Rabu, 5 September 2018, Tim UMDU (Umat Merasul Diantara Umat) melakukan Tourne ke Kampung Janjang. Ditengah kesibukan aktivitas mereka, umat masih mau meluangkan waktu untuk hadir di Gereja. Mereka begitu antusias terutama saat diajak membaca Ilustrasi dan diberikan kesempatan untuk membacakan Kitab Suci. Mereka juga nampak rilek saat Tim UMDU memberikan pertanyaan kepada mereka. Bapak Aquino Thomas yang merupakan salah satu Tim Umdu memulai terlebih dahulu sharing Iman berkenaan dengan keihklasan dalam memberi. Mendengar Sharing tersebut membuat mereka terpancing untuk juga ikut menceritakan pengalaman mereka terutama yang berkaitan dengan Iman Katolik. Ada diantaranya yang dengan tidak sungkan bercerita bahwa peranan orang lain begitu besar terhadap ketangguhan Iman Katoliknya, sebab beberapa kali iman nya di cobai sehingga sempat terbesit dalam pikirannya untuk berpaling dari Kristus. Dari sharing tersebut sangat menggugah hati, bahwasanya.
Wednesday, 12 September 2018
Tuesday, 11 September 2018
Peresmian Gereja Katedral Sanggau
Pada Hari
Ini Selasa, 11 September 2018, telah Dilaksanakan Pemberkatan Gereja Hati Kudus
Tuhan Yesus Katedral Sanggau.Yang
mana kegiatan tersebut diawali terlebih dahulu oleh iring-iringan peserta tendopoli pemimpin umat yang
berjumlah 1.862 peserta yang merupakan perwakilan dari 25 Paroki yang berasal
dari wilayah Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau selain dari pada itu
iring-iringan tersebut dimeriahkan pula oleh tabuhan dan atraksi barongsai.
Acara tersebut
Dihadiri Oleh 17 Uskup, Dan 2 Diantaranya Merupakan Uskup Emeritus. Yakni Mgr.Blasius
Pujarahardja Dan Mgr.Hieronimus Herculanus Bumbun,O.F.M.Cap,
![]() |
| Penandatanganan Prasasti Oleh Mgr.Ignatius Suharyo |
Friday, 7 September 2018
HUKUM UNTUK KEBAIKAN DAN KESELAMATAN:
Tend Pemimpin Umat
(Senin Biasa XXIII: 9 September 2018)
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Setiap hari kita berhadapan dengan berbagai aturan dan hukum yang ada di
masyarakat kita, entah hukum Negara maupun hukum adat. Sebagai pemimpin umat,
bapak-ibu, dan saudara-saudari sekalian pun ikut serta dalam menegakkan hukum dan
aturan Gereja yang berlaku bagi semua umat Katolik. Namun, pertanyaannya
sudahkah aturan dan hukum itu membawa kebaikan dan keselamatan bagi umat yang
kita layani? Ataukah sebaliknya aturan yang kita buat itu malah mempersulit
mereka untuk menjadi seorang Katolik yang baik?
Thursday, 6 September 2018
TERBUKA UNTUK MENDENGARKAN DAN MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DALAM KEMAJEMUKAN
(Minggu Biasa XXIII: 9 September 2018)
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah melihat
orang yang tuli dan orang gagap. Kita bisa merasakan betapa sulitnya
berkomunikasi dengan orang tuli dan gagap. Bukan saja kita yang merasakan hal
ini, mereka juga pasti merasakan hal yang sama. Mereka menderita karena tidak
dapat mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain, dan mereka juga
menderita karena tidak dapat menyampaikan segala maksud hati mereka kepada
orang lain. Biasanya orang tuli itu tidak gagap, dan orang gagap juga belum
tentu tuli. Namun, dalam bacaan Injil hari ini mengisahkan orang yang satu dan
sama menderita dua penyakit sekaligus, yaitu ketulian dan kebisuan. Kita bisa
membayangkan betapa menderitanya orang ini. Dan penderitaan inilah yang membuat
hati Yesus tergerak oleh belaskasihan dan akhirnya mau menyembuhkan orang yang
tuli dan gagap ini.
Sunday, 2 September 2018
MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DALAM KEMAJEMUKAN
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Minggu
Biasa XXII: 26 Agustus 2018
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Dalam kehidupan ini kita selalu berhadapan dengan dua perintah, yaitu
perintah yang berasal dari Allah dan perintah yang berasal dari manusia.
Perintah yang berasal dari Allah ini diajarkan oleh agama. Sedangkan perintah
yang berasal dari manusia ini terdapat dalam hukum dan undang-undang Negara,
peraturan adat, kebiasaan-kebiasaan setempat, tradisi nenek moyang, dan gaya
hidup yang diciptakan oleh manusia. Sebenarnya dengan mudah kita bisa
membedakan mana yang adalah perintah Allah dan yang mana perintah manusia.
Tetapi permasalahannya adalah perintah mana yang lebih kita utamakan dalam
kehidupan kita?
Saturday, 1 September 2018
Pawai Pembukaan BKSN 2018 Paroki Kristus Raja Sosok
Pada hari ini Sabtu tanggal 1 September 2018,
telah diadakan pawai dalam rangka pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2018
di Paroki Kristus Raja Sosok, Keuskupan Sanggau.
Ratusan umat dengan penuh antusias hadir dengan
menggunakan mobil berhias dan atributnya masing- masing, pawai tersebut dimulai
pukul 15.00 WIB, yang mana sebelumnya terlebih
dahulu diawali dengan doa yang dipimpin oleh pastor Vinsensius,Pr.
dengan rute start dari Paroki menuju ke Stasi Sanjan Emberas dan kembali lagi ke
Paroki. selain acara pawai panitia juga telah menyediakan undian yang mana
undian tersebut akan di tukar dengan doorprize bagi yang beruntung. selain dari
itu panitia juga melibatkan beberapa juri untuk menilai mobil peserta pawai,
dengan tujuan untuk mendapatkan peserta mana yang layak diangap sebagai juara dalam
partisipasi pawai tersebut.
Tuesday, 28 August 2018
BAHAN PEMBEKALAN UMDU PAROKI KRISTUS RAJA SOSOK
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr
METODE LECTIO DIVINA
Pengertian Lectio Divina
Dalam
UMDU ini kita akan menggunakan Metode Lectio Divina. Tradisi Gereja Katolik
mengenal apa yang disebut sebagai “lectio divina” untuk membantu kita umat
beriman untuk sampai kepada persahabatan yang mendalam dengan Tuhan. Caranya
ialah dengan mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita melalui sabda-Nya. “Lectio”
sendiri adalah kata Latin yang artinya “bacaan”. Maka “lectio divina” berarti
bacaan ilahi atau bacaan rohani. Bacaan ilahi/ rohani ini terutama diperoleh
dari Kitab Suci. Maka memang, lectio divina adalah cara berdoa dengan membaca
dan merenungkan Kitab Suci untuk mencapai persatuan dengan Tuhan Allah
Tritunggal. Di samping itu, dengan berdoa sambil merenungkan Sabda-Nya, kita
dapat semakin memahami dan meresapkan Sabda Tuhan dan misteri kasih Allah yang
dinyatakan melalui Kristus Putera-Nya. Melalui Lectio divina, kita diajak untuk
membaca, merenungkan, mendengarkan, dan akhirnya berdoa ataupun menyanyikan
pujian yang berdasarkan sabda Tuhan. Penghayatan sabda Tuhan ini akan membawa
kita kepada kesadaran akan kehadiran Allah yang membimbing kita dalam segala
kegiatan kita sepanjang hari. Jika kita rajin dan tekun melaksanakannya, kita
akan mengalami eratnya persahabatan kita dengan Allah.
![]() |
| Logo BKSN 2018 |
Monday, 27 August 2018
SYUKURAN PELANTIKAN MISDINAR PAROKI KRISTUS RAJA SOSOK
Seusai Misa
Pelantikan Misdinar dan Para Pengurus Baru Periode 2018-2019, semua anggota
Misdinar dan para undangan segera menuju ke Aula Paroki untuk mengikuti Acara
Syukuran/ ramah tamah. Dalam acara ramah tamah ini hadir juga Ketua Misdinar
yang lama, yaitu Cornelia Della Anggella.
| Penyerahan Sertifikat Misdinar |
Saturday, 25 August 2018
MEMILIH KESELAMATAN
Minggu
Biasa XXI: 26 Agustus 2018
Oleh: P. Vinsensius, Pr.
TEOLOGI
Selama tiga Minggu kita diajak untuk merenungkan sabda
Yesus tentang Roti Kehidupan. Dan pada hari ini merupakan kelanjutan dari
Bacaan Minggu lalu, masih dalam tema tentang Roti yang hidup. Ternyata perkataan
Yesus tentang Roti yang hidup, makna dan konsekuensi dari menerima Yesus
sebagai Roti yang hidup itu menggoncangkan iman para murid Yesus. Bagi mereka
perkataan Yesus ini begitu keras, dan mereka tidak sanggup mendengarkannya. Mereka
bersungut-sungut, karena sabda Yesus ini.
Thursday, 23 August 2018
Wednesday, 22 August 2018
PERJAMUAN SURGAWI DI ATAS BUMI
Kamis Biasa XX
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
Perumpamaan
Yesus ini bermaksud menjelaskan tentang Kerajaan Surga. Dengan menggunakan
contoh perjamuan nikah, Yesus ingin mengatakan tentang perjamuan abadi di
surga. Perjamuan surgawi itu sudah bisa kita rasakan sejak kita hidup di dunia,
yakni melalui perjamuan Ekaristi. Namun, sudahkah kita menghadap Tuhan dalam
keadaan yang layak dan pantas?
REKOLEKSI KERASULAN KERAHIMAN ILAHI PAROKI KRISTUS RAJA SOSOK
Suatu
kesempatan yang indah dan berharga bagi para devosan Kerahiman Ilahi untuk
kembali menyegarkan imannya dan menyadari panggilannya sebagai seorang devosan
melalui rekoleksi, yang diadakan di Paroki Sosok pada tanggal 22 Agustus 2018. Peserta
rekoleksi ini berjumlah 37 orang. Tema yang diangkat dalam rekoleksi ini adalah
“Menjadi Devosan yang siap Melayani”. Dasar Kitab Suci yang menjadi inspirasi
utama dari rekoleksi ini diambil dari Mat. 20:20-28, yang berisi kisah tentang
permintaan dari ibu Yakobus dan Yohanes kepada Yesus. Injil ini diakhiri dengan
sabda Yesus yang terkenal, yaitu “Sama
seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28). Kutipan Injil
inilah yang menjadi dasar dari seluruh rekoleksi ini.
![]() |
| Peserta Rekoleksi Kerahiman Ilahi Paroki Sosok |





















