BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Friday, 27 September 2019

PEDULI KEPADA SESAMA


(Hari Minggu Biasa XXVI: 29 September 2019)


Oleh: P. Vinsensius, Pr.





Saudara-saudari terkasih, kita semua diajarkan, bahwa selama hidup di dunia ini kita harus berbuat baik dan menjauhi kejahatan. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Orang bisa berbuat baik, tetapi masih saja berbuat jahat. Berarti perbuatan baiknya belum sempurna. Demikian pula, orang yang tidak berbuat jahat, tetapi ia juga tidak berbuat baik. Itu juga berarti tidak ada kesempurnaan di dalam dirinya. Hal ini tampak pada diri orang kaya dalam Bacaan Injil tadi. Ia hidup dalam kemewahan, tetapi ia tidak peduli kepada sesama.

Orang kaya ini memang tidak berbuat kejahatan sama sekali. Kejahatan dalam arti yang ekstrim, seperti membunuh, menindas, dll. Tetapi ada satu kesalahan yang ia lakukan, yaitu: TIDAK PEDULI kepada sesama. Ia tidak memiliki belaskasihan sama sekali kepada orang yang menderita. Salah satu buktinya adalah ketika Lazarus yang miskin datang ke rumahnya. Ia tidak memperlakukannya sebagai manusia, tetapi membiarkannya duduk di pintu dan memakan remah-remah yang jatuh dari mejanya, sedangkan anjing datang menjilati boroknya. Orang kaya itu cuek aja... dia berpikir, “peduli amat sama orang itu”. Ia tidak memandang Lazarus sebagai manusia yang harus diperlakukan secara manusiawi. Ia sama sekali tidak memiliki belaskasihan dan kepedulian kepada orang yang miskin, sakit, dan menderita.

Akibat dari perbuatannya, maka orang kaya ini menerima hukuman yang setimpal  dengan perbuatannya di akhirat. Kenyataan hidup di akhirat berbalik dengan apa yang ada di dunia saat ini. Orang kaya yang hidup dalam kemewahan tapi tidak peduli dengan sesama dan tidak memiliki belaskasih kepada sesama, di akhirat akan mengalami penderitaan selama-lamanya dan tidak akan menerima belaskasih juga dari siapapun. Sedangkan Lazarus yang miskin dan menderita selama hidup di dunia, akan memperoleh kebahagiaan abadi bersama Allah di surga.

Kisah Lazarus dan orang kaya ini menjadi kesaksian bagi kita semua yang masih hidup di dunia ini. Tidak perlu Lazarus datang ke dunia lagi untuk mewartakan tentang akhirat. Kesaksian Musa dan para nabi sudah cukup bagi kita. Yesus sendiri mengatakan bahwa, jika seseorang tidak percaya kepada kesaksian Musa dan para nabi, maka ia juga tetap tidak akan percaya, sekalipun yang datang itu adalah seorang yang bangkit dari antara orang mati. Kita semua yang percaya kepada Yesus, harus percaya kepada kebangkitan orang mati dan kehidupan yang kekal. Yesus telah turun dari Surga dan kini telah bertahta dalam Kerajaan Surga. Pengajaran dan kesaksian hidup Yesus menjadi bukti nyata bagi kita, untuk percaya adanya kehidupan di akhirat, adanya penghakiman setelah kematian di dunia, adanya keselamatan abadi di surga, dan adanya kebinasaan kekal di neraka.  

Kesempatan hidup di dunia ini haruslah kita pergunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menyongsong kehidupan di akhirat. Jangan sampai kita lupa dengan akhirat, seperti orang kaya dalam Bacaan Injil tadi. Maka dari itu, tidak cukup jika kita hanya menghindari kejahatan, tetapi tidak melakukan kebaikan bagi sesama. Kejahatan memang harus kita hindari, tetapi kita juga harus berbuat baik kepada sesama, terutama mereka yang miskin, sakit, dan menderita. Kita harus memiliki belas kasih dan kepedulian kepada mereka, serta mewujudkannya dalam tindakan nyata dengan menolong dan membantu mereka, baik secara moril maupun materiil. Dengan demikian, kelak kita akan disambut oleh mereka dalam kehidupan yang abadi di Surga.










Share:

Friday, 20 September 2019

PERSAHABATAN YANG SEJATI

Hari Minggu Biasa XXV: 
(22 September 2019)

P. Vinsensius, Pr.
  


Sahabat adalah harta yang paling berharga, bahkan melebihi harta yang sifatnya material belaka. Ketika kita mengalami kesusahan, kita pasti akan datang kepada sahabat kita, untuk curhat dan meminta pendapatnya serta masukkannya bagi kita dalam menghadapi masalah tersebut. Segala harta milik kita tidak berarti sama sekali, jika kita tidak memiliki sahabat. Sahabatlah yang dapat menolong kita, ketika kita menghadapi segala permasalahan hidup, dan bukan semata-mata harta dunaiwi. Sahabatlah satu-satunya yang dapat menolong kita, ketika harta duniawi tidak lagi dapat membantu kita dalam mengatasi permasalahan hidup.

Hal yang serupa terjadi dengan bendahara yang tidak jujur dalam Bacaan Injil tadi. Bendahara ini akan dipecat oleh tuannya kerena ia telah menghamburkan harta milik tuannya. Menghadapi permasalahan ini, bendahara ini pun berpikir, bukan  bagaimana caranya agar ia tidak dipecat, karena sudah jelas kesalahannya dan dia pasti akan dipecat, tetapi ia berpikir bagaimana cara supaya ada orang yang mau menampung dia di rumahnya ketika ia dipecat oleh tuannya. Artinya, ia mencari seorang sahabat yang bisa menolong dia dalam menghadapi permasalahan ini.

Karena pada dasarnya bendahara ini tidak jujur, maka solusi yang ia lakukan juga tidak jujur. Ia membuat surat hutang palsu bagi para pelanggannya, yaitu dengan mengurangi jumlah hutang mereka. Hutang yang awalnya 100 tempayan minyak dikuranginya menjadi 50 tempayan, dan seterusnya. Semua hutang pelanggan itu dikuranginya. Hal ini tentu saja membuat para pelanggan menjadi senang kepadanya, dan menganggap dia “baik”.  Mereka tidak tahu kalau semua ini hanyalah modus, agar mereka simpatik terhadap dia. Bendahara yang tidak jujur ini berusaha menjalin persahabatan dengan para pelanggannya dengan cara yang tidak jujur pula. Tujuannya hanya satu, yaitu supaya kelak kalau dia dipecat oleh tuannya, mereka mau menerima dia di rumahnya, dan memberikan pekerjaan baru kepadanya.

Perumpamaan yang diberikan Yesus ini sama sekali tidak bermaksud supaya kita meniru perbuatan curang dari bendahara yang tidak jujur ini. Tetapi kita dapat belajar dari kesalahan bendahara ini: betapa berharganya sebuah persahabatan. Persahabatan yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta apapun. Bahkan ketika harta tidak dapat lagi menolong kita, sahabatlah satu-satunya orang yang dapat menolong dan membantu kita.

Pertanyaannya: “Bagaimana persahabatan yang sejati itu?” Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang tulus dan bukan karena modus, seperti bendahara yang tidak jujur ini. Seorang sahabat yang tulus tidak mencari keuntungan diri sendiri, tetapi selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi sahabatnya. Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang jujur. Seorang sahabat tidak menutup-nutupi kelemahan dan kesalahannya di depan sahabatnya atau berbohong demi kebaikannya sendiri, melainkan jujur dan terbuka untuk menceritakan segala kelemahan, kesalahan, dan permasalahannya, sehingga mereka dapat saling memahami dan membantu.

Persahabatan yang sejati inilah yang dapat menghantar kita ke dalam “kemah abadi”, yaitu Kerajaan Allah di surga. Maka, marilah kita mengikat persahabatan yang sejati dengan Tuhan dan sesama. Yesus telah menyebut kita sahabat, karena Ia telah memberitahukan kepada kita segala sesuatu yang Ia dengar dari Bapa (bdk. Yoh. 15:15). Maka, kita juga harus menjadikan Yesus sebagai sahabat sejati dalam hidup kita. Mari kita datang kepada-Nya setiap hari di dalam doa, dan mendengarkan sabda-Nya, dengan setia membaca dan merenungkan Kitab Suci setiap hari. Melalui persahabatan yang sejati dengan Tuhan dan sesama, kita akan memperoleh keselamatan yang berasal dari Tuhan.





Share:

Friday, 13 September 2019

KESETIAAN TUHAN

Hari Minggu Biasa XXIV: 

(15 September 2019)

P. Vinsensius, Pr.





Saudara-saudari terkasih, Tuhan selalu setia kepada manusia. Hanya manusia saja yang selalu tidak setia kepada Tuhan. Kesetiaan Tuhan tampak dalam Bacaan Pertama dari Kitab Keluaran. Allah setia menolong umat Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Tetapi, apa balas dari mereka? Mereka malah mengkhianati Tuhan! Mereka membuat berhala untuk disembah! Baru saja mereka ditinggalkan oleh Musa - karena Musa pergi ke Gunung Sinai untuk menerima Sepuluh Perintah Allah - mereka sudah melakukan dosa yang berat! Perbuatan dosa ini membuat Tuhan murka terhadap umat Israel, sehingga Tuhan mau membinasakan mereka semua. Namun, Musa sebagai utusan Allah, memohon pengampunan bagi umatnya. Karena kemurahan hati Allah, dan kerahiman-Nya, maka Ia mau mengampuni dosa umat Israel. Inilah bukti dari kesetiaan Tuhan kepada manusia, walaupun manusia selalu mengingkari janjinya terhadap Tuhan.

Kesetiaan Tuhan tampak nyata dalam diri Yesus Kristus. Dalam Bacaan Injil yang diambil dari Injil Lukas dikisahkan, bahwa Yesus dekat dengan orang-orang yang berdosa. Persahabatan Yesus dengan orang berdosa mempunyai satu tujuan yang luhur, yaitu supaya mereka bertobat. Namun, misi Yesus ini ternyata tidak disukai oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat. Mereka bersungut-sungut karena Yesus mau menerima orang-orang berdosa dan makan bersama mereka. Sesuatu yang tidak masuk akal bagi para pemuka agama Yahudi.

Dengan latar belakang situasi seperti ini, maka Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang gembala yang baik. Gembala yang baik itu mempunyai 100 ekor domba. Ketika 1 ekor itu pergi dan tersesat, maka ia akan pergi mencari yang hilang itu sampai ia menemukannya. Ada suatu kegembiraan yang besar, jika ia menemukan 1 ekor yang tersesat itu. Demikian pula dengan Tuhan Yang Maha Setia. Ia akan berusaha mencari umat-Nya yang hilang dan tersesat karena dosa. Ia akan mendekati mereka, makan bersama mereka, dan mewartakan Kabar Gembira Keselamatan Allah kepada mereka, supaya mereka bertobat. Jika orang berdosa itu bertobat, maka akan ada suatu kegembiraan yang besar di surga.

Saudara-saudari terkasih, pertanyaan yang patut kita renungkan hari ini adalah: “Apakah kita sudah setia kepada Tuhan?”  “Ataukah kita sering kali mengkhianati Tuhan dengan melakukan dosa?” Bacaan-bacaan suci pada hari ini mengajarkan kita semua untuk tetap setia kepada Tuhan, sama seperti Tuhan yang tetap setia kepada kita. Walaupun kita pernah jatuh ke dalam dosa, jangan sampai dosa itu membuat kita menjadi tidak setia lagi kepada Tuhan. Mari kita bangkit lagi! Mari kita menyesali segala dosa yang pernah kita perbuat dan memohon ampun kepada Tuhan. Tuhan pasti akan mengampuni dosa kita, asalkan kita sungguh-sungguh bertobat dan ingin kembali kepada-Nya. 

Kesetiaan Tuhan menjadi teladan yang baik bagi kita untuk senantiasa setia kepada Tuhan dan sesama. Tuhan telah memberikan contoh kepada kita bagaimana bersikap setia, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan cobaan. Maka, marilah kita tetap setia kepada Tuhan, dan setia kepada janji yang kita ucapkan di hadapan Tuhan. Hanya dengan kesetiaan, maka kita akan menerima keselamatan yang dijanjikan Tuhan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya.  



P. Vinsensius, Pr.

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau

berkarya di Paroki Katedral "Hati Kudus Yesus" Sanggau




Share:

Monday, 9 September 2019

what we can do "Gereja St.Paulus Ensibo"

tatakatolik.com - Saat membaca judul postingan ini tentu donk  kita sudah punya gambaran, bahwa hal ini mengajak kita untuk barangkali sejenak berpikir, apa yang bisa kita lakukan dan HARUS kita lakukan. Setelah beberapa kali ikut Tim UMDU jadi punya kesempatan untuk melihat kondisi Kapel di kampung-kampung. Ada yang sudah sangat layak, sehingga serasa adem ayem saat di dalam nya, namun ada pula yang membuat konsentrasi ibadah terbagi karena harus memikirkan kondisi "Kok begini ya?, atau kok begitu ya?".

Nah....!!!.
Sebelumnya penulis minta maaf kok bahasa redaksi nya jadi gini? gak formal banget?. yach.....!! karena saya sedang tidak ingin mengajak anda mengerutkan kening, cuma mau ajak LETAKIN JARI TELUNJUK DI DAGU, Sambil kedua mata ngelirik ke kanan atas (Kayak rada-rada juling gitu). Dan saya ingin mengajak kita semua untuk menjelajah kesebuah Kampung lewat guliran jari anda dengan tetap fokus di Hp atau gadget anda.

Ada yang belum pernah ke Kampung ENSIBO?

Gak perlu dijawab...!!!!, apalagi kalau pertanyaan nya di lempar sama "CINA" (Nama salah satu OMK Parsok dari wilayah Ensibo). di Kampung ini sudah berdiri cukup gagah sebuah kapel yang menurut tuturan dari salah satu narasumber yang bisa dipercaya di pakai oleh 4 RT untuk beribadah setiap minggunya.

Nah.......!!! trus kenapa EMANG?!

Tunggu dulu, yuk....!!! sambil liat-liat foto barangkali bisa membantu saya bercerita...!! dan membantu pemikiran anda yang udah mulai bosen baca.

Gambar 1 (Bangunan kapel Tampak Depan)
Nah.... yang barusan kita lihat adalah keadaan tampak paling depan gereja / Kapel Santo  Paulus Ensibo. Kern kan....?!!!!, haha......!!!, Emang Kern....!!!, tapi bukan itu masalahnya gaes....!!!, cie....!!!.

Yuk kita lanjut ke gambarberikutnya

Gambar 2 (Ban Bekas di Samping Kiri Kapel)
Nah.....!!! kalau kita sedikit melirik ke sebelah kiri, tepat nya persis di tepi jalan, apa yang bisa anda lihat?.. "BAN BEKAS?" yups.....!!! anda benar dan saya pastikan mata anda masih sangat normal. kalau begitu nanti saya ceritain apa maksud ban-ban bekas ini.

Kita lanjut melihat pemandangan lainnya.... Cie...."PEMANDANGAN"
(Gambar 3: silahkan bikin caption sendiri)

(Gambar 4 " itu sama dengan gambar 3)
Setelah melihat gambar 3 dan 4 apa yang anda pikir kan.....??? pasti ada yang menjawab (UNDER CONSTRUCTION), jawaban anda sangat tidak salah.... dan juga belum terlalu benar. Oke kita lanjut ke gambar berikutnya. yang penting gambar nya udah kita kasi Nomor.
(Gambar 5 : Foto keramik lantai)

Kalu yang diatas adalah gambar keadaan lantai. WEISH....!!! kern udah pake keramik....!!. coba di Zoom...!!! udah pernah di poles pake semen ya gaes...!!!.
(Gambar 6 : tumpukan material semen)

Saat melihat tumpukan material semen yang ada di dalam kapel sempat terpikir di benak saya "SEMEN nya SURPLUS ya". Eh......loe...!!! jangan sok mikir sama ama gua...!!. Karna pemikiran kita sama-sama salah kalau gitu. Kita lewatkan dahulu gambar 6, dan lanjut ke gambar berikurnya.

(Gambar 7 : Foto ke arah altar)
Saat melihat foto dalam gambar 7 ini, mari kita tinggalkan bahasa-bahasa gaul. Kali ini saya ingin mengajak anda-anda semua mulai berpikir. dari Gambar 1 sampai dengan gambar 7 ini.Saya ingin mengajak kita semua yang tentu kami sadari, kita punya persepsi yang berbeda-beda, kemampuan berpikir yang berbeda-beda, kemampuan ekonomi yang juga berbeda-beda.

Perhatikan Kembali Gambar 1
Lirikkan mata mu ke arah atap terasnya. Kita akan melihat ada bagian yang terkelupas dan sudah nampak usang sekali. Sehingga perlu untuk di rapikan dan sedikit di polesi cat 

Perhatikan Kembali Gambar 2
Salah seorang umat Katolik Ensibo berinisial NKO berupaya untuk mengumpulkan ban bekas, yang menurut rencananya akan di pakai sebagai media untuk menanam bunga. Nah barangkali ada di antara kita yang punya ide briliant mengenai bunga apa yang cocok di tanam disana, yang barangkali nantinya bunga tersebut bisa dijadikan rangkaian bunga hidup di altar saat ibadat sabda maupun saat misa. 

Perhatikan Kembali Gambar 3 dan 4
Digambar tersebut nampak sedang dalam pengerjaan dek yang baru dipoles dempul, dan kita juga akan melihat kondisi tembok yang nampak masih kasar yang tentunya diperlukan jamahan berupa polesan dempul dan cat.

Perhatikan Kembali Gambar 5
Dari gambar kita akan melihat kondisi keramik yang sudah retak, yang tentu bisa membahayakan, sebab tepi-tepinya bisa menjadi sebuah jeratan, karena akan bisa melukai kaki umat tatkala tidak menggunakan alas kaki menuju ke altar.

Perhatikan Kembali Gambar 6
Nah... kalau tadi tadi saya sempat bilang material semen nya Surplus ternyata tidak terlalu salah. dan juga jauh dari benar. Adapun perihal tumpukan material semen tersebut yakni beberapa sak semen yang sudah ada diantaranya membatu, karena belum sempat terpasangkan sesuai dengan rencana peruntukannya.

Perhatikan Kembali Gambar 7 
Nah... dibagian ini diperlukan orang yang berjiwa seni untuk bisa mengatur peruntukan warnanya sehingga bisa lebih menarik.

LANTAS APA YANG DAPAT KITA PERBUAT?
Sesungguhnya Material sudah ada tersedia, dan jikalaupun ada yang masih kurang pihak Kapel menyampaikan bahwa dana nya masih ada. Dan selama ini pembangunan nya dilakukan dengan gotong royong oleh beberapa orang saja. NAH..., Kita selaku kaum muda atau siapapun yang tergerak hati nya. YUK...... !!! KITA SATUKAN PIKIRAN, KITA ATUR JADWAL DAN KITA MULAI CORET-CORET RENCANA KERJA. Untuk Mengadakan BAKSOS di Gereja Katolik Santo Paulus Ensibo.

Sekedar buat menyegarkan kembali ingatan kita. OMK Parsok pernah buat ini.
 

 Ditulis Oleh : H.Tatah
Telp/SMS/WA  : 082150708795
Share:

Thursday, 5 September 2019

SYARAT MENJADI MURID YESUS

(Hari Minggu Biasa XXIII: 8 Agustus 2019)

Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, menjadi murid Yesus tidak cukup hanya dibaptis saja, tetapi kita juga perlu memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh Yesus agar dapat menjadi murid-Nya. Ada empat syarat yang diberikan Yesus, yaitu:

Pertama, Mencintai Yesus di atas segala-galanya. Cinta ini harus total dan tidak dapat dikalahkan oleh apapun dan siapapun, bahkan keluarga sendiri. Makanya, Yesus menggunakan kata “membenci”, bukan berarti kita harus membenci keluarga kita, tetapi supaya kita mencintai Yesus di atas segala-galanya. Ketika kita mencintai Yesus secara total, maka ada resiko terjadinya pertentangan, baik dengan orang lain maupun keluarga. Maka, di situlah dituntut suatu pilihan dari diri kita: memilih Yesus atau yang lain? Mencintai Yesus atau yang lain? Kita hanya diberikan satu pilihan berhadapan dengan cinta kepada Yesus, karena kita tidak bisa mencintai Yesus sekaligus mencintai apa yang bertentangan dengan ajaran Yesus!

Kedua, Memanggul salib. Menjadi murid Yesus berarti harus siap menderita seperti Yesus. Seorang murid Yesus harus siap “memanggul salib kehidupannya” setiap hari. Jika ia tidak mau menderita demi Yesus, maka ia tidak layak menjadi murid Yesus. Penderitaan menjadi bagian dalam karya keselamatan Allah, karena tanpa penderitaan dan kematian, tidak ada kebangkitan. Tanpa penderitaan tidak ada keselamatan.

Ketiga, Mengikuti Yesus. Syarat ini sudah jelas! Bagaimana kita mau menjadi murid Yesus, kalau kita tidak mengikuti Yesus? Mengikuti Yesus berarti kita mau mentaati dan menuruti semua perintah dan ajaran Yesus. Seorang murid Yesus harus melakukan kehendak Allah, dan bukan kehendaknya sendiri.

Keempat, Melepaskan diri dari segala miliknya. Syarat yang terakhir ini tidak kalah beratnya. Seorang murid Yesus dituntut untuk melepaskan diri dari segala miliknya. Jika ia masih terikat dengan segala miliknya, maka ia tidak dapat menjadi murid Yesus. Keterikatan akan hal-hal duniawi membuat seseorang selalu tidak punya waktu buat Tuhan, karena sibuk dengan pekerjaannya dan hanya mengejar harta duniawi belaka, tanpa memikirkan keselamatan jiwanya.

Saudara-saudari terkasih, keempat syarat memang berat. Menjadi murid Yesus memang bukan sesuatu yang gampang. Yesus mengibaratkannya seperti seorang yang mau membangun menara yang tinggi dan seperti pasukan yang mau berperang, sehingga ia harus mempertimbangkan dulu matang-matang, apakah ia mampu menyelesaikan menara itu atau apakah ia bisa menang dalam perang tersebut?  Demikian pula dengan menjadi murid Yesus, kita perlu mempertimbangkan secara matang, apakah kita sungguh-sungguh ingin menjadi murid Yesus? Apakah kita ingin tetap menjadi murid Yesus? Atau kita lebih baik memilih mundur dan meninggalkan Yesus, karena tuntutan Yesus yang begitu berat ini? Semua keputusan ada di tangan kita, karena Yesus tidak pernah memaksa manusia untuk menjadi murid-Nya, tetapi Yesus memberikan kebebasan kepada manusia untuk dapat mengikuti-Nya dan mencintai-Nya secara total, dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Marilah kita mohon rahmat kebijaksanaan kepada Allah, agar kita dapat memilih apa yang benar dan berkenan kepada Allah, seperti Salomo. Kita harus sadar bahwa kita adalah makhluk yang fana dan hina. Kita tidak mampu memahami apa yang ada di bumi ini, apalagi segala sesuatu yang ada di surga. Namun, jika Allah mengutus Roh Kudus-Nya, maka kita akan diberikan kebijaksanaan yang menyelamatkan. Dengan bantuan rahmat Allah dan bimbingan Roh Kudus inilah kita bisa menjadi murid-murid Yesus yang sejati.


Pastor Vinsensius, Pr.
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
Berkarya di Paroki Katedral “Hati Kudus Yesus” Sanggau

Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive