Monday, 20 August 2018
Friday, 17 August 2018
PERSATUAN YANG ERAT DENGAN YESUS
(Minggu
Biasa XX: 19 Agustus 2018)
Bacaan Injil: Yoh. 6:51-58
Oleh: P. Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Setiap makanan dan minuman yang kita santap pasti
membawa dampak tertentu bagi kesehatan kita. Jika kita sering makan makanan
berlemak, maka kita akan kena kolesterol. Kalau kita keseringan minum alkohol,
maka kita akan kena penyakit liver, dan lain sebagainya. Banyak penyakit itu
muncul berasal dari makanan dan minuman yang kita santap. Namun, tidak dapat
kita pungkiri, banyak juga zat yang berguna bagi tubuh kita yang berasal dari
sari-sari makanan dan minuman. Artinya, makanan dan minuman memberikan efek
ganda bagi tubuh kita, di satu sisi memberikan kesehatan, namun di sisi lain
juga membawa penyakit bagi tubuh kita. Semua itu tergantung dari apa yang kita
konsumsinya, dan bagaimana cara kita mengkonsumsinya? Injil hari ini berbicara
tentang hal yang kurang lebih sama untuk menjelaskan tentang makanan rohani,
yaitu Tubuh dan Darah Kristus, yang hadir dalam rupa Roti Kehidupan.
Thursday, 16 August 2018
KERJA KITA PRESTASI BANGSA
(Hari Raya
Kemerdekaan RI Ke-73)
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Uskup
pertama Indonesia, Mgr. Albertus Soegija Pranata pernah mengatakan, bahwa kita
harus menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. Dalam konteks penjajahan pada
waktu itu, Mgr. Soegija juga ikut memperjuangkan kemerdekaan. Maka ia juga
digelari oleh Negara sebagai pahlawan nasional. Jika kita pernah nonton film
Soegija, kita akan mengetahui secara lengkap, apa saja bentuk perjuangan dari
Mgr. Soegija pada awal kemerdekaan, dan apa saja jasanya bagi Gereja Katolik
pada waktu itu. Perkataan Mgr. Soegija yang paling terkenal adalah “Kita harus
menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia.” Ungkapan ini tentu saja diinspirasi oleh
Sabda Tuhan Yesus sendiri, yang mengatakan, bahwa “Kita harus memberikan kepada
kaisar apa yang wajib diberikan kepada kaisar, dan kepada Allah, apa yang wajib
diberikan kepada Allah.” Sabda Tuhan Yesus inilah yang akan kita renungkan pada
Hari Kemerdekaan RI ini.
Wednesday, 15 August 2018
PELANTIKAN MISDINAR ST. TARSISIUS PAROKI KRISTUS RAJA SOSOK PERIODE 2018-2019
Suasana
penuh hikmat begitu terasa mengawali Misa Pelantikan Misdinar St. Tarsisius,
Paroki Kristus Raja Sosok. Semua anggota Misdinar berarak dari luar gereja
menuju ke dalam gereja. Musik instrumental mengiringi pembacaan Riwayat Hidup
St. Tarsisius, Martir dan Pelindung Misdinar. Bertepatan pula pada hari ini (15
Agustus 2018) merupakan Peringatan St. Tarsisius yang telah rela mengorbankan
nyawanya demi mempertahankan Sakramen Mahakudus dari serangan orang-orang
jahat. Dalam perarakan ini juga dibawa Foto St. Tarsisius dan Bendera Misdinar
Paroki Sosok.
![]() |
| Para Pengurus Misdinar Periode 2018-2019 |
Monday, 13 August 2018
GLADI BERSIH PELANTIKAN MISDINAR
Segala persiapan sudah dilalui oleh para anggota Misdinar Paroki Kristus Raja, Sosok. Kendati ada yang remidi dalam ujian Misdinar, namun mereka tetap bersemangat dalam memperbaiki nilainya, yakni dengan ujian ulang. Memang menjadi Misdinar butuh perjuangan. Semua ini bertujuan untuk melatih mereka, agar lebih tangguh dalam beriman, dan memiliki semangat pengorbanan dalam pelayanan kepada Gereja.
Sunday, 12 August 2018
UJIAN MISDINAR: PEMBENTUKAN KARAKTER SERIUS
Sejak
terbentuknya kepengurusan baru Misdinar St. Tarsisius pada bulan Juli yang lalu
telah direncanakan adanya Pelantikan Misdinar di Paroki Kristus Raja, Sosok. Sebagai
persiapan untuk Pelantikan Misdinar ini, para anggota Misdinar mengadakan Ujian
Misdinar. Selama tiga Minggu, mereka telah menerima materi yang diberikan oleh
Pembina Misdinar, yaitu mencakup: Spiritualitas Misdinar, Tata Perayaan
Ekaristi dan Maknanya, serta Janji-janji Misdinar. Maka, pada Minggu, 12
Agustus 2018, 47 orang anggota Misdinar mengikuti Ujian Misdinar di Gereja
Katolik Paroki Kristus Raja, Sosok. Ujian ini berlangsung dari pkl. 13.00
sampai 15.00 WIB.
Pengukuhan Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Sosok Periode 2018-2021
Pada hari ini Minggu 12 Agustus 2018 bertepatan dengan perayaan Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, Paroki Kristus Raja Sosok mengadakan kegiatan bersejarah yakni Upacara Pengukuhan Dewan Pastoral Paroki Periode 2018-2021. Dalam kegiatan bersejarah tersebut CU Semarong juga terlibat menanggung tugas liturgi yakni Bacaan Pertama, Kedua, Mazmur dan membacakan Pengumuman.
Setelah rangkaian misa dan pengukuhan diadakan pula acara ramah tamah dengan mengadakan makan bersama di Aula Paroki Kristus Raja Sosok.
Setelah rangkaian misa dan pengukuhan diadakan pula acara ramah tamah dengan mengadakan makan bersama di Aula Paroki Kristus Raja Sosok.
| Foto Bersama Pastor dan Pengurus DPP Paroki Kristus Raja Sosok Periode 2018-2021 |
Saturday, 11 August 2018
Renungan Katolik Minggu 12 Agustus 2018
SUKACITA
ROH KUDUS
(Hari
Raya St. Perawan Maria diangkat ke surga:
12 Agustus 2018)
Bacaan
Injil: Luk. 1:39-56
PENGANTAR
Pada hari ini kita
merayakan Hari Raya St. Perawan Maria diangkat ke surga. Namun, pertanyaan yang
patut kita ajukan ialah Bacaan Injil hari ini tidak berbicara sama sekali
tentang diangkatnya Bunda Maria ke surga. Bacaan Injil hari ini bercerita
tentang kisah Bunda Maria yang mengunjungi St. Elisabet, saudarinya. Terus, apa
hubungannya Bacaan Injil ini dengan Perayaan hari ini?
Memang perlu kita akui,
bahwa tidak ada satu pun kutipan dari Injil yang berbicara tentang kisah Bunda
Maria diangkat ke surga. Namun, sumber iman kita bukan saja dari Injil yang
tertulis, tetapi juga Tradisi Suci yang diwartakan turun temurun secara lisan. Tradisi
Suci inilah yang bersaksi tentang peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga. Berdasarkan
kesaksian iman para rasul, kita meyakini bahwa Bunda Maria adalah orang yang
suci dan tak bernoda. Dan berkat kebaikan Allah, Bunda Maria diangkat ke surga
dengan jiwa raganya.
Kemuliaan surgawi yang
dialami oleh Bunda Maria adalah sukacita abadi, baik secara jiwa maupun raga. Sukacita
ini bukan saja terjadi setelah Bunda Maria diangkat ke surga, namun telah
dialami oleh Bunda Maria sejak ia mengandung Putra Allah dari kuasa Roh Kudus. Maka,
sukacita ini adalah sukacita Roh Kudus. Sukacita Roh Kudus inilah yang dialami
oleh St. Elisabet, yang dikunjungi oleh Bunda Maria. Dan sukacita Roh Kudus
inilah yang akan kita renungkan pada hari ini.
Friday, 10 August 2018
Monday, 6 August 2018
Saturday, 28 July 2018
Renungan Katolik 29 Juli 2018
PERCAYA
KEPADA PENYELENGGARAAN ILAHI
(Hari
Minggu Biasa XVII, 29 Juli 2018. Bacaan Injil: Yoh. 6:1-15)
Oleh:
P. Vinsensius, Pr.
Baca Injil Disini
PENGANTAR
Salah satu sikap negatif yang
membuat kita tidak bisa maju adalah sikap tidak percaya diri atau minder. Baik
di sekolah, maupun di masyarakat, sikap minder ini membuat seseorang tidak akan
bisa berkembang, dan tidak mau mengembangkan dirinya, sebab ia selalu merasa
diri tidak mampu melakukan sesuatu. Ia tidak yakin akan kemampuannya, dan tidak
percaya kepada bantuan rahmat Allah. Sikap yang sama juga terdapat pada para
murid Kristus sebagaimana dalam Injil yang barusan kita dengarkan tadi.
Berhadapan dengan tantangan yang Yesus berikan, yaitu memberi makan orang
banyak, mereka tidak percaya dengan kemampuan mereka, dan juga tidak percaya
bahwa dengan bantuan Yesus, mereka bisa melakukannya.
Saturday, 21 July 2018
BERISTIRAHAT BERSAMA TUHAN (22 Juli 2018)
BERISTIRAHAT
BERSAMA TUHAN
(Hari
Minggu Biasa XVI, 22 Juli 2018)
Bac.
Injil: Mrk. 6:30-34
Oleh:
P. Vinsensius, Pr
Baca Injil Disini
Ketika
seseorang ditanya, “Mengapa tidak sembahyang ke Gereja?” Banyak orang yang
menjawab, karena sibuk dengan pekerjaannya, atau urusan pribadinya, dan lain
sebagainya. Jawaban ini seakan-akan menunjukkan bahwa urusan dunawi lebih
penting dan utama dari pada hal-hal yang bersifat rohani. Padahal keselamatan jiwa
kita tidak ditentukan semata-mata oleh hal-hal duniawi. Seharusnya, hal-hal
duniawi itu justru semakin mendorong kita untuk mengejar hal-hal surgawi.
Namun, yang sering terjadi malah sebaliknya. Maka, kisah dari para murid Yesus yang
kita dengarkan pada hari ini, menjadi teladan bagi kita untuk bisa
menyeimbangkan antara kesibukan harian kita dengan kehidupan rohani kita.
Friday, 13 July 2018
PANGGILAN PERUTUSAN (Minggu 15 Juli 2018)
(Hari
Minggu Biasa XV, 15 Juli 2018)
PENGANTAR
Setiap
panggilan pasti ada tujuannya. Tidak mungkin kita memanggil orang, tanpa tujuan
apa-apa. Sekalipun orang itu hanya “miscall”
saja, tetap ada tujuannya. Demikian pula dengan Tuhan Yesus, yang memanggil
para murid-Nya. Ada suatu tujuan tertentu dari panggilan menjadi murid-murid
Kristus. Dan tujuan dari panggilan itulah yang akan kita renungkan pada hari
ini.



















