(Minggu Biasa XXIX: 21 Oktober 2018)
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Bapak, ibu, saudara-saudari, sering kali kekacauan
dalam Gereja terjadi, karena kepemimpinan Gereja disamakan begitu saja dengan
kepemimpinan duniawi. Latarbelakang dari profesi kita masing-masing bisa
mempengaruhi kepemipinan Gereja dan keutuhannya. Jika kita mencampur-adukan semuanya
itu, atau bahkan memaksakan unsur-unsur dan ukuran duniawi ke dalam urusan
Gerejawi, maka yang bakalan terjadi ialah hancurnya keutuhan dan kesatuan di
antara umat beriman. Maka, supaya kita bisa menghindari bahaya ini, kita perlu
memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun kehidupan kita bersama sebagai
umat Allah. Tuhan Yesus telah memberikan pedoman kepada kita dalam kepemimpinan
Gereja, dengan bersabda: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di
antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun
datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan
nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang."




















