kehidupan yang baik, yang kelak akan menghasilkan cerita yang baik pula.

Ketiga, berceritalah dengan Allah sesering mungkin. Artinya, kita harus berdoa dengan tekun. Berdoa sama dengan kita bercerita dengan Allah, menyampaikan keluh kesah kita kepada-Nya, memohon belas kasih dan pengampunan-Nya, dan jangan lupa juga berterimakasih kepada-Nya.

Jemaat perdana yang dipimpin oleh para rasul telah memberikan teladan yang baik bagi kita dalam hal berdoa. Dalam Bacaan Pertama, setelah Yesus naik ke surga, para rasul bersama Bunda Maria dan para murid yang lain berkumpul untuk berdoa setiap hari, menantikan kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus.

Inilah asal usul dari Doa Novena Roh Kudus yang telah kita mulai 2 hari yang lalu. Sesuai dengan teladan para rasul dan Bunda Maria, kita berdoa selama 9 hari berturut-turut, tanpa putus-putusnya, memohon karunia Roh Kudus. Jika kita sungguh-sungguh bertekun dalam Novena ini dan percaya, maka kita akan menerima karunia Roh Kudus yang kita butuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti yang sudah dialami oleh para rasul dan Bunda Maria pada hari Pentakosta.

Maka, marilah saudara/i terkasih, kita senantiasa bertekun dalam DOA, bukan hanya pada saat Novena Roh Kudus saja, tetapi setiap hari di sepanjang hidup kita. Kita harus berdoa, seperti Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa-Nya, sebagaimana yang telah kita dengarkan dalam Bacaan Injil tadi.

Dalam berdoa Yesus tidak hanya berdoa untuk diri-Nya sendiri, tetapi juga berdoa untuk para murid-Nya, agar mereka memperoleh keselamatan di dunia dan di surga. Doa Yesus bersifat sosial.


Maka, doa kita juga haruslah bersifat sosial. Artinya, kita berdoa bukan saja untuk diri kita sendiri, tetapi juga berdoa untuk orang lain, terutama mereka yang saat ini sakit dan menderita akibat pandemi covid 19 ini. Marilah kita mohon pertolongan dari Allah, agar pandemi ini segera berakhir, sehingga kita dapat kembali menenun cerita yang baik dalam kehidupan kita sehari-hari, dan dapat mewariskannya kepada generasi muda.

RD. VINSENSIUS

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau



Share:

Tuesday, 19 May 2020

Panduan Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Katedral Sanggau

Berikut kami lampirkan Panduan Misa Live Streaming
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Kami juga melampirkan Novena Roh Kudus

Mari Mengikuti Misa Live Streaming
di Fans Page Facebook "HATI KUDUS YESUS Sanggau". 
Kamis, 21 Mei 2020
Pukul 08.00 WIB
silahkan download pada link dibawah.
[[ Download disini ]]


Perlu Bantuan Cara Download
[[  Klik disini ]]

 
Share:

Friday, 15 May 2020

Panduan Misa Hari Minggu Paskah Ke VI Keuskupan Sanggau


Selamat merayakan hari Tuhan
Mari kita mengikuti Misa Hari Minggu Paskah VI secara Live Streaming
di Fans Page Facebook "HATI KUDUS YESUS Sanggau". Minggu 17 Mei 2020
Pukul 08.00 WIB
silahkan download pada link dibawah.
(Download Panduan di Sini)

atau
(Download Panduan  Disini )
Ada Iklan dan Anda Berdonasi


Share:

JANJI TUHAN BUKAN PHP


(Hari Minggu Paskah VI: 
17 Mei 2020)




Tentu saja kita sering berjanji kepada orang lain, atau bahkan berjanji kepada Tuhan. Tetapi sering juga kita mengingkari janji itu. Kita tidak menepati janji itu, tidak setia kepada janji itu, dan mengabaikan, dan bahkan dengan sengaja melanggarnya. Dalam bahasa zaman now tindakan ini disebut PHP (Pemberi harapan palsu). Inilah kelemahan dari manusia. Tidaklah demikian dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah PHP. Tuhan selalu setia dengan janji-Nya dan pasti menepati apa yang pernah dikatakan-Nya kepada manusia. Bacaan Suci hari ini menampakkan kepada kita janji Allah dan penggenapan-Nya dalam diri Yesus dan para rasul-Nya.

Dalam Bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus berjanji kepada para rasul, bahwa Ia akan mengutus seorang Penolong lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya menyertai mereka selama-lamanya. Sebentar lagi mereka tidak akan melihat Yesus secara fisik, sebab Ia akan wafat, bangkit, dan naik ke surga. Tetapi, Roh Kudus itulah yang akan menyertai para murid yang masih ada di dunia. Bagaimana syaratnya agar mereka dapat menerima Roh Kudus itu?

Sebelum Yesus mengucapkan janji ini, Ia memberikan perintah kepada para murid, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintahku.” Kasih kepada Yesus dan ketaatan kepada-Nya menjadi dua hal yang saling berkaitan satu sama lain, dan tak terpisahkan. Jika kita mengatakan “Aku cinta Yesus”, maka kita juga harus taat kepada Yesus, dengan melakukan semua perintah dan ajaran-Nya. Jika kita tidak taat kepada Yesus, maka cinta itu hanyalah gombalan belaka, cinta palsu yang hanya ada di bibir saja. Bukan cinta yang sejati. Cinta yang sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu ketaatan yang murni.

Kita harus memegang perintah Yesus dan melakukannya, jika kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Dengan demikian, kita akan dikasihi oleh Allah Bapa di surga dan Tuhan Yesus sendiri, dan Tuhan Yesus akan menyatakan diri-Nya kepada kita.

Pernyataan diri Yesus tampak nyata dalam pengalaman para rasul sebagaimana telah kita dengarkan dalam Bacaan Pertama. Diakon Filipus memperoleh keberhasilan dalam pewartaan Injil di Samaria. Banyak orang yang dibaptis dan percaya kepada Yesus. Sebenarnya, ini bukanlah tindakan Filipus sebagai manusia, tetapi karya keselamatan Yesus sendiri melalui perantaraan para murid-Nya. Demikian pula, mukjizat yang ia adakan dan pencurahan Roh Kudus yang diberikan lewat penumpangan tangan para rasul, semuanya itu dilakukan “dalam pribadi Kristus dan atas nama Kristus sendiri, demi kemuliaan Allah yang semakin besar” (in persona Christi, ad majorem Dei gloriam).

Maka, marilah kita senantiasa berpegang pada pengharapan yang Tuhan berikan kepada kita. Apalagi menjelang perayaan kenaikan Tuhan dan Pentakosta ini, kita berharap akan menerima karunia-karunia Roh Kudus yang kita butuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat mempertanggungjawabkan iman kita di hadapan semua orang, dengan cara hidup kita yang baik, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasul Petrus dalam Bacaan Kedua. Kita harus mewartakan Yesus dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya karena hidupmu yang saleh dalam Kristus menjadi kesaksian akan Kristus bagi semua orang.

RD. VINSENSIUS

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau








Share:

Friday, 8 May 2020

Panduan Misa Live Streaming Minggu Ke V Keuskupan Sanggau


Selamat merayakan hari Tuhan
Mari kita mengikuti Misa Hari Minggu Paskah V secara Live Streaming
di Fans Page Facebook "HATI KUDUS YESUS Sanggau". Minggu 10 Mei 2020
Pukul 08.00 WIB
silahkan download pada link dibawah.
Share:

Friday, 1 May 2020

Panduan Misa Hari Minggu Paskah IV Keuskupan Sanggaau


Selamat merayakan hari Tuhan
Mari kita mengikuti Misa Hari Minggu Paskah IV secara Live Streaming
di Fans Page Facebook "HATI KUDUS YESUS Sanggau". Minggu 3 Mei 2020
Pukul 08.00 WIB
silahkan download pada link dibawah.
Share:

PANGGILAN MENJADI MURID YESUS:


DI TENGAH WABAH VIRUS CORONA
(Hari Minggu Paskah IV: 
Hari Minggu Panggilan, 
3 Mei 2020)




Saudara-saudari terkasih, berkat peristiwa Pentakosta, dengan pencurahan Roh Kudus atas para rasul, warta tentang kebangkitan Yesus tersebar luas. Hal ini tampak dalam kotbah Petrus di hadapan orang-orang Yahudi. Petrus mewartakan dengan berani bahwa Yesus yang mereka disalibkan telah dibangkitkan dan dimuliakan menjadi Tuhan dan Kristus. Warta gembira itu membuat mereka sangat terharu. Ada suatu penyesalan yang mendalam atas peristiwa itu, tetapi juga ada suatu pengharapan yang besar berkat peristiwa itu. Tanggapan mereka atas pemberitaan Petrus bukan saja sekedar pengetahuan baru (informasi saja), tetapi membawa suatu perubahan cara hidup (berkaitan dengan aksi). Maka, mereka pun bertanya kepada Petrus, “Apa yang harus kami perbuat?”

Inilah kesempatan bagi Petrus untuk bersaksi dan mewartakan Injil Kristus. Tidak ada jalan lain bila mereka mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Kristus, selain dengan bertobat dan dibaptis. Dengan demikian mereka akan menerima karunia Roh Kudus yang sama dengan yang diterima oleh para rasul pada saat Pentakosta.

Rasul Petrus memberikan syarat untuk menjadi murid-murid Yesus, yaitu melalui pertobatan dan pembaptisan. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pertobatan artinya perubahan pola pikir/ paradigma dan cara hidup ke arah yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Pembaptisan adalah kelahiran baru menjadi anak-anak Allah dan murid-murid Kristus. Untuk dapat dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah perlu adanya perubahan hidup. Artinya agar rahmat baptisan yang kita terima itu efektif di dalam kehidupan kita, kita perlu bekerja sama dengan Allah dengan cara bertobat: mengubah pola pikir, tingkah laku, dan cara hidup kita yang lama, yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, yang buruk, jahat, dan penuh dosa, menjadi cara hidup yang baru, yang baik dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dalam masa pandemi ini panggilan menjadi murid-murid Yesus tetap harus kita wujudkan dalam kehidupan kita. Di tengah masa sulit ini, di mana usaha manusiawi kita seakan sia-sia. Kita merasa tak berdaya menghadapi ancaman virus ini. Namun, sesungguhnya di saat seperti inilah kita harus semakin percaya kepada Tuhan, berharap kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dan memohon pertolongan dari-Nya, sebab di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Memang di saat ini kita merasa ruang gerak kita sangat terbatas. Kita hanya boleh diam di rumah saja. Tidak boleh berkumpul. Tidak boleh berjabat tangan, dan lain sebagainya. Tetapi kita harus memaknai semua ini secara positif. Saat seperti ini menjadi semacam retret agung bagi kita untuk membina kembali hubungan kita dengan Tuhan secara pribadi, dan membangun kembali relasi yang harmonis dengan sesama dimulai dari keluarga kita sendiri. Ini juga menjadi saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan secara lebih mendalam panggilan kita sebagai murid-murid Kristus.

Maka dari itu, waktu dan kesempatan yang ada ini harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk bertobat, agar kita dapat menjadi murid-murid Kristus yang sejati. Pengakuan kita kepada Yesus sebagai Tuhan dan Kristus tidak cukup di bibir saja, tetapi juga harus nyata dalam perbuatan hidup kita. Iman kepada Yesus harus merasuk ke dalam pikiran kita, tingkah laku kita, dan cara hidup kita sehari-hari. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi murid-murid Yesus yang sejati di tengah pandemi ini.

Dalam bacaan II Rasul Petrus menegaskan, bahwa panggilan menjadi murid-murid Yesus bukan semata-mata karena usaha manusiawi kita, kehebatan kita, tetapi pertama-tama karena kasih karunia dari Tuhan. Demikian pula dengan penderitaan yang dialami karena menjadi murid Kristus juga adalah karunia, yaitu kita boleh mengambil bagian dalam penderitaan Kristus demi keselamatan dunia.

Saudara-saudari terkasih, pada hari ini kita juga merayakan hari Minggu Panggilan, hari yang dikhususkan untuk berdoa bagi panggilan khusus menjadi imam, biarawan dan biarawati. Sama seperti Yesus memilih 12 orang rasul dari antara banyak murid-Nya untuk tugas pelayanan, demikian pula pada zaman sekarang Yesus tetap memilih dari antara umat-Nya orang-orang yang dikhususkan untuk pelayanan rohani dan sakramental, yaitu para imam, dan biarawan-biarawati. Maka, sabda Yesus hari ini menjadi pedoman bagi para pelayan Tuhan dalam melayani umat Allah.

Yesus memberikan perumpamaan tentang pintu kepada domba-domba. Seorang gembala pasti masuk melalui pintu untuk datang kepada domba-dombanya dan membawa domba-dombanya ke padang rumput yang hijau. Hal ini dikontraskan dengan pencuri dan perampok yang masuk tidak melalui pintu, tetapi memanjat dari tempat yang lain, entah tembok atau pagar, untuk dapat menangkap dan mencuri domba-domba itu. Dan Yesus menjelaskan bahwa Dialah pintu bagi domba-domba itu, yaitu umat Allah.

Dengan perumpamaan ini, Yesus ingin mengatakan bahwa setiap orang yang dipanggil untuk menjadi gembala jiwa-jiwa harus membawa umat Allah kepada Yesus, satu-satunya Pintu untuk menuju kepada keselamatan kekal. Setiap perkataan, tingkah laku, perbuatan, karya pelayanan dan pekerjaannya harus membawa umat untuk semakin dekat dengan Yesus, dan mencerminkan ajaran Yesus.

Marilah dalam kesempatan hari Minggu Panggilan ini, kita memperbaharui niat dan motivasi kita dalam mengikuti Yesus sebagai pelayan-Nya, agar semakin banyak orang yang tertarik untuk mengikuti Yesus dengan cara yang khusus ini. Marilah kita berdoa bagi para Uskup, Imam, biarawan dan biarawati, agar mereka selalu teguh dalam panggilannya dan semoga pelayanan mereka dapat mengantar umat untuk sampai kepada Yesus. Marilah kita juga berdoa bagi para kaum muda kita, agar mereka juga terbuka hatinya dan terpanggil untuk menjadi imam, biarawan dan biarawati di tengah arus moderenisasi ini, agar semakin banyak orang yang diselamatkan dan diantar kepada Yesus, satu-satunya Jalan, kebenaran, dan kehidupan.


RD. VINSENSIUS

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau








Share:

Sunday, 26 April 2020

Panduan Misa Harian Live Streaming


Berikut kami lampirkan Panduan Live Streaming Misa Harian di Fans Page Facebook "HATI KUDUS YESUS Sanggau", silahkan download pada link dibawah.

Share:

Friday, 24 April 2020

IBADAH SABDA HARI MINGGU PASKAH III


MINGGU, 26 APRIL 2020



Anggota keluarga berkumpul bersama. Hendaknya keluarga mempersiapkan ruangan yang baik untuk berdoa bersama dan semua berpakaian yang rapi. Disiapkan juga salib di atas meja dengan lilin bernyala. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.
NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu

01.   TANDA SALIB DAN SALAM
P :    Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U :    Amin.
P :    Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U :    Sekarang dan selama-lamanya.
02.   KATA PEMBUKA
P :   Hari ini adalah Hari Minggu Ketiga Masa Paskah. Sebentar kita akan mendengarkan kotbah Paulus di Yerusalem yang bersaksi tentang kebangkitan Yesus. Petrus tidak takut terhadap semua mereka yang telah membunuh Gurunya. Dalam suratnya yang akan kita dengarkan dalam bacaan kedua, Petrus mengajak kita untuk hidup seturut kehendak Allah, karena kita sudah ditebus dengan harga yang amat mahal, yaitu dengan darah Yesus.
Bacaan Injil akan mengantar kita kepada kisah perjalanan dua murid Yesus ke Emaus. Mereka kecewa karena kematian Yesus. Namun, mereka kemudian disadarkan oleh Yesus sendiri yang menemani mereka.
Dalam ibadah ini, kita mendoakan semua orang yang terjangkit virus corona agar mereka tetap kuat; juga para dokter-perawat-polisi dan petugas yang menangani wabah ini agar mereka tetap sehat.
03.   TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P :    Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P :     Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita.
U :     Amin.
04.   TUHAN KASIHANILAH DAN KEMULIAAN
05.   DOA PEMBUKA
P :     Marilah kita berdoa,
[hening sejenak]
Ya Allah, terima kasih atas rahmat penebusan yang kami terima berkat sengsara, wafat dan kebangkitan Putra-Mu. Ajarilah kami senantiasa untuk selalu bersyukur atas rahmat penebusan ini dengan saling membantu dan saling meneguhkan iman kami satu sama lain.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
06.   AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
07.   BACAAN PERTAMA (Kis. 2:14,22-33) L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas
rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak- sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan- Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
08.   MENYANYIKAN MAZMUR TANGGAPAN
09.   BACAAN KEDUA (1Ptr. 1:17-21)
L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus.
Saudara-saudari, jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA
P :    Alleluia, Alleluia, Alleluia U :        Alleluia, Alleluia, Alleluia
P :    Sesungguhnya Tuhan sungguh telah bangkit, sepertinya yang telah dikatakan-Nya.
U :    Alleluia, Alleluia, Alleluia
11. INJIL (Luk. 24:13-35)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya  Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan- Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.
Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi- pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama- sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

12.   RENUNGAN SINGKAT
Petrus dalam bacaan pertama dan kedua dengan tegas menyatakan bahwa Yesus itu telah bangkit. Keyakinan ini diperolehnya melalui pengalaman pribadinya dan pengalaman murid-murid yang lain. Salah satu pengalaman itu adalah kisah perjalanan ke Emaus. Ada dua hal yang bisa kita petik dari kisah ini.
Pertama, mengapa mereka memilih pergi ke Emaus. Emaus adalah kota yang dimenangkan oleh Yudas Makabeus melawan kekuasaan Yunani, yang bisa kita baca dalam kitab 1 Makabe. Sepertinya kedua murid ini menginginkan Yesus sebagai mesias atau pembebas mereka dari penjajahan Romawi yang saat itu sedang menguasai wilayah mereka. Perjalanan ke Emaus menandai kekecewaan mereka karena ternyata Yesus mati. Mereka juga tidak melihat lagi harapan hidup meskipun mereka sudah mendapatkan informasi dari perempuan yang pulang dari makam Yesus bahwa Yesus sudah bangkit. Namun pada akhirnya, mereka pun tahu bahwa Mesias itu sudah bangkit, mengalahkan maut.
Kadangkala harapan kita amat berbeda dengan rencana Tuhan. Kita mungkin merencanakan hal begini, begitu, dan sebagainya. Namun, terkadang rencana tersebut mungkin tidak berhasil. Sudah pasti sebagai manusia, kita pasti kecewa. Namun kisah hari ini mengajak kita untuk tetap setia kepada Tuhan. Kita tidak mesti meninggalkan Tuhan di Yerusalem dan pergi ke Emaus kita sendiri. Mungkin Tuhan memiliki rencana yang lain yang lebih baik bagi hidup kita.
Kedua, dua orang murid. Dalam kisah ini disebutkan bahwa ada dua orang murid ke Emaus; satunya bernama Kleopas dan yang satunya lagi tidak memiliki nama. Keduanya saling bercerita atau curhat. Sayangnya curhat mereka tidak terarah dan menjauhkan mereka dari kebenaran yang sesungguhnya. Untunglah Yesus datang dan menegur mereka dengan keras. Yesus meluruskan kebenaran dan mata mereka pun terbuka.
Mungkin kita juga menjadi salah satu dari kedua murid itu. Kita kecewa pada orang lain, lalu kita mencurahkan isi hati kita kepada sesama yang lain. Seringkali kekecewaan hati kita membuat kita tidak lagi melihat kebaikan atau maksud baik dari mereka. Apalagi kalau teman yang mendengarnya mendukung- dukung kita. Kita mungkin merasa benar. Tetapi kisah hari ini mengajak kita untuk tidak lupa berdoa atau memohonkan penyertaan Tuhan agar hati kita terbuka terhadap kebenaran yang bisa saja muncul dari situasi yang mengecewakan hati kita. Doa dan memohonkan bantuan Tuhan adalah sarana curhat yang baik. Tuhan mengetahui segalanya, maka Dia juga akan membantu kita menemukan hal yang baik juga.
13.   HENING
14.   SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
15.   DOA UMAT
P : Mari kita panjatkan doa-doa permohonan kepada Allah kita yang selalu mendengarkan kita.
P : Semoga semua keluarga Kristiani merasakan dan mengalami bahwa Tuhan selalu berjalan bersama mereka. Marilah kita mohon….
P : Semoga para pemimpin negara dan petugas penanganan virus corona selalu dikaruniai rahmat kebijaksanaan dan kekuatan dalam menangani wabah ini. Marilah kita mohon….
P : Semoga mereka yang sakit dan yang amat menderita karena wabah virus corona ini, mendapatkan peneguhan dan bantuan dari sesamanya. Marilah kita mohon….
P : Semoga sama seperti Yesus yang mendampingi dua murid ke Emaus, kita pun digerakkan untuk saling menolong dalam situasi wabah virus ini. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan permohonan pribadi kita masing-masing.
(hening sejenak lalu lanjut).
P : Ya Tuhan, demikianlah doa-doa permohonan kami. Kabulkanlah demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
16.   DOA PUJIAN
P :    Setelah mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan, kita sadar betapa baiklah Allah terhadap kita, hingga telah menebus kita. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia dengan berseru:
Pujilah Allah, alleluia, alleluia. U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P :    Kami memuji nama-Mu, ya Bapa, sebab dengan mengutus Putra-Mu yang tunggal, Engkau menebus kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kita berseru:
U :    Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P :    Kami memuji nama-Mu ya Bapa, sebab kami telah Engkau selamatkan, melalui ketaatan dan penyerahan diri Putra-Mu seperti tampak dalam sengsara dan wafat-Nya. Maka kita berseru:
U :    Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P :   Engkau telah membangkitkan Yesus, dan dengan kebangkitan-Nya itu fajar hidup baru Engkau terbitkan bagi kai. Pintu surga Engkau buka kembali, dan kami Engaku tuntún masuk ke dalam surga, tanpa Engkau hitung-hitung dosa kami. Maka kami berseru:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kebangkitan Putra-Mu menjadi dasar iman Gereja- Mu, yang senantiasa diwartakan bagi duia. Setiap kali kami memperingati kebangkitan-Nya, iman kami Engkau bangkitkan dan Engkau teguhkan. Maka kami berseru:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami (nama Uskup setempat) dan Pastor Paroki (nama pastor paroki setempat), kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:
(menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur)
17.   BAPA KAMI DAN PERSIAPAN KOMUNI BATIN
P :   Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P :    Kita telah mendengarkan Sabda Tuhan dan merenungkannya, serta mengungkapkan isi hati dalam doa-doa permohonan dan pujian. Marilah kita sekarang berdoa seperti yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
U :  Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
18.   KOMUNI BATIN
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P :    Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P :    Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U :    Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
§  Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
§  Lalu diberi saat hening secukupnya.
§  Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu PASKAH atau lagu komuni.

19.      DOA MOHON PERLINDUNGAN ALLAH DARI WABAH VIRUS CORONA
Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat dunia, pengharapan kami yang sejati, kasihanilah kami dan bebaskanlah kami dari segala kemalangan.
Kami mohon,
jauhkanlah kami dari virus
yang sedang mewabah di seluruh dunia ini, sembuhkanlah yang sakit,
kuatkanlah yang sehat, topanglah mereka yang berjuang bagi kesehatan sesama.
Tunjukkanlah Wajah belaskasihan-Mu, dan selamatkanlah kami
dalam cinta kasih-Mu yang besar.
Engkaulah, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus,
kini dan sepanjang segala masa. Amin.
20.   DOA PENUTUP
P :     Marilah kita berdoa,
Ya Allah, kami telah mendalami kisah perjalanan ke Emaus di hari ini. Semoga kami pun bisa merasakan dalam hidup kami bahwa Engkau sendiri selalu berjalan menemani hidup kami. Buatlah agar kami pun bisa membuat anggota keluarga kami merasakan kehadiran-Mu di dalam rumah kami dengan sikap dan tutur kata kami.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin

MOHON BERKAT TUHAN
P :    Sebelum  mengakhiri         perayaan      ini    marilah     kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U :    Amin.
P :    Perayaan Sabda Hari Minggu Kedua Masa Paskah kita ini sudah selesai.
U :    Syukur kepada Allah.
21.   PENGUTUSAN
P :    Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya.
U :    Amin.
22.   LAGU PENUTUP


Roma, 23 April 2020
P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

Editor:
RD. Vinsensius
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau

Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive