BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Thursday, 31 October 2019

KEBANGKITAN ORANG MATI


Peringatan Arwah Semua Orang Beriman: 
(Sabtu, 2 November 2019)

Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, kematian bukanlah akhir dari segala-galanya, kita percaya, bahwa dengan kematian di dunia, maka terbukalah tabir kehidupan baru di surga. Hidup bukannya dilenyapkan, tetapi hanyalah diubah dari hidup yang fana menjadi hidup yang baka, abadi, dan kekal. Namun, untuk memasuki kehidupan yang kekal ini bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi butuh perjuangan, usaha, dan pengorbanan sepanjang hidup. Dan bagi mereka yang sudah meninggal dunia dan masih berada di api penyucian, membutuhkan doa-doa dari kita yang masih hidup di dunia ini, agar mereka dibebaskan dari segala dosa dan hukuman akibat dosa, sehingga mereka layak untuk memasuki kehidupan yang baru dan membahagiakan bersama Allah dan Para Kudus-Nya di surga.

Dengan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia, kita percaya akan adanya kebangkitan orang mati, sebagaimana yang diimani oleh Yudas Makabe dalam Bacaan Pertama tadi. Meskipun Yudas Makabe hidup sebelum kelahiran Yesus, tetapi ia sudah percaya akan kebangkitan. Harapan akan kebangkitan inilah yang menjadi dasar untuk mendoakan orang-orang yang sudah meninggal dunia, sebab bagi mereka tersedia pahala yang amat indah di surga. Yudas Makabe memberikan teladan bagi kita semua untuk senantiasa berdoa bagi para arwah dan mempersembahkan kurban penebusan dosa bagi mereka.

Harapan akan kebangkitan orang mati tergenapi secara sempurna di dalam diri Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus menegaskan, bahwa semua orang yang telah dipersatukan dengan Kristus akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Artinya, sama seperti Yesus yang telah mengalami kebangkitan yang mulia, orang-orang beriman yang sudah meninggal juga akan mengalami kebangkitan badan dan kehidupan yang kekal.

Iman akan kebangkitan bersumber pada sabda Tuhan Yesus sendiri, sebagaimana yang telah kita dengarkan dalam Bacaan Injil tadi. Tuhan Yesus menjanjikan kehidupan kekal dan kebangkitan badan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Yesus telah turun dari surga untuk melakukan kehendak Bapa-Nya, yaitu supaya setiap orang yang percaya kepada Kristus memperoleh hidup yang kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman.

Saudara-saudari terkasih, seraya kita menantikan dengan penuh harapan kebangkitan orang mati yang akan terjadi pada akhir zaman, marilah sekarang kita berdoa bagi arwah semua orang beriman, baik anggota keluarga kita, maupun orang lain yang membutuhkan doa-doa kita, semoga mereka semua dibersihkan dari segala noda dosa dan dibebaskan dari hukuman akibat dosa, sehingga mereka boleh memasuki kediaman abadi dan menikmati kebahagiaan kekal bersama Allah dan para kudus-Nya di surga. Mari kita juga berdoa bagi arwah-arwah yang tidak pernah didoakan oleh anggota keluarganya, semoga mereka juga boleh mengalami penebusan dosa dan menikmati keselamatan abadi di surga. Dan marilah kita persatukan semua doa-doa kita dengan kurban Kristus, yang dihadirkan kembali dalam Ekaristi Kudus ini. Semoga kurban salib Kristus ini memberikan rahmat penebusan dosa bagi jiwa-jiwa yang kita doakan pada hari ini.







Share:

MELALUI MARIA KEPADA YESUS


Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.





Saudara-saudari terkasih, kita tidak bisa memisahkan kehidupan Yesus dari kehidupan Bunda Maria. Bunda Maria senantiasa hadir dalam seluruh kehidupan Yesus, sejak Ia dikandung di dalam rahimnya sampai kelahiran-Nya, dari kelahiran sampai kematian-Nya di atas kayu salib, dan bahkan sampai kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, Bunda Maria tetap setia mendampingi Yesus, Puteranya yang terkasih.

Yesus sendiri pun memulai dan mengakhiri karya Keselamatan-Nya dengan melibatkan Bunda Maria. Hal ini dapat kita lihat pada kisah pernikahan di Kana yang di Galilea. Berkat permohonan dari Bunda Maria, akhirnya Yesus mengadakan mukjizat-Nya yang pertama, yaitu mengubah air menjadi anggur. Yang terpenting dari mukjizat ini bukan anggurnya, tetapi Kemuliaan Allah yang dinyatakan oleh Yesus, sehingga murid-murid-Nya menjadi percaya kepada-Nya. Dan dari peristiwa ini kita juga bisa melihat peran Bunda Maria sebagai perantara doa kita kepada Yesus.

Tidak hanya di awal karya-Nya Yesus melibatkan Bunda Maria, tetapi di akhir karya-Nya juga Yesus tetap melibatkan Bunda Maria. Sebelum Yesus menghembuskan nafas terakhir-Nya di atas kayu salib, Yesus memberikan perintah yang amat penting kepada Bunda-Nya dan juga kepada murid-murid-Nya. Di bawah kaki salib, Yesus menyerahkan Maria kepada Gereja, dengan bersabda kepada Rasul Yohanes, “Anak, inilah ibumu.” Demikian pula kepada Maria, Yesus menyerahkan Gereja-Nya, dengan bersabda, “Ibu, inilah anakmu”. Dengan demikian, sekarang Maria bukan saja menjadi Bunda Yesus, tetapi juga Bunda Gereja, Bunda kita semua.

Saudara-saudari terkasih, Allah telah memulai karya keselamatan-Nya melalui diri Maria, dengan memilihnya menjadi Ibu Tuhan, yang akan mengandung dan melahirkan Yesus, Juruselamat kita. Sampai saat ini pun Allah senantiasa melibatkan Bunda Maria dalam memelihara Gereja, Umat Allah yang beriman. Maka, marilah kita senantiasa berdevosi kepada Bunda Maria, tidak hanya pada bulan Oktober saja, tetapi di setiap bulan, di sepanjang tahun, kita harus tetap berdevosi kepada Bunda Maria. Kita percaya, bahwa doa-doa yang kita sampaikan kepada Bunda Maria, akan disampaikannya kepada Yesus, Puteranya.

Namun, berdevosi saja tidak cukup, jika kita tidak merayakan Ekaristi, sebab puncak dari iman kita adalah Perayaan Ekaristi, di mana Yesus hadir secara nyata di dalam Sabda dan Sakramen Mahakudus. Maka, selain rajin berdevosi, kita juga harus rajin mengikuti Perayaan Ekaristi. Dengan demikian, kita akan sungguh-sungguh merasakan karya Keselamatan Allah yang dikerjakan-Nya melalui Bunda Maria, dan Yesus Kristus, Putera-Nya. Devosi yang sejati kepada Bunda Maria akan mengantar kita kepada puncak iman kita, yaitu Perayaan Ekaristi, sebab melalui Bunda Maria, kita akan sampai kepada Yesus.



Share:

Friday, 25 October 2019

DOA DAN PERBUATAN


Hari Minggu Biasa XXX: 27 Oktober 2019

Pastor Vinsensius, Pr.


Image result for pharisees and tax collector prayer


Saudara-saudari terkasih, kita tidak bisa memisahkan antara doa dan sikap hidup. Keduanya saling berkaitan satu sama lain. Apa yang kita hidupi itulah yang kita doakan. Demikian pula sebaliknya, apa yang kita doakan itulah yang kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari.

Doa kita mencerminkan sikap hidup kita sehari-hari, karena doa itu muncul dari lubuk hati kita yang paling dalam. Demikian pula dengan sikap hidup kita, yang tampak dalam segala perbuatan dan perkataan kita, juga meluap dari kedalaman hati kita. Apa yang tampak di luar dari diri kita mencerminkan apa yang tidak tampak, yang ada di dalam diri kita.

Injil hari ini mengisahkan kepada kita, bahwa sikap hidup dan karakter sesorang tampak dari cara ia berdoa dan isi dari doanya. Untuk menjelaskan hal ini, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang Farisi dan pemungut cukai yang sedang berdoa di Bait Allah. Keduanya sama-sama berdoa. Tetapi yang membedakan mereka adalah cara dan isi dari doa mereka.

Orang Farisi ini berdoa dengan cara yang angkuh, ia berdiri dengan sombong, lalu berdoa. Isi dari doanya pun mengungkapkan keangkuhan dirinya. Memang ia mengucap syukur kepada Allah, tetapi bukan karena Allah ia bersyukur, tetapi karena dirinya sendiri. Ia memuji-muji dirinya, dan menjelek-jelekkan orang lain di hadapan Allah. Sedangkan, pemungut cukai ini berdiri jauh-jauh, menunduk, dan memukul-mukul dirinya. Hal ini mengungkapkan bahwa ia tidak layak dan pantas di hadapan Tuhan, karena ia sadar bahwa ia adalah seorang pendosa. Maka, di dalam doa ia memohon ampun kepada Tuhan, agar Tuhan mengasihaninya. Akhirnya, Tuhan berkenan kepada doa dari si pemungut cukai ini, dan ia pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah. Sedangkan doa orang Farisi itu tidak berkenan di hati Allah, dan ia pulang sebagai orang yang tidak dibenarkan oleh Allah.

Saudara-saudari terkasih, dari perumpamaan ini kita dapat belajar tentang sikap hidup dan doa. Kita harus bersikap rendah hati, baik dalam sikap hidup yang tampak dalam setiap perkataan, perbuatan, dan tingkah laku kita, maupun di dalam setiap doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Hanya doa orang yang rendah hati yang didengarkan dan dikabulkan oleh Tuhan.

Sikap rendah hati ini digambarkan oleh Putra Sirakh seperti orang miskin yang selalu berharap pertolongan dari Tuhan, karena baginya tidak ada penolong lain selain daripada Tuhan. Maka, Putra Sirakh mengatakan, bahwa “doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sebelum mencapai tujuannya.” Kita harus menjadi orang yang miskin di hadapan Allah, yang selalu berharap kepada pertolongan Tuhan, karena tidak ada sesuatu lain yang dapat menolong kita, selain daripada Tuhan.

Marilah kita senantiasa bersikap rendah hati, dan menjauhkan segala macam kesombongan, baik di dalam perkataan, perbuatan, tingkah laku, dan cara hidup, maupun di dalam setiap doa-doa kita. Sikap rendah hati harus kita praktikkan di dalam sikap hidup dan doa, agar Tuhan berkenan kepada kita, dan mau menjawab setiap doa yang kita panjatkan kepada-Nya.













Share:

Saturday, 19 October 2019

DIBAPTIS DAN DIUTUS


Hari Minggu Biasa XXIX:
Hari Minggu Misi Sedunia Ke-93

Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, ada satu ungkapan yang menarik dari Paus Fransiskus dalam Pesannya untuk Hari Minggu Misi Sedunia yang ke-93 ini, yaitu: “Saya adalah sebuah misi, anda adalah sebuah misi, setiap pria dan wanita yang telah dibaptis adalah sebuah misi.” Misi artinya kita berani keluar dari diri kita sendiri, dan dari kenyamanan diri kita, untuk memberikan diri kepada sesama lewat pelayanan kita, yang didasari oleh kasih Allah.

Sesuai dengan tema Minggu Misi Sedunia tahun ini, yaitu “Dibaptis dan Diutus”, maka Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk merenungkan tentang makna pembaptisan dan perutusan kita sebagai murid-murid Kristus. Kehidupan ilahi telah dianugerahkan kepada kita melalui pembaptisan. Pembaptisan memberi kita kelahiran kembali dalam gambar dan rupa Allah, dan menjadikan kita anggota Gereja. Dalam hal ini, pembaptisan benar-benar diperlukan untuk KESELAMATAN. Melalui Pembaptisan, Allah memenuhi janji-Nya untuk menjadikan setiap orang: putra dan putri-Nya di dalam Kristus. Maka, dalam pembaptisan kita menerima asal mula dari semua kebapaan dan keibuan yang sejati. Misi kita berakar pada kebapaan Allah dan keibuan Gereja. Artinya, tugas Perutusan itu melekat di dalam Pembaptisan. Kita semua yang telah dibaptis, bukan saja sekedar dibaptis, tetapi juga diutus untuk menjadi pewarta kasih Allah kepada sesama. Dan isi dari pewartaan itu ialah ajaran Kristus dan Gereja-Nya.

Saudara-saudari terkasih, pertanyaan yang patut kita renungkan pada hari ini: “Apakah yang dapat kita lakukan dalam menjalankan misi ini, dalam melaksanakan tugas perutusan kita sebagai orang yang sudah dibaptis?” Ada tiga hal yang dapat kita lakukan, yaitu: Pertama, kita perlu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Misi yang sejati harus berakar kuat di dalam doa. Tanpa doa, pelayanan yang kita berikan hanya akan menjadi sekedar pekerjaan sosial yang tidak memberikan buah rohani di dalam kehidupan bersama. Maka, kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu, seperti yang Tuhan Yesus kehendaki dalam Bacaan Injil tadi.

Kita harus berdoa seperti Musa, yang berdoa memohon kemenangan bagi bala tentara Israel yang berperang melawan bangsa Amalek. Musa telah membuktikan kuasa dari doa itu. Ketika ia mengangkat tangannya, bangsa Israel menjadi kuat, tetapi ketika ia menurunkan tangannya bangsa Israel menjadi lemah.

Maka, sesuai dengan pesan Yesus dan teladan Musa, kita harus bertekun dalam doa. Kita berdoa bukan saja untuk kepentingan diri kita sendiri, tetapi juga untuk kepentingan Gereja secara universal. Kita berdoa, semoga misi Gereja Kristus di dunia ini dapat semakin berkembang, sehingga semakin banyak orang yang dapat mengalami Keselamatan yang berasal dari Tuhan.

Kedua, kita harus berpegang kuat kepada ajaran Tuhan yang tertulis di dalam Kitab Suci, sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius, bahwa Kitab Suci itu bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Misi Gereja berakar di dalam Doa dan Sabda Allah. Maka, selain berdoa kita juga harus tekun membaca dan merenungkan Sabda Tuhan yang tertulis di dalam Kitab Suci.

Ketiga, buah dari Doa dan Pembacaan Sabda Allah adalah karya kasih kepada sesama. Maka dari itu, kita juga harus mendukung karya misi Gereja dengan memberikan DERMA. Kolekte yang kita kumpulkan pada hari minggu ini akan diserahkan langsung ke Roma, guna mendukung karya misi Gereja di seluruh dunia. Persembahan yang kita berikan ini akan sangat berguna bagi misi Gereja-gereja Katolik yang ada di seluruh penjuru dunia, terutama negara-negara yang terpencil dan masih membutuhkan uluran tangan kita dalam menjalankan karya pelayanannya.

Marilah kita senantiasa menghidupkan semangat misi dalam diri kita, melalui Doa, Sabda, dan Derma, agar kita dapat sungguh-sungguh menghayati identitas kita sebagai murid-murid Kristus, yang dibaptis dan diutus untuk mewartakan kabar gembira Keselamatan Allah kepada semua orang.















Share:

Friday, 11 October 2019

MENJADI ORANG YANG TAHU BERTERIMA KASIH


Hari Minggu Biasa XXVIII: 
(13 Oktober 2019)


P. Vinsensius, Pr.





Ada dua kata yang sulit dan sering lupa kita ucapkan, yaitu: “Maaf dan Terima kasih”. Kita sulit mengucapkan maaf, mungkin karena kita merasa diri selalu benar dan tidak menyadari segala kesalahan yang telah diperbuat. Demikian pula kita sulit mengucapkan terima kasih, seolah-olah kita pantas menerima semua kebaikan dari orang lain dan dari Tuhan, tanpa harus mengucapkan terima kasih kepada mereka. Sikap inilah yang dicela oleh Tuhan Yesus, dan terjadi pada 9 orang kusta yang sudah disembuhkan oleh Yesus.

Injil hari ini menampilkan kepada kita kisah penyembuhan atas kesepuluh orang kusta. Mereka memohon belaskasih dari Yesus, agar Yesus mau menyembuhkan mereka. Memang Yesus tidak mengatakan iya atau tidak, tetapi Yesus langsung memberikan perintah supaya mereka memperlihatkan dirinya kepada imam, sebab dalam konteks orang Yahudi hanya imam yang berhak menyatakan: apakah seorang itu telah sembuh dari kusta atau belum, sehingga mereka dapat diterima kembali ke dalam jemaat Yahudi. Namun, sebelum mereka sampai kepada imam, ketika masih dalam perjalanan, secara ajaib mereka menjadi sembuh dari kustanya.

Kesepuluh orang kusta yang memohon kepada Yesus semuanya mengalami kesembuhan, tetapi anehnya hanya satu orang saja yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur kepada Allah atas kesembuhannya dan berlutut di hadapan Yesus. Yesus menjadi heran dan kecewa terhadap 9 orang kusta yang telah disembuhkannya itu, karena mereka tidak tahu berterima kasih. Mereka hanya bisa meminta, tetapi tidak tahu berterima kasih. Sedangkan orang Samaria yang tahu berterima kasih ini dipuji oleh Yesus. Yesus mengutusnya dan memberikan kepadanya anugerah keselamatan. Karena imannya, ia tidak hanya mendapatkan kesembuhan tetapi juga keselamatan yang berasal dari Tuhan.

Dalam hidup sehari-hari kita juga sering bersikap seperti 9 orang kusta yang tidak tahu berterima kasih. Kita hanya bisa meminta sesuatu dari Tuhan atau orang lain, tetapi kita tidak tahu berterima kasih. Sikap ini sungguh tidak berkenan kepada Tuhan! Tuhan ingin supaya kita menjadi orang yang tahu berterima kasih. Terima kasih itu harus kita wujudkan dalam perkataan dan juga perbuatan kepada Tuhan dan sesama. Melalui perkataan, kita harus membiasakan diri mengucapkan “terima kasih” kepada setiap orang yang telah memberikan bantuan kepada kita, apapun bentuknya, baik moril maupun materiil. Tetapi itu saja tidak cukup! Kita juga harus mewujudkan terima kasih itu di dalam setiap perbuatan, sikap dan tindakan kita sehari-hari dalam relasi kita dengan sesama. Misalnya, dengan membantu sesama kita yang membutuhkan bantuan kita.

Terima kasih juga harus kita sampaikan kepada Tuhan di dalam doa. Kita harus datang dan berlutut di hadapan Tuhan untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Tuhan. Maka, tidak cukup jika dalam doa kita hanya memohon ini dan itu kepada Tuhan, tetapi lupa berterima kasih kepada-Nya! Kita harus menyampaikan terima kasih kita kepada Tuhan, walaupun sebenarnya ucapan syukur kita sama sekali tidak akan menambah kemuliaan Tuhan, tetapi sangat berguna bagi keselamatan kita. (Lih. Prefasi Umum IV). Maka, marilah kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan di dalam doa dan karya. Di dalam doa kita harus menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, dan di dalam karya kita harus mewujudkan terima kasih itu melalui perbuatan baik kepada sesama. Dengan demikian, kita akan memperoleh rahmat keselamatan yang berasal dari Tuhan.


P. Vinsensius, Pr.
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
berkarya di Paroki Katedral "Hati Kudus Yesus" Sanggau





Share:

Thursday, 3 October 2019

TAMBAHKANLAH IMAN KAMI


Hari Minggu Biasa XXVII: 
(6 Oktober 2019)

Oleh: P. Vinsensius, Pr.





Seorang murid Yesus harus memiliki sikap seorang hamba. Tuhan Yesus mengumpamakannya seperti seorang hamba yang pulang bekerja dari ladang, ia masih harus melayani tuannya dengan menyediakan makanan bagi tuannya. Sampai tuannya selesai makan baru ia boleh makan. Ia melakukan semuanya itu tanpa mengharapkan pujian atau terima kasih, malah ia menganggap dirinya hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna dan ia hanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Betapa rendah hatinya sikap hamba ini. Ia telah melakukan yang terbaik, tetapi ia tidak mau memegahkan diri dan menyombongkan dirinya, melainkan tetap bersikap rendah hati.

Sikap yang rendah hati seperti ini hanya bisa dimiliki oleh seorang murid jika mereka memiliki iman. Maka, para murid meminta kepada Yesus, “Tambahkanlah iman kami!” Yesus tidak langsung mengabulkan permohonan mereka, tetapi Ia mau menjelaskan kepada para murid, supaya mereka tahu apa yang mereka minta, yaitu: apa gunanya memiliki iman? Yesus mengatakan bahwa iman walaupun hanya sebesar biji sesawi bisa memindahkan pohon ara ke laut. Artinya, dengan iman kita bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin, yang mustahil di hadapan manusia, tetapi sesungguhnya bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Termasuk memiliki sikap yang rendah hati seperti seorang hamba tadi, menuntut iman dari para murid.


Bagaimana caranya supaya kita memiliki iman yang kuat? Pertama-tama, kita perlu berdoa seperti para murid Yesus: “Tuhan, tambahkanlah iman kami.” Iman adalah karunia dari Tuhan. Kita tidak bisa memiliki iman, jika Tuhan tidak menganugerahkannya kepada kita. Maka dari itu, kita harus rajin berdoa dan memohon rahmat iman dari Tuhan.

Kedua, kita harus tetap percaya kepada Tuhan walaupun di tengah tantangan, cobaan, dan penderitaan. Kita mungkin sering kali mengeluh seperti Nabi Habakuk, karena banyaknya penindasan dan kejahatan di sekeliling kita, yang membuat kita menderita. Namun, tetaplah percaya kepada sabda Tuhan, yang disampaikan-Nya kepada Habakuk: “Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.” Meskipun banyak kejahatan yang terjadi di sekitar kita, jangan sampai kita ikut-ikutan di dalamnya, tetapi kita harus memberikan kesaksian akan hidup yang benar. Dengan demikian kita akan tetap hidup dalam perlindungan Tuhan.

Ketiga, kita harus tetap memegang ajaran yang sehat dan melakukannya di dalam iman dan kasih kepada Yesus, seperti yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada Timotius. Dunia saat ini menawarkan kepada kita berbagai macam ideologi dan ajaran yang menyesatkan! Maka, kita harus tetap berpegang pada ajaran Yesus sebagai yang pertama dan utama dalam hidup kita, dan melaksanakannya dalam kehidupan yang nyata. Dengan demikian, iman kita akan tetap kuat dan teguh.

Marilah kita senantiasa berdoa dan berusaha, agar iman kita tetap kuat. Tanpa doa dan usaha kita tidak akan memiliki iman sama sekali. Tetapi dengan doa dan usaha, maka kita akan memiliki iman yang sejati, yang mengakar kuat di dalam hati dan berbuah dalam tindakan nyata, yaitu perbuatan baik kepada sesama.







Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive