(Minggu Biasa XXIII: 9 September 2018)
Oleh: Pastor Vinsensius, Pr.
PENGANTAR
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah melihat
orang yang tuli dan orang gagap. Kita bisa merasakan betapa sulitnya
berkomunikasi dengan orang tuli dan gagap. Bukan saja kita yang merasakan hal
ini, mereka juga pasti merasakan hal yang sama. Mereka menderita karena tidak
dapat mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain, dan mereka juga
menderita karena tidak dapat menyampaikan segala maksud hati mereka kepada
orang lain. Biasanya orang tuli itu tidak gagap, dan orang gagap juga belum
tentu tuli. Namun, dalam bacaan Injil hari ini mengisahkan orang yang satu dan
sama menderita dua penyakit sekaligus, yaitu ketulian dan kebisuan. Kita bisa
membayangkan betapa menderitanya orang ini. Dan penderitaan inilah yang membuat
hati Yesus tergerak oleh belaskasihan dan akhirnya mau menyembuhkan orang yang
tuli dan gagap ini.






















