BTemplates.com

3/Sports/post-per-tag

Friday, 13 September 2019

KESETIAAN TUHAN

Hari Minggu Biasa XXIV: 

(15 September 2019)

P. Vinsensius, Pr.





Saudara-saudari terkasih, Tuhan selalu setia kepada manusia. Hanya manusia saja yang selalu tidak setia kepada Tuhan. Kesetiaan Tuhan tampak dalam Bacaan Pertama dari Kitab Keluaran. Allah setia menolong umat Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Tetapi, apa balas dari mereka? Mereka malah mengkhianati Tuhan! Mereka membuat berhala untuk disembah! Baru saja mereka ditinggalkan oleh Musa - karena Musa pergi ke Gunung Sinai untuk menerima Sepuluh Perintah Allah - mereka sudah melakukan dosa yang berat! Perbuatan dosa ini membuat Tuhan murka terhadap umat Israel, sehingga Tuhan mau membinasakan mereka semua. Namun, Musa sebagai utusan Allah, memohon pengampunan bagi umatnya. Karena kemurahan hati Allah, dan kerahiman-Nya, maka Ia mau mengampuni dosa umat Israel. Inilah bukti dari kesetiaan Tuhan kepada manusia, walaupun manusia selalu mengingkari janjinya terhadap Tuhan.

Kesetiaan Tuhan tampak nyata dalam diri Yesus Kristus. Dalam Bacaan Injil yang diambil dari Injil Lukas dikisahkan, bahwa Yesus dekat dengan orang-orang yang berdosa. Persahabatan Yesus dengan orang berdosa mempunyai satu tujuan yang luhur, yaitu supaya mereka bertobat. Namun, misi Yesus ini ternyata tidak disukai oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat. Mereka bersungut-sungut karena Yesus mau menerima orang-orang berdosa dan makan bersama mereka. Sesuatu yang tidak masuk akal bagi para pemuka agama Yahudi.

Dengan latar belakang situasi seperti ini, maka Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang gembala yang baik. Gembala yang baik itu mempunyai 100 ekor domba. Ketika 1 ekor itu pergi dan tersesat, maka ia akan pergi mencari yang hilang itu sampai ia menemukannya. Ada suatu kegembiraan yang besar, jika ia menemukan 1 ekor yang tersesat itu. Demikian pula dengan Tuhan Yang Maha Setia. Ia akan berusaha mencari umat-Nya yang hilang dan tersesat karena dosa. Ia akan mendekati mereka, makan bersama mereka, dan mewartakan Kabar Gembira Keselamatan Allah kepada mereka, supaya mereka bertobat. Jika orang berdosa itu bertobat, maka akan ada suatu kegembiraan yang besar di surga.

Saudara-saudari terkasih, pertanyaan yang patut kita renungkan hari ini adalah: “Apakah kita sudah setia kepada Tuhan?”  “Ataukah kita sering kali mengkhianati Tuhan dengan melakukan dosa?” Bacaan-bacaan suci pada hari ini mengajarkan kita semua untuk tetap setia kepada Tuhan, sama seperti Tuhan yang tetap setia kepada kita. Walaupun kita pernah jatuh ke dalam dosa, jangan sampai dosa itu membuat kita menjadi tidak setia lagi kepada Tuhan. Mari kita bangkit lagi! Mari kita menyesali segala dosa yang pernah kita perbuat dan memohon ampun kepada Tuhan. Tuhan pasti akan mengampuni dosa kita, asalkan kita sungguh-sungguh bertobat dan ingin kembali kepada-Nya. 

Kesetiaan Tuhan menjadi teladan yang baik bagi kita untuk senantiasa setia kepada Tuhan dan sesama. Tuhan telah memberikan contoh kepada kita bagaimana bersikap setia, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan cobaan. Maka, marilah kita tetap setia kepada Tuhan, dan setia kepada janji yang kita ucapkan di hadapan Tuhan. Hanya dengan kesetiaan, maka kita akan menerima keselamatan yang dijanjikan Tuhan bagi kita semua yang percaya kepada-Nya.  



P. Vinsensius, Pr.

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau

berkarya di Paroki Katedral "Hati Kudus Yesus" Sanggau




Share:

Monday, 9 September 2019

what we can do "Gereja St.Paulus Ensibo"

tatakatolik.com - Saat membaca judul postingan ini tentu donk  kita sudah punya gambaran, bahwa hal ini mengajak kita untuk barangkali sejenak berpikir, apa yang bisa kita lakukan dan HARUS kita lakukan. Setelah beberapa kali ikut Tim UMDU jadi punya kesempatan untuk melihat kondisi Kapel di kampung-kampung. Ada yang sudah sangat layak, sehingga serasa adem ayem saat di dalam nya, namun ada pula yang membuat konsentrasi ibadah terbagi karena harus memikirkan kondisi "Kok begini ya?, atau kok begitu ya?".

Nah....!!!.
Sebelumnya penulis minta maaf kok bahasa redaksi nya jadi gini? gak formal banget?. yach.....!! karena saya sedang tidak ingin mengajak anda mengerutkan kening, cuma mau ajak LETAKIN JARI TELUNJUK DI DAGU, Sambil kedua mata ngelirik ke kanan atas (Kayak rada-rada juling gitu). Dan saya ingin mengajak kita semua untuk menjelajah kesebuah Kampung lewat guliran jari anda dengan tetap fokus di Hp atau gadget anda.

Ada yang belum pernah ke Kampung ENSIBO?

Gak perlu dijawab...!!!!, apalagi kalau pertanyaan nya di lempar sama "CINA" (Nama salah satu OMK Parsok dari wilayah Ensibo). di Kampung ini sudah berdiri cukup gagah sebuah kapel yang menurut tuturan dari salah satu narasumber yang bisa dipercaya di pakai oleh 4 RT untuk beribadah setiap minggunya.

Nah.......!!! trus kenapa EMANG?!

Tunggu dulu, yuk....!!! sambil liat-liat foto barangkali bisa membantu saya bercerita...!! dan membantu pemikiran anda yang udah mulai bosen baca.

Gambar 1 (Bangunan kapel Tampak Depan)
Nah.... yang barusan kita lihat adalah keadaan tampak paling depan gereja / Kapel Santo  Paulus Ensibo. Kern kan....?!!!!, haha......!!!, Emang Kern....!!!, tapi bukan itu masalahnya gaes....!!!, cie....!!!.

Yuk kita lanjut ke gambarberikutnya

Gambar 2 (Ban Bekas di Samping Kiri Kapel)
Nah.....!!! kalau kita sedikit melirik ke sebelah kiri, tepat nya persis di tepi jalan, apa yang bisa anda lihat?.. "BAN BEKAS?" yups.....!!! anda benar dan saya pastikan mata anda masih sangat normal. kalau begitu nanti saya ceritain apa maksud ban-ban bekas ini.

Kita lanjut melihat pemandangan lainnya.... Cie...."PEMANDANGAN"
(Gambar 3: silahkan bikin caption sendiri)

(Gambar 4 " itu sama dengan gambar 3)
Setelah melihat gambar 3 dan 4 apa yang anda pikir kan.....??? pasti ada yang menjawab (UNDER CONSTRUCTION), jawaban anda sangat tidak salah.... dan juga belum terlalu benar. Oke kita lanjut ke gambar berikutnya. yang penting gambar nya udah kita kasi Nomor.
(Gambar 5 : Foto keramik lantai)

Kalu yang diatas adalah gambar keadaan lantai. WEISH....!!! kern udah pake keramik....!!. coba di Zoom...!!! udah pernah di poles pake semen ya gaes...!!!.
(Gambar 6 : tumpukan material semen)

Saat melihat tumpukan material semen yang ada di dalam kapel sempat terpikir di benak saya "SEMEN nya SURPLUS ya". Eh......loe...!!! jangan sok mikir sama ama gua...!!. Karna pemikiran kita sama-sama salah kalau gitu. Kita lewatkan dahulu gambar 6, dan lanjut ke gambar berikurnya.

(Gambar 7 : Foto ke arah altar)
Saat melihat foto dalam gambar 7 ini, mari kita tinggalkan bahasa-bahasa gaul. Kali ini saya ingin mengajak anda-anda semua mulai berpikir. dari Gambar 1 sampai dengan gambar 7 ini.Saya ingin mengajak kita semua yang tentu kami sadari, kita punya persepsi yang berbeda-beda, kemampuan berpikir yang berbeda-beda, kemampuan ekonomi yang juga berbeda-beda.

Perhatikan Kembali Gambar 1
Lirikkan mata mu ke arah atap terasnya. Kita akan melihat ada bagian yang terkelupas dan sudah nampak usang sekali. Sehingga perlu untuk di rapikan dan sedikit di polesi cat 

Perhatikan Kembali Gambar 2
Salah seorang umat Katolik Ensibo berinisial NKO berupaya untuk mengumpulkan ban bekas, yang menurut rencananya akan di pakai sebagai media untuk menanam bunga. Nah barangkali ada di antara kita yang punya ide briliant mengenai bunga apa yang cocok di tanam disana, yang barangkali nantinya bunga tersebut bisa dijadikan rangkaian bunga hidup di altar saat ibadat sabda maupun saat misa. 

Perhatikan Kembali Gambar 3 dan 4
Digambar tersebut nampak sedang dalam pengerjaan dek yang baru dipoles dempul, dan kita juga akan melihat kondisi tembok yang nampak masih kasar yang tentunya diperlukan jamahan berupa polesan dempul dan cat.

Perhatikan Kembali Gambar 5
Dari gambar kita akan melihat kondisi keramik yang sudah retak, yang tentu bisa membahayakan, sebab tepi-tepinya bisa menjadi sebuah jeratan, karena akan bisa melukai kaki umat tatkala tidak menggunakan alas kaki menuju ke altar.

Perhatikan Kembali Gambar 6
Nah... kalau tadi tadi saya sempat bilang material semen nya Surplus ternyata tidak terlalu salah. dan juga jauh dari benar. Adapun perihal tumpukan material semen tersebut yakni beberapa sak semen yang sudah ada diantaranya membatu, karena belum sempat terpasangkan sesuai dengan rencana peruntukannya.

Perhatikan Kembali Gambar 7 
Nah... dibagian ini diperlukan orang yang berjiwa seni untuk bisa mengatur peruntukan warnanya sehingga bisa lebih menarik.

LANTAS APA YANG DAPAT KITA PERBUAT?
Sesungguhnya Material sudah ada tersedia, dan jikalaupun ada yang masih kurang pihak Kapel menyampaikan bahwa dana nya masih ada. Dan selama ini pembangunan nya dilakukan dengan gotong royong oleh beberapa orang saja. NAH..., Kita selaku kaum muda atau siapapun yang tergerak hati nya. YUK...... !!! KITA SATUKAN PIKIRAN, KITA ATUR JADWAL DAN KITA MULAI CORET-CORET RENCANA KERJA. Untuk Mengadakan BAKSOS di Gereja Katolik Santo Paulus Ensibo.

Sekedar buat menyegarkan kembali ingatan kita. OMK Parsok pernah buat ini.
 

 Ditulis Oleh : H.Tatah
Telp/SMS/WA  : 082150708795
Share:

Thursday, 5 September 2019

SYARAT MENJADI MURID YESUS

(Hari Minggu Biasa XXIII: 8 Agustus 2019)

Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, menjadi murid Yesus tidak cukup hanya dibaptis saja, tetapi kita juga perlu memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh Yesus agar dapat menjadi murid-Nya. Ada empat syarat yang diberikan Yesus, yaitu:

Pertama, Mencintai Yesus di atas segala-galanya. Cinta ini harus total dan tidak dapat dikalahkan oleh apapun dan siapapun, bahkan keluarga sendiri. Makanya, Yesus menggunakan kata “membenci”, bukan berarti kita harus membenci keluarga kita, tetapi supaya kita mencintai Yesus di atas segala-galanya. Ketika kita mencintai Yesus secara total, maka ada resiko terjadinya pertentangan, baik dengan orang lain maupun keluarga. Maka, di situlah dituntut suatu pilihan dari diri kita: memilih Yesus atau yang lain? Mencintai Yesus atau yang lain? Kita hanya diberikan satu pilihan berhadapan dengan cinta kepada Yesus, karena kita tidak bisa mencintai Yesus sekaligus mencintai apa yang bertentangan dengan ajaran Yesus!

Kedua, Memanggul salib. Menjadi murid Yesus berarti harus siap menderita seperti Yesus. Seorang murid Yesus harus siap “memanggul salib kehidupannya” setiap hari. Jika ia tidak mau menderita demi Yesus, maka ia tidak layak menjadi murid Yesus. Penderitaan menjadi bagian dalam karya keselamatan Allah, karena tanpa penderitaan dan kematian, tidak ada kebangkitan. Tanpa penderitaan tidak ada keselamatan.

Ketiga, Mengikuti Yesus. Syarat ini sudah jelas! Bagaimana kita mau menjadi murid Yesus, kalau kita tidak mengikuti Yesus? Mengikuti Yesus berarti kita mau mentaati dan menuruti semua perintah dan ajaran Yesus. Seorang murid Yesus harus melakukan kehendak Allah, dan bukan kehendaknya sendiri.

Keempat, Melepaskan diri dari segala miliknya. Syarat yang terakhir ini tidak kalah beratnya. Seorang murid Yesus dituntut untuk melepaskan diri dari segala miliknya. Jika ia masih terikat dengan segala miliknya, maka ia tidak dapat menjadi murid Yesus. Keterikatan akan hal-hal duniawi membuat seseorang selalu tidak punya waktu buat Tuhan, karena sibuk dengan pekerjaannya dan hanya mengejar harta duniawi belaka, tanpa memikirkan keselamatan jiwanya.

Saudara-saudari terkasih, keempat syarat memang berat. Menjadi murid Yesus memang bukan sesuatu yang gampang. Yesus mengibaratkannya seperti seorang yang mau membangun menara yang tinggi dan seperti pasukan yang mau berperang, sehingga ia harus mempertimbangkan dulu matang-matang, apakah ia mampu menyelesaikan menara itu atau apakah ia bisa menang dalam perang tersebut?  Demikian pula dengan menjadi murid Yesus, kita perlu mempertimbangkan secara matang, apakah kita sungguh-sungguh ingin menjadi murid Yesus? Apakah kita ingin tetap menjadi murid Yesus? Atau kita lebih baik memilih mundur dan meninggalkan Yesus, karena tuntutan Yesus yang begitu berat ini? Semua keputusan ada di tangan kita, karena Yesus tidak pernah memaksa manusia untuk menjadi murid-Nya, tetapi Yesus memberikan kebebasan kepada manusia untuk dapat mengikuti-Nya dan mencintai-Nya secara total, dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Marilah kita mohon rahmat kebijaksanaan kepada Allah, agar kita dapat memilih apa yang benar dan berkenan kepada Allah, seperti Salomo. Kita harus sadar bahwa kita adalah makhluk yang fana dan hina. Kita tidak mampu memahami apa yang ada di bumi ini, apalagi segala sesuatu yang ada di surga. Namun, jika Allah mengutus Roh Kudus-Nya, maka kita akan diberikan kebijaksanaan yang menyelamatkan. Dengan bantuan rahmat Allah dan bimbingan Roh Kudus inilah kita bisa menjadi murid-murid Yesus yang sejati.


Pastor Vinsensius, Pr.
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
Berkarya di Paroki Katedral “Hati Kudus Yesus” Sanggau

Share:

Friday, 30 August 2019

Disdukcapil melakukan pelayanan Jemput bola di Paroki Sosok



Paroki Sosok - Disdukcapil Kabupaten Sanggau melakukan kunjungan pelayanan Jemput Bola pembuatan Akta Kelahiran dan Akta Perkawinan di Paroki Kristus Raja Sosok, pelayanan tersebut bertujuan untuk peningkatan Pencatatan Akta Perkawinan di Kabupaten Sanggau tahun 2019-2020, dalam paparan nya Ibu Theodora Febrianty,SH yang merupakan kasi Perkawinan dan Perceraian menjelaskan dasar kegiatan tersebut adalah UU Nomor 1 Tahun 1974 Bab I Pasal 2  yang berbunyi : 
  1. Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.
  2.  Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan tersebut sudah dilakukan dibeberapa Paroki diantaranya : Paroki Jangkang, Paroki Batang Tarang dan hari ini dilaksanakan di Paroki Kristus Raja Sosok.




Share:

Thursday, 29 August 2019

JADILAH RENDAH HATI


(Hari Minggu Biasa XXII: 1 September 2019)

Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, kita perlu belajar dari padi. Semakin ia berisi semakin ia merunduk. Demikian pula sebagai manusia, semakin tinggi jabatan kita, dan semakin banyak ilmu kita, kita harus juga semakin rendah hati. Itulah yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Kerendahan hati menjadi tema utama yang patut kita renungkan pada hari ini.

Dalam bacaan pertama, Putra Sirakh mengingatkan kita untuk bersikap sopan dalam bekerja, dan juga bersikap rendah hati, serta bersikap bijaksana. Ketiga hal ini sangat penting dalam kehidupan kita. Di tengah kemajuan zaman yang menggerus budaya kita, sehingga banyak orang tidak lagi mengenal sopan santun. Berbagai sarana bejalar sudah tersedia dan mudah diakses di mana-mana, tetapi banyak orang yang malah menjadi kurang ajar! Inilah tantangan hidup kita di zaman modern ini. Inilah krisis lingkungan hidup yang kita alami saat ini. Kita harus tetap mempertahanan budaya sopan santun terhadap sesama dalam setiap perkataan, perbuatan, dan tingkah laku kita.

Hal kedua yang patut kita perhatikan juga ialah sikap rendah hati. Putra Sirakh mengatakan, bahwa orang yang merendahkan dirinya akan mendapat karunia di hadapan Tuhan. Demikian pula sebaliknya, orang yang sombong akan ditimpa kemalangan dan keburukan akan berurat berakar di dalam dirinya, sehingga apa pun yang ia hasilkan semuanya adalah keburukan dan kejahatan.

Sikap yang rendah hati juga ditegaskan oleh Yesus di dalam Bacaan Injil tadi. Yesus bersabda, “Siapa saja yang meninggikan diri akan direndahkan, dan siapa saja yang merendahkan diri akan ditinggikan.” Artinya, orang yang sombong tidak disukai oleh Tuhan. Di hadapan Tuhan ia pandang hina dan akan menerima tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Sedangkan orang yang rendah hati akan mendapat tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga, sebab Tuhan suka akan sikap yang rendah hati.

Di tengah arus modernisasi ini, kesombongan menjadi hal yang utama di dalam hidup manusia. Banyak orang yang sombong, karena jabatannya atau kekayaannya. Kesombongan itu juga membuat ia “lupa daratan”. Atau lebih tepatnya lupa akan Surga. Ia bergaul dengan orang-orang yang selevel dengan dia saja, dan mengabaikan orang-orang yang miskin, menderita dan tersingkir. Dengan demikian ia tidak akan memperoleh kebahagiaan yang sejati, abadi dan kekal. Maka, sabda Yesus pada hari ini menegur kita semua untuk memberikan perhatian kita juga kepada orang-orang yang miskin, malang, sakit, menderita dan tersingkir. Memang secara material, mereka tidak dapat membalas semua perhatian, bantuan, dan kebaikan yang kita berikan. Tetapi Tuhan sendiri yang akan membalasnya pada Hari Kebangkitan orang-orang benar. “Upahmu besar di Surga,” sabda Tuhan.

Pesan ketiga yang disampaikan Putra Sirakh adalah agar kita menjadi orang yang bijaksana. Maka, kita perlu memiliki hati yang arif dan telinga yang pandai. Ada kaitan yang erat antara hati dan telinga, sebab dengan telinga kita “mendengarkan” dan dengan hati kita “merenungkan” kebijaksanaan.

Saudara-saudari terkasih, memasuki Bulan Kitab Suci Nasional ini, marilah kita memiliki hati yang arif dan telinga yang pandai dalam mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan. Dari Kitab Suci-lah kita memperoleh nasihat-nasihat yang penting bagi kehidupan kita sehari-hari, agar kita bisa mewartakan Kabar Baik di tengah krisis lingkungan hidup. Hanya dengan membaca dan mendengarkan sabda Tuhan, serta merenungkannya di dalam hati dan melakukannya dalam perbuatan nyata, maka kita akan mendapatkan karunia dan berkat dari Tuhan. Maka, marilah kita isi hari-hari kita dengan membuka Kitab Suci, membacanya dengan penuh perhatian, dan merenungkannya di dalam hati. Itulah satu-satunya jalan agar kita dapat melaksanakan kehendak Tuhan di dalam hidup kita sehari-hari.

Selamat memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2019.



Pastor Vinsensius, Pr
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
Berkarya di Paroki Katedral “Hati Kudus Yesus” Sanggau

Share:

Saturday, 24 August 2019

RAKERDA 1 LP3KD SEKABUPATEN SANGGAU



Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) mengadakan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pertama LP3KD Se-Kabupaten Sanggau, yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Agustus 2019, acara tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua LP3KD Provinsi Kalimantan Barat yakni bapak Drs.Ignasius Lyong,MM, hadir pula dalam acara tersebut wakil Bupati Sanggau Bapak Yohanes Ontot,M.Si yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum LP3KD Kabupaten Sanggau, serta beberapa pengurus LP3KD Kabupaten Sanggau yang juga menjadi nara sumber pemberi materi, yakni :
  1. Yakobus,SH,MH
  2. Daniel,S.Pd
  3. Susana Herpena,S.Sos
  4. Dr.Aloysius Mering

Pada hari pertama disampaikan 4 materi yang terbagi dalam 2 sesi yakni
  1. Eksistensi LP3KD
  2. Tugas dan fungsi pengurus LP3KD
  3. Penyampaian program kerja LP3KD Kabupaten Sanggau tahun 2019-2020
  4. Petunjuk teknis pesparani tingkat Nasional ke 2 di Kupang pada tahun 2020.
dan kegiatan diakhiri dengan rapat pleno untuk menentukan sistem seleksi peserta Perparani 2020 di NTT dengan kesepakatan bahwa peserta akan disaring dengan sistem ausisi.


Dihari berikutnya Sabtu, 24 Agustus 2019 acara diawali dengan misa syukur dan setelah itu dilanjutkan dengan pengukuhan kepengurusan LP3KD Tingkat Kecamatan, yang pengukuhannya di pimpin oleh Bapak Yohanes Onton,M.Si selaku Ketua Umum LP3KD Kabupaten Sanggau, usai itu diadakan pula acara ramah tamah dan sayonara.








Share:

Friday, 23 August 2019

PINTU SEMPIT MENUJU KESELAMATAN


(Hari Minggu Biasa XXI: 25 Agustus 2019)

Pastor Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, seringkali orang mengeluh: “Semakin saya dekat dengan Tuhan, semakin berat cobaan yang saya hadapi dan semakin banyak tantangannya.” Pernyataan ini muncul, karena banyak orang menganggap bahwa dengan dekat sama Tuhan semua cobaan dan tantangan akan hilang. Mereka lupa dengan perintah Yesus, supaya menyangkal diri dan memanggul salib setiap hari, serta mengikuti jejak Yesus. Maka, Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini mengingatkan kita semua bahwa untuk sampai kepada Keselamatan yang sejati kita perlu melalui pintu yang sempit.

Dalam Bacaan Injil yang barusan kita dengarkan tadi, Tuhan Yesus menanggapi pertanyaan dari seseorang tentang keselamatan. Tuhan Yesus meminta mereka supaya berjuang untuk masuk melalui “pintu yang sempit”. Banyak orang yang mau berusaha masuk tetapi tidak bisa. Mengapa? Karena mereka telah melakukan kejahatan! Untuk menjelaskan alasan ini, Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan tentang seorang tuan yang mengadakan perjamuan makan. Tuan itu menutup pintu rumahnya, padahal masih ada orang yang mau masuk dan ikut dalam perjamuan itu. Mereka memprotes tuan itu, karena mereka merasa sudah dekat dengan tuan itu. Mereka sudah pernah mendengarkan pengajarannya dan makan bersama dia. Tetapi tuan itu mengatakan dengan keras, bahwa ia tidak mengenal mereka, karena mereka telah melakukan kejahatan. Kejahatan inilah yang membuat mereka tidak layak untuk masuk ke dalam perjamuan makan bersama tuan ini.

Saudara-saudari terkasih, dengan perumpamaan tentang pintu yang sempit, Yesus ingin mengatakan bahwa mengikuti ajaran Yesus bukanlah hal yang gampang dan bukannya tanpa kesulitan, cobaan, dan tantangan. Perjuangan untuk menjadi murid-murid Yesus itu seperti seorang yang mau masuk melalui pintu yang sempit. Ia akan menemukan kesulitan, tantangan, kadang kehabisan akal, dan bahkan bisa sampai berputus asa. Namun, sesungguhnya, pintu yang sempit itulah akan membawa kita menuju kepada keselamatan kekal.

Pintu yang sempit itu adalah ajaran-ajaran Tuhan Yesus yang harus kita dengarkan dan kita renungkan, serta harus kita lakukan dalam kehidupan kita setiap hari. Ajaran yang mana? Ada banyak ajaran dari Tuhan Yesus, yaitu cinta kasih, pengampunan, keadilan, kejujuran, dan lain sebagainya. Kita akan mengetahui semua ajaran Tuhan Yesus, jika kita rajin membaca, mendengarkan, dan merenungkan Kitab Suci. Apakah hanya sampai di situ saja? Tidak! Kita masih harus melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Perumpamaan tentang perjamuan makan yang diadakan oleh sang tuan ini ingin menjelaskan kepada kita, apa yang terjadi jika seseorang tidak mau masuk melalui pintu yang sempit. Di hadapan Tuhan, ia tidak layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Mengapa? Karena ia telah melakukan kejahatan. Sekalipun ia mengaku bahwa ia pernah mendengarkan pengajaran Tuhan, dan pernah ikut dalam perjamuan Tuhan, namun jika ia tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dan malah melakukan kejahatan, maka ia tidak layak masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk senantiasa mendengarkan Sabda Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus mengetahui apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Maka, kita perlu membaca dan merenungkan Kitab Suci. Namun mengetahui saja tidak cukup, kita juga harus mengimani apa yang diajarkan oleh Tuhan di dalam Kitab Suci. Maka, kita perlu berdoa dan memohon rahmat iman dari Tuhan. Namun mengimani saja belumlah cukup, kita juga harus melakukan ajaran Tuhan yang kita imani itu. Maka, tugas kita selanjutnya adalah melakukan semua yang diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita masing-masing.

Marilah kita mohon rahmat dan bantuan dari Allah, agar kita dapat melaksanakan perintah Tuhan di tengah tantangan duniawi yang kita hadapi dan di tengah segala cobaan yang ada. Kita harus percaya, bahwa “pintu sempit” yang kita lewati ini akan membawa kita menuju kepada keselamatan yang sejati, yang berasal dari Allah sendiri.


Pastor Vinsensius, Pr.

Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
berkarya di Paroki Katedral "Hati Kudus Yesus" Sanggau



Share:

Monday, 19 August 2019

181 Umat Katolik Paroki Sosok Menerima Sakramen Krisma

Nuansa merah Putih meriah nya peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 74 seakan menjadi pendukung semaraknya penyambutan Krisma oleh 181 orang Umat Katolik di Paroki Kristus Raja Sosok, Acara tersebut di selenggarakan pada hari Minggu, 18 Agustus 2019 yang bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Kesurga.
Dalam perayaan tersebut nampak 3 orang Pastor dan Uskup Keuskupan Sanggau mengenakan pakaian merah putih, dan setidaknya 181 umat peserta Penerima Krisma mengenakan baju Putih.

Usai Misa Penyambutan Sakramen Krisma diadakan acara ramah tamah yang dilaksanakan di lapangan Volly dan parkir yang sudah di jamah oleh tangan-tangan profesional sehingga menjadi tempat yang sangat menarik. Dalam kegiatan tersebut nampak banyak sekali meja-meja yang tertata sajian makan siang, yang dipersembahkan oleh Umat Katolik Paroki Kristus Raja Sosok, baik dari Kring maupun stasi-stasi.
Foto Bersama Peserta Krisma Tingkat Umum

Foto Bersama Peserta Krisma Tingkat Pelajar
 Dalam acara ramah tamah tersebut diisi pula dengan persembahan lagu serta tarian sehingga membuat suasana semakin semarak.
Prosesi Penerimaan Sakramen Krisma


Misdinar yang terlibat dalam pelayanan




Ketua Panitia (Erik,S.Pd)



Pastor John Eddi,Pr (Pastor Kepala Paroki)


Mgr. Julius Giulio Mencuccini, C.P.

Pastor Fidelis Siagian,Pr

Sesi makan Bersaa


Share:

Thursday, 15 August 2019

HOMILI HARI KEMERDEKAAN


(Hari Raya Kemerdekaan RI ke-74: 17 Agustus 2019)

P. Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, Dalam Pembukaan UUD Negara Repubik Indonesia 1945 dikatakan, “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Maka, merayakan Hari Kemerdekaan ini juga adalah hak kita sebagai bangsa yang merdeka. Ada berbagai cara orang merayakan Hari Kemerdekaan ini. Ada yang dengan perlombaan, festival, pawai, dan acara-acara meriah lainnya. Namun, sebagai umat beriman kita jangan sampai lupa merayakan Kemerdekaan ini dengan bersyukur kepada Tuhan, sebab Kemerdekaan ini adalah karunia dari Tuhan, sebagaimana yang ditegaskan pula dalam UUD 1945: “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Maka, Misa Kudus pada hari ini merupakan ungkapan syukur kita kepada Allah yang telah mengaruniakan kepada kita kemerdekaan, yang telah kita alami selama 74 tahun ini. Sekaligus kita juga ingin merenungkan apa artinya kemerdekaan bagi kita sebagai murid-murid Kristus.

Saudara-saudari terkasih, kita semua dipanggil untuk Kemerdekaan, maka kita harus saling mengabdi dalam Cinta Kasih. Pemazmur mengajak kita semua untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hidup tanpa cela, hidup yang suci, dan menjauhi segala macam kejahatan. Rasul Petrus dalam suratnya juga mengingatkan kita semua untuk menjadi warga negara yang baik. Sebagai warga negara yang baik, kita harus taat kepada peraturan Negara, karena mereka yang memerintah Negara ini telah diserahkan tugas untuk menjamin kebaikan dalam kehidupan bersama, dan menghukum segala bentuk kejahatan. Maka, menghormati pemerintah dan menaati segala peraturan Negara menjadi wujud nyata dari iman kita kepada Allah.

Tuhan Yesus sendiri menghendaki kita agar menjalankan dengan baik kewajiban kita sebagai warga negara: “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Memang dalam Injil tadi permasalahan yang muncul adalah kewajiban membayar pajak. Tetapi, sebenarnya kewajiban kita sebagai warga negara lebih daripada persoalan membayar pajak. Mentaati segala peraturan yang ada di masyarakat, menegakkan keadilan sosial, dan mewujudkan kebaikan bersama juga menjadi kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. Maka, Sabda Yesus dapat menjadi pedoman bagi hidup kita, agar kita bisa memenuhi segala tugas, dan tanggung jawab, serta kewajiban kita, baik sebagai warga negara maupun sebagai anggota Gereja. Kita harus menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia seperti yang diserukan oleh Mgr. Soegijapranoto, Uskup pertama dari Indonesia.

Saudara-saudari terkasih, kesejahteraan sosial dan kebaikan bersama akan terwujud, jika ada kerja sama yang baik antara warga negara dan pemerintah. Maka, Putra Sirakh mengingatkan, agar pemerintah bersikap bijaksana, arif, dan bertanggung jawab, agar dapat menjamin ketertiban dan keteraturan di dalam Negara. Jabatan sebagai pemerintah adalah karunia dari Tuhan, sebab “Di dalam tangan Tuhan-lah terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat Tuhan mengaruniakan martabat.” Maka dari itu, kita harus menjauhi sikap saling membenci, dan jangan terpengaruh oleh nafsu duniawi, serta jangan jatuh dalam kesombongan dan kejahatan.

Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, pada perayaan Hari Ulang Tahun Negara kita Republik Indonesia yang ke-74 ini, kita berdoa bagi Negara kita, baik bagi pemerintah maupun seluruh warga negaranya, agar selalu dilindungi oleh Tuhan dan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dengan baik dan benar. Mari kita hening sejenak untuk menyampaikan doa-doa kita di dalam hati kita masing-masing.

 P. Vinsensius, Pr
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
berkarya di Paroki Katedral "Hati Kudus Yesus" Sanggau




Share:

Saturday, 10 August 2019

Baliho Kunjungan Pastoral dan Penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Kristus Raja Sosok

Berkenaan dengan jadwal kunjungan Uskup Keuskupan Sanggau di Paroki Kristus Raja Sosok dalam rangka Penerimaan Sakramen Krisma, telah di persiapkan beberapa hal oleh Kepanitiaan diantaranya Pembekalan Peserta Krisma, persiapan lokasi acara ramah tamah dan tidak pula ketinggalan persiapan pembuatan Spanduk Ucapan Selamat Datang dan Spanduk nama kegiatan yang akan di pasang di dalam gereja dengan ukuran 3x1 Meter.
Spanduk Nama Kegiatan yang akan dipasang di dalam gereja 

Spanduk Ucapan Selamat Datang yang akan dipasang di Pintu Gerbang

Share:

Thursday, 8 August 2019

MENJADI HAMBA YANG SETIA


(Hari Minggu Biasa XIX: 11 Agustus 2019)


P. Vinsensius, Pr.




Saudara-saudari terkasih, Injil pada hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menantikan Kedatangan Tuhan. Kedatangan Tuhan adalah salah satu misteri dari iman kita. Dikatakan misteri, karena kita tidak tahu kapan waktunya Tuhan akan datang. Tuhan akan datang pada saat yang tidak kita duga. Kedatangan Tuhan ini disebut sebagai akhir zaman, atau dalam bahasa populer sering disebut kiamat. Ini adalah sebuah misteri iman yang tidak bisa kita ketahui sepenuhnya dengan akal budi manusiawi kita, tetapi dengan iman kita percaya, bahwa Kedatangan Tuhan itu pasti akan terjadi. Kedatangan-Nya kita rindukan, seperti yang sering kita nyanyikan dalam ananemsis.

Dalam Syahadat Para Rasul, kita juga mengakui, bahwa kita percaya akan Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya ke dunia ini. Salah satu kalimat dalam Doa Aku Percaya, kita mengatakan: “Dari situ Ia akan datang, mengadili orang yang hidup dan yang mati.” Dari situ, artinya dari surga. Ia disini adalah Tuhan Yesus sendiri, yang dari surga akan datang kembali ke dalam dunia untuk menjadi Hakim Agung pada akhir zaman, yang mengadili orang hidup dan yang sudah mati. Inilah yang disebut dengan Pengadilan Terakhir. Peristiwa ini sangat penting, karena saat inilah keputusan terakhir, apakah kita akan masuk ke dalam Dunia yang baru atau tidak. Maka dari itu, kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut Kedatangan Tuhan.

Saudara-saudari terkasih, dalam hal mempersiapkan diri untuk menyambut Kedatangan Tuhan, Yesus memberikan dua perumpamaan, yaitu tentang hamba yang setia dan pencuri di malam hari. Kedatangan Tuhan diumpamakan seperti seorang tuan yang akan pulang dari pesta perkawinan. Entah kapan tuan itu akan pulang, entah tengah malam atau subuh? Maka, hambanya harus siap sedia dan berjaga-jaga menantikan kedatangan tuannya. Kedatangan Tuhan juga diumpamakan seperti seorang pencuri yang datang pada malam hari. Entah malam kapan pencuri itu akan datang? Malam ini atau besok malam? Atau hari apa? Tidak ada seorang pun yang tahu. Maka, sikap yang sama juga harus ada pada diri tuan rumah, yaitu bersiap sedia dan berjaga-jaga.   

Saudara-saudari terkasih, sikap bersiap sedia dan berjaga-jaga bukan berarti kita hanya diam saja, seperti orang yang ronda malam. Tetapi harus seperti seorang hamba yang setia, yang mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan tuannya. Tuhan Yesus bersabda, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat.” Mengangkat baju yang panjang dan mengikatnya pada pinggang adalah tanda siap untuk melakukan tugas. Seorang hamba yang setia akan selalu siap untuk menjalankan tugasnya, dan tidak pernah melalaikan satu pun pekerjaannya.
Entah itu mempersiapkan makanan, atau minuman, entah membersihkan rumah atau perabot rumah tangga, dan lain sebagainya. Intinya, ada suatu kegiatan yang bermanfaat, yang dilakukan dalam rangka menyambut kedatangan tuannya itu.

Lalu, apa ganjaran bagi seorang hamba yang setia? Tuhan Yesus bersabda, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.” Suatu ganjaran yang tidak pernah dibayangkan oleh seorang hamba, yaitu dilayani oleh tuannya sendiri. Peran akan dibalik, tuan sendiri akan mengikat jubahnya yang panjang pada pinggangnya dan melayani hamba-hambanya. Suatu kebahagiaan yang tidak pernah diduga dan tidak pernah disangka oleh para hamba tersebut.

Saudara-saudari terkasih, sama seperti para hamba yang setia, kita juga harus memiliki sikap bersiap sedia dan berjaga-jaga dalam menantikan Kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Kita tidak boleh lengah dan terbuai oleh kenikmatan dunia ini, sehingga kita lupa dengan Tuhan. Kita harus mengikuti teladan dari hamba yang setia, yang melakukan segala sesuatu yang baik untuk mempersiapkan kedatangan tuannya. Maka, kita juga harus melakukan hal-hal yang baik untuk mempersiapkan Kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Sikap yang perlu kita bangun adalah sikap batin yang selalu dekat dengan Tuhan. Selalu siap melayani Tuhan dalam diri sesama, terutama mereka yang miskin, menderita, dan tersingkir. Perhatian kita, kepedulian kita, dan bantuan kita, meskipun kecil sangat berarti bagi mereka yang sangat membutuhkannya. Dan bahkan apa yang kita lakukan bagi mereka yang paling hina ini, sebenarnya kita lakukan bagi Tuhan Yesus sendiri.

Maka, marilah saudara-saudari yang terkasih, kita meneladan sikap dari para hamba yang setia, dengan sikap yang selalu siap sedia dan berjaga-jaga, agar kelak kita didapati Tuhan dalam keadaan yang layak untuk masuk ke dalam Perjamuan-Nya yang abadi di dalam Kerajaan Surga. Berkat Allah senantiasa menyertai kita semua.


 P. Vinsensius, Pr
Imam Diosesan Keuskupan Sanggau
berkarya di Paroki Katedral "Hati Kudus Yesus" Sanggau



Share:

Recent

3/recent-posts

Music

3/Music/post-grid

BTemplates.com

https://kristusrajatv.blogspot.com/search/label/DPP?&max-results=10
Powered by Blogger.

Blog Archive


Fashion

3/Fashion/post-per-tag

Beauty

3/Beauty/post-per-tag

BKSN

Videos

3/Food/recent-videos

Technology

3/Technology/small-col-left

Sports

3/Sports/small-col-right

Fashion

3/Fashion/big-col-right

Nature

3/Nature/post-grid

Comments

3/recent-comments

Hari Raya

Business

3/Business/big-col-left

Subscribe Us

Pages - Menu

Pages - Menu

Blog Archive